Profil dan Rekam Jejak Alex Pastoor, Asisten Pelatih Timnas Indonesia
- tvOnenews/Taufik Hidayat
tvOnenews.com - Pada Januari 2025, dunia sepak bola Indonesia dikejutkan dengan pengumuman tim kepelatihan baru Timnas Indonesia yang dipimpin oleh Patrick Kluivert, dengan Alex Pastoor bergabung sebagai asisten pelatih.Â
Kehadiran Pastoor di tim ini langsung mencuri perhatian karena pengalaman luas dan pendekatan modern yang ia bawa dalam dunia kepelatihan.
Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang profil, rekam jejak, dan kontribusi Alex Pastoor dalam perkembangan sepak bola Indonesia.
Profil Alex Pastoor

Â
Alex Pastoor lahir pada 26 Oktober 1966 di Amsterdam, Belanda.
Sebagai seorang pelatih, ia dikenal dengan pendekatan yang mengutamakan pengembangan pemain muda, fleksibilitas dalam taktik, dan analisis mendalam terhadap gaya permainan lawan.
Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, Pastoor sempat berkarir sebagai pemain sepak bola, bermain untuk beberapa klub lokal di Belanda.
Meski tidak menjadi nama besar sebagai pemain, ia membawa banyak pembelajaran berharga yang kini ia terapkan dalam strategi kepelatihannya.
Pastoor memulai karir kepelatihan di usia muda dan berhasil membangun reputasi sebagai pelatih yang cermat dan berkomitmen.
Ia tidak hanya mengandalkan teknik dan taktik dalam permainan, tetapi juga membangun hubungan yang kuat dengan para pemainnya.
Pendekatan inilah yang membuatnya dihormati di dunia sepak bola, terutama dalam hal mengembangkan potensi pemain muda.
Rekam Jejak Kepelatihan Alex Pastoor
1. AFC'34 (2001-2005)
Karier kepelatihan Pastoor dimulai di klub Belanda, AFC'34, setelah sebelumnya melatih tim muda AZ Alkmaar. Di AFC'34, ia belajar dan mengasah kemampuan untuk memimpin tim senior, yang menjadi batu loncatan dalam perjalanan kepelatihannya.
2. Excelsior Rotterdam (2008-2011)
Di Excelsior Rotterdam, Pastoor membuat jejak yang signifikan dengan membawa tim yang baru dipromosikan ke Eredivisie. Ia dikenal dengan gaya permainan menyerang yang terstruktur dan memperkenalkan taktik modern yang berfokus pada kontrol bola dan eksploitasi ruang.
3. NEC Nijmegen (2011-2012)
Peran Pastoor di NEC Nijmegen merupakan puncak kariernya di Eredivisie, di mana ia berhasil membawa tim tersebut ke level yang lebih tinggi dengan pendekatan taktik yang terorganisir. Tak hanya itu, ia juga mampu memaksimalkan potensi pemain muda, yang menjadi ciri khas gaya kepelatihannya.
4. SC Rheindorf Altach (2018-2021)
Setelah berkiprah di Belanda, Pastoor melanjutkan karier kepelatihannya di Austria bersama SC Rheindorf Altach. Di sini, ia berhasil membawa tim bertahan di Bundesliga Austria, meskipun dengan tantangan finansial dan sumber daya yang terbatas. Pendekatan taktis yang solid dan kepiawaian dalam mengelola tim menjadi kekuatan utama Pastoor di klub ini.
5. Sparta Rotterdam (2021-2024)
Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, Pastoor melatih Sparta Rotterdam. Di klub ini, ia sukses mengembangkan beberapa pemain muda dan membawa Sparta kembali ke jalur kemenangan. Keberhasilan Sparta Rotterdam di bawah asuhan Pastoor termasuk promosi ke Eredivisie pada 2016 dan gelar Eerste Divisie pada musim 2015-2016.
6. Bergabung dengan Timnas Indonesia (2025-sekarang)
Pada Januari 2025, Alex Pastoor bergabung sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia di bawah arahan Patrick Kluivert. Dengan pengalaman internasional dan pendekatan kepelatihan yang modern, Pastoor diharapkan dapat membawa perubahan besar dalam perkembangan sepak bola Indonesia. Fokus utama Pastoor adalah meningkatkan kualitas permainan Timnas Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan tim untuk kualifikasi Piala Dunia 2026. (tsy)
Load more