Begitu Tahu Patrick Kluivert Tangani Timnas Indonesia, Joey Pelupessy Langsung Bilang Begini: Apakah Dia…
- YouTube
tvOnenews.com - Penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Januari 2025 langsung menjadi perbincangan publik, baik di kalangan pecinta sepak bola nasional maupun internasional.
Salah satu reaksi menarik datang dari gelandang naturalisasi terbaru Indonesia, Joey Pelupessy.
Pemain yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 10 Maret 2025 ini mengungkap responsnya begitu tahu Kluivert akan membesut Garuda.
Joey Pelupessy, pemain berusia 31 tahun yang memiliki darah Maluku, sebelumnya telah menjalani karier panjang di Eropa, termasuk membela Heracles Almelo, Sheffield Wednesday, hingga FC Groningen.
Namun, panggilan untuk membela Timnas Indonesia menjadi titik balik baru dalam kariernya.
Menariknya, pelatih yang pertama kali menghubunginya untuk bergabung adalah sosok yang sudah lama ia kenal, yakni Patrick Kluivert.
Dalam wawancara dikanal YouTube The Haye Way, Joey bercerita bahwa ia pertama kali dihubungi oleh Patrick Kluivert pada akhir Januari 2025.
![]()
Ini hanya beberapa minggu setelah pelatih asal Belanda itu diumumkan sebagai juru taktik baru Timnas Indonesia.
“Saya mendapat telepon dari pelatih Patrick Kluivert. Itu adalