GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sempat Jadi Bintang Naturalisasi Timnas Indonesia, Nasib Pemain Keturunan Belanda ini Sekarang Justru Tragis Bahkan Pernah Terjerat Kasus Kriminal

Eks pemain naturalisasi Timnas Indonesia yakni Jhonny van Beukering ternyata bernasib kurang baik usai gantung sepatu dari dunia sepak bola di usia 28 tahun.
Sabtu, 6 Januari 2024 - 10:20 WIB
Eks pemain naturalisasi Timnas Indonesia Jhonny van Beukering
Sumber :
  • Viva

tvOnenews.com - Sejak era Jhonny van Beukering hingga Justin Hubner, Timnas Indonesia masih rutin menjalankan program naturalisasi pemain keturunan di Eropa.

Tujuannya adalah untuk mendongkrak prestasi Timnas Indonesia di kancah internasional serta meningkatkan daya saing dengan negara lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tetapi, program naturalisasi Timnas Indonesia tak selalu berjalan mulus. Bahkan dari sejumlah pemain keturunan itu, ada juga yang kariernya tidak berjalan baik usai beralih kewarganegaraan.

Salah satunya ialah eks pemain Feyenoord Rotterdam yakni Jhonny van Beukering yang sempat dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia pada 2012.

Kariernya sempat moncer kala menjadi pemain bintang Eropa. Tercatat ia pernah membela sejumlah tim Eredivisie seperti Vitesse Arnhem, PEC Zwolle, De Graafschap, NEC Nijmegen, hingga Feyenoord Rotterdam.

Keadaannya saat ini justru berbanding terbalik dengan apa yang ia dapatkan ketika berada di puncak kariernya termasuk saat dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Jhonny van Beukering dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2012 setelah sebelumnya memiliki kewarganegaraan Belanda.

Di kompetisi itu, Jhonny van Beukering hanya tampil sebanyak dua pertandingan karena Timnas Indonesia tidak lolos penyisihan grup Piala AFF 2012.

Tonnie Cusell, Jhonny van Beukering, Raphael Maitimo, dan Irfan Bachdim merupakan pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2012

Setelah itu, kariernya justru semakin meredup ketika mencoba peruntungan di Pelita Bandung Raya dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Belanda pada 2014.

Di sana, Jhonny van Beukering tertangkap oleh otoritas setempat usai diduga menanam pohon ganja sebanyak 600 tanaman di rumahnya, meskipun ia membantah hal itu.

Dari situ, kehidupannya semakin sulit hingga ia harus menjalani sejumlah pekerjaan di luar sepak bola untuk menunjang hidup dirinya dan keluarga. 

Jhonny van Beukering bahkan harus menjual rumah tempat tinggalnya untuk bertahan hidup usai memutuskan pensiun dari sepak bola pada usia 28 tahun.

Tercatat ia pernah menjadi pelatih klub amatir, konsultan kesehatan mental, pelatih senam lansia hingga berprofesi sebagai satpam di sebuah klub striptis di De Nacht, Tilburg, Belanda.

Bahkan untuk makan sehari-hari, van Beukering hanya mengandalkan pemberian dari bank makanan yang ada di sekitar gereja atau masjid dekat tempat tinggalnya.

“Saya pergi dari surga ke neraka. Orang-orang tidak tahu seberapa terpuruk saya. Saya telah kehilangan segalanya. Kami harus tinggal bersama keluarga dengan uang 50 euro per minggu," kata van Beukering dikutip dari Voetbalzone.

Meski demikian, Jhonny van Beukering saat ini mengaku senang dengan profesi yang dia jalani yakni sebagai satpam penjaga klub striptis di Belanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyarankan kepada pemain lainnya agar mempertimbangkan matang-matang apabila ingin memulai karier sepak bola di negara lain.

“Biarlah ini menjadi peringatan bagi pesepak bola lain yang punya rencana untuk memulai petualangan di negara yang istimewa. Pikirkan tentang uang Anda, ketahui apa yang Anda hadapi, jangan kaget," tutupnya. (han)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO) menjalin kerja sama dengan iForte Energi Nusantara dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lingkungan operasional perusahaan.
Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Seorang pekerja bangunan ditemukan tewas di atap rumah warga di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memperbaiki atap rumah warga, Selasa (17/2).
Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Berdasarkan perhitungan hisab, Kemenag memperkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah secara astronomis berpotensi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.
BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi umumkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo menyoroti perubahan besar gaya balap Marc Marquez jelang MotoGP 2026. Legenda asal Spanyol itu menilai gaya balap The Baby Alien kini lebih halus.
Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Agen Jurgen Klopp ungkap kliennya menolak tawaran Manchester United (MU) dan Chelsea. Peluang latih Timnas Inggris sempat terbuka sebelum ia gabung Red Bull.
background

Pekan ke-22

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT