News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Asnawi Mangkualam Bandingkan Fisik Pemain Korea dengan Indonesia, Beri Pesan Menohok Begini

Kapten Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar berbicara soal perbedaan cara main di Korea Selatan dan Indonesia, diakuinya bahwa faktor fisik menjadi utama.
Rabu, 20 September 2023 - 06:53 WIB
Asnawi Mangkualam Bahar saat berseragam Timnas Indonesia dan Jeonnam Dragons.
Sumber :
  • Instagram/@pssi / @asnawi_bhr

tvOnenews.com - Kapten sekaligus bek tangguh Timnas Indonesia senior, Asnawi Mangkualam Bahar ungkap soal perbedaan cara main di Korea Selatan dan Indonesia, diakuinya bahwa faktor fisik menjadi utama.

Sebelumnya,  Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan di Timnas Indonesia senior berhasil menaklukan tim tamu, Turkmenistan dengan skor 2-0 pada agenda FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/9) malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua gol Timnas Indonesia dicetak oleh Dendy Sulistyawan pada menit ke-19 dan disempurnakan oleh Egy Maulana Vikri di penghujung pertandingan. 


Skuad Timnas Indonesia senior. (source: PSSI)

Tampil dominan sepanjang laga, Skuad Garuda arahan pelatih Shin Tae-yong, berhasil meraih hasil positif di hadapan para pendukungnya sendiri.

Asnawi Mangkualam sebut perbedaan cara main di Korea dan Indonesia

Asnawi bek kanan andalan Timnas Indonesia ini diketahui berkarier sepak bola di luar negeri (abroad) yakni liga 2 korea selatan.

Mantan pemain PSM Makassar mengawali debut K League 2 bersama Ansan Greeners, Asnawi lalu menunjukkan ketajamannya hingga kini berseragam Jeonnam Dragons dan terus mendapat pujian.

Asnawi mengungkapkan adaptasinya di berkarier sebagai pesepakbola di Korea Selatan, dari tekanan yang tinggi hingga adaptasi rumput, dan mengganti sepatu.

"Lumayan susah soalnya kan di sana tekanan tinggi juga karena harus banyak lari dan kekuatan fisik lebih diutamakan, sedangkan sebelum datang ke sana memang kondisi tubuh belum siap," ujarnya yang dilansir Youtube Sport77 Official, pada Minggu (17/9).

Ditanyakan menyoal apa perbedaan ketika bermain di Indonesia, kemudian pindah bermain di liga Korea.

"Kalau menurut saya yang aku bilang tadi fisiknya yang sangat jauh beda, kalau di Indonesia baru menit 70 tuh udah banyak yang jalan-jalan," terangnya.

"Kalau di sana menit 79 malah intensitasnya makin tinggi," tambahnya.


Asnawi Mangkualam berkarier di liga 2 Korea Selatan dengan membela klub Jeonnam Dragons. (Kolase tvOnenews.com/Instagram Jeonnam Dragons)

Lanjut Asnawi menuturkan bahwa kualitas lapangan di Korea itu lebih soft ketimbang Indonesia yang keras.

Di mana hal itu pula membuatnya harus mengganti jenis sepatu untuk menyesuaikan karakter rumput.

"Soalnya gak cocok sama pool-nya, harus memakai pool yang tinggi, sementara yang aku pakai sebelumnya itu tipis, jadi Indonesia cocok karena lapangannya keras," ujarnya.

Ketika mengganti sepatu pun, Asnawi akui mengalami kesulitan.

"Susah karena yang sebelumnya (sepatu) aku pakai tuh jatuh licin terus diomongin, disuruh ganti, dapat tekanan dari pelatih juga suruh ganti, abis itu ganti beberapa bulan berikutnya" kata dia. 

Lanjut perbedaan lainnya bermain di Korea dan Indonesia, putra dari legenda PSM Makassar Bahar Muharram ini mengaku kalau sebelum dan sesudah pertandingan selalu dilakukan penimbangan berat badan kepada setiap pemain.

Asnawi sosok pemain yang paling penting di Skuad Timnas Indonesia senior ini mengawali karier profesionalnya di klub Persiba Balikpapan.

Kemudian pindah ke PSM Makassar, klub di mana membesarkan nama sang ayah, Bahar Muharram (legenda hidup PSM Makassar).

"Aku awalnya gelandang, di Persiba, PSM 2017-2018 masih gelandang," ucapnya yang dilansir dari Youtube Sport77 Official.

Bek kanan bukan posisi asli

Kemudian singkat cerita, Asnawi bercerita soal proses akhirnya pindah posisi sebagai bek kanan.

"Itu ceritanya Coach Indra Sjafri yang pindahin, jadi kita lagi TC di Yogya persiapan Piala AFF U-19 yang mau main di Sidoarjo," tuturnya.

"Kita nggak ada bek kanan, waktu itu Rifad Marasabessy cidera, yang satunya ini mungkin pelatih gak percaya atau gimana," ucapnya.

