Asnawi Mangkualam Bandingkan Fisik Pemain Korea dengan Indonesia, Beri Pesan Menohok Begini
- Instagram/@pssi / @asnawi_bhr
tvOnenews.com - Kapten sekaligus bek tangguh Timnas Indonesia senior, Asnawi Mangkualam Bahar ungkap soal perbedaan cara main di Korea Selatan dan Indonesia, diakuinya bahwa faktor fisik menjadi utama.
Sebelumnya, Â Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan di Timnas Indonesia senior berhasil menaklukan tim tamu, Turkmenistan dengan skor 2-0 pada agenda FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/9) malam.
Dua gol Timnas Indonesia dicetak oleh Dendy Sulistyawan pada menit ke-19 dan disempurnakan oleh Egy Maulana Vikri di penghujung pertandingan.Â

Skuad Timnas Indonesia senior. (source: PSSI)
Tampil dominan sepanjang laga, Skuad Garuda arahan pelatih Shin Tae-yong, berhasil meraih hasil positif di hadapan para pendukungnya sendiri.
Asnawi Mangkualam sebut perbedaan cara main di Korea dan Indonesia
Asnawi bek kanan andalan Timnas Indonesia ini diketahui berkarier sepak bola di luar negeri (abroad) yakni liga 2 korea selatan.
Mantan pemain PSM Makassar mengawali debut K League 2 bersama Ansan Greeners, Asnawi lalu menunjukkan ketajamannya hingga kini berseragam Jeonnam Dragons dan terus mendapat pujian.
Asnawi mengungkapkan adaptasinya di berkarier sebagai pesepakbola di Korea Selatan, dari tekanan yang tinggi hingga adaptasi rumput, dan mengganti sepatu.
"Lumayan susah soalnya kan di sana tekanan tinggi juga karena harus banyak lari dan kekuatan fisik lebih diutamakan, sedangkan sebelum datang ke sana memang kondisi tubuh belum siap," ujarnya yang dilansir Youtube Sport77 Official, pada Minggu (17/9).
Ditanyakan menyoal apa perbedaan ketika bermain di Indonesia, kemudian pindah bermain di liga Korea.
"Kalau menurut saya yang aku bilang tadi fisiknya yang sangat jauh beda, kalau di Indonesia baru menit 70 tuh udah banyak yang jalan-jalan," terangnya.
"Kalau di sana menit 79 malah intensitasnya makin tinggi," tambahnya.
![]()
Asnawi Mangkualam berkarier di liga 2 Korea Selatan dengan membela klub Jeonnam Dragons. (Kolase tvOnenews.com/Instagram Jeonnam Dragons)
Lanjut Asnawi menuturkan bahwa kualitas lapangan di Korea itu lebih soft ketimbang Indonesia yang keras.
Di mana hal itu pula membuatnya harus mengganti jenis sepatu untuk menyesuaikan karakter rumput.
"Soalnya gak cocok sama pool-nya, harus memakai pool yang tinggi, sementara yang aku pakai sebelumnya itu tipis, jadi Indonesia cocok karena lapangannya keras," ujarnya.
Ketika mengganti sepatu pun, Asnawi akui mengalami kesulitan.
"Susah karena yang sebelumnya (sepatu) aku pakai tuh jatuh licin terus diomongin, disuruh ganti, dapat tekanan dari pelatih juga suruh ganti, abis itu ganti beberapa bulan berikutnya" kata dia.Â
Lanjut perbedaan lainnya bermain di Korea dan Indonesia, putra dari legenda PSM Makassar Bahar Muharram ini mengaku kalau sebelum dan sesudah pertandingan selalu dilakukan penimbangan berat badan kepada setiap pemain.
Asnawi sosok pemain yang paling penting di Skuad Timnas Indonesia senior ini mengawali karier profesionalnya di klub Persiba Balikpapan.
Kemudian pindah ke PSM Makassar, klub di mana membesarkan nama sang ayah, Bahar Muharram (legenda hidup PSM Makassar).
"Aku awalnya gelandang, di Persiba, PSM 2017-2018 masih gelandang," ucapnya yang dilansir dari Youtube Sport77 Official.
Bek kanan bukan posisi asli
Kemudian singkat cerita, Asnawi bercerita soal proses akhirnya pindah posisi sebagai bek kanan.
"Itu ceritanya Coach Indra Sjafri yang pindahin, jadi kita lagi TC di Yogya persiapan Piala AFF U-19 yang mau main di Sidoarjo," tuturnya.
"Kita nggak ada bek kanan, waktu itu Rifad Marasabessy cidera, yang satunya ini mungkin pelatih gak percaya atau gimana," ucapnya.
Di mana saat itu Asnawi baru gabung ke pemusatan latihan Timnas karena abis main di Liga. Dan didatangi oleh pelatih bertangan dingin Indra Sjafri untuk menawarkan mencoba posisi bek kanan kepadanya.
"Jadi aku datang cuma ngeliat pemain latihan, duduk di pinggir lapangan. Coach Indra datang,'Hei Asnawi besok kamu mau main bek kanan gak? katanya," ucap Asnawi menirukan Indra Sjafri.
Lanjut pemain Jeonnam Dragons itu mengaku waktu itu ketika membela PSM Makassar, dirinya banyak bermain sebagai bek kanan, saat pelatih melakukan rotasi.
"Nggak apa-apa Coach, yang penting main, aku bilang gitu" ujarnya.
"Kalau coach mau saya di bek kanan tap main, nggak apa-apa latihan saja, tapi percaya. Habis itu udah, setiap latihan dimainin posisi bek kanan, friendly match dimainkan di kanan," jelasnya. (ind)
Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini
Â
Load more