Di mana saat itu Asnawi baru gabung ke pemusatan latihan Timnas karena abis main di Liga. Dan didatangi oleh pelatih bertangan dingin Indra Sjafri untuk menawarkan mencoba posisi bek kanan kepadanya.

"Jadi aku datang cuma ngeliat pemain latihan, duduk di pinggir lapangan. Coach Indra datang,'Hei Asnawi besok kamu mau main bek kanan gak? katanya," ucap Asnawi menirukan Indra Sjafri.

Lanjut pemain Jeonnam Dragons itu mengaku waktu itu ketika membela PSM Makassar, dirinya banyak bermain sebagai bek kanan, saat pelatih melakukan rotasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nggak apa-apa Coach, yang penting main, aku bilang gitu" ujarnya.

"Kalau coach mau saya di bek kanan tap main, nggak apa-apa latihan saja, tapi percaya. Habis itu udah, setiap latihan dimainin posisi bek kanan, friendly match dimainkan di kanan," jelasnya. (ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini
 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kondisi Finansial Zodiak 6 Mei 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Kondisi Finansial Zodiak 6 Mei 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak pada 6 Mei 2026 untuk enam zodiak pertama, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo.
Tuntutan JPU ke Ibam di Kasus Chromebook Nadiem Disorot Pakar, Singgung Fakta Persidangan hingga Skenario Proyek

Tuntutan JPU ke Ibam di Kasus Chromebook Nadiem Disorot Pakar, Singgung Fakta Persidangan hingga Skenario Proyek

Pakar hukum menilai pertanggungjawaban dalam kasus Chromebook harus disesuaikan dengan peran serta tindakan masing-masing terdakwa, termasuk Ibrahim Arief sebagai konsultan.
Polsek Metro Gambir Gagalkan Peredaran 99 Paket Sabu, Tiga Pelaku Ditangkap

Polsek Metro Gambir Gagalkan Peredaran 99 Paket Sabu, Tiga Pelaku Ditangkap

Polsek Metro Gambir bersama Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu di empat wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Respons Koh Dondy Tan hingga Tiga Alasan Utama Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut: Yayasan Punya Hak

Respons Koh Dondy Tan hingga Tiga Alasan Utama Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut: Yayasan Punya Hak

Mualaf Center Indonesia mencabut sertifikat mualaf Richard Lee akibat dugaan penyalahgunaan dokumen administratif dan sikap yang dianggap mempermainkan agama.
Jay Idzes Banding-bandingkan Suporter Timnas Indonesia dengan Suporter di Italia: Tidak Pernah Saya Lihat Sebelumnya

Jay Idzes Banding-bandingkan Suporter Timnas Indonesia dengan Suporter di Italia: Tidak Pernah Saya Lihat Sebelumnya

Menurut bek kelahiran tahun 2000 itu, militansi pendukung Timnas Indonesia tak hanya sekadar fanatisme, tapi fenomena global yang sulit dicari tandingannya.
Tak Mau Tutupi Lagi, Pelatih Timnas Irak Bongkar 'Kejanggalan' Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Indonesia Rugi!

Tak Mau Tutupi Lagi, Pelatih Timnas Irak Bongkar 'Kejanggalan' Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Indonesia Rugi!

Pelatih timnas Irak, Graham Arnold mengungkapkan bahwa format Rond 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 mengalami perubahan. Timnas Indonesia dirugikan karena adanya perubahan

Trending

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Tengah ramai isu sertifikat mualaf Richard Lee yang dicabut Koh Hanny Kristianto menjadi perhatian publik. Juga direspons oleh Pendakwah Koh Dondy Tan
Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap kata saat hendak melepas jemaah calon haji Maluku Utara dari embarkasi 13 Makassar yang hendak bertolak ke tanah suci.
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar terbaru proses naturalisasi pemain keturunan jelang perjuangan Timnas Indonesia di ajang FIFA Matchday Juni 2026 mendatang, ada nama baru yang muncul?
3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

Isu pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee tengah menjadi sorotan publik. Di tengah dokter yang dikenal juga sebagai Selebgram itu tersandung kasus
Bursa Transfer Persib Bandung: Jurnalis Belanda Ungkap Kiper Eredivisie Selangkah Lagi Susul Thom Haye dan Eliano Reijnders

Bursa Transfer Persib Bandung: Jurnalis Belanda Ungkap Kiper Eredivisie Selangkah Lagi Susul Thom Haye dan Eliano Reijnders

Media Belanda mengungkap kabar terbaru soal aktivitas Persib Bandung di bursa transfer musim panas. Seorang pemain Eredivisie dilaporkan bisa segera menyusul Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pelatih Irak Graham Arnold ungkap ketidakadilan sistem playoff AFC yang rugikan Timnas Indonesia: Arab Saudi nikmati istirahat 6 hari, Indonesia cuma 3 hari.
FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

Sorotan publik sepak bola Indonesia kini mengarah ke Belanda. Nama Kayne van Oevelen tiba-tiba mencuri perhatian setelah tampil gemilang bersama FC Volendam.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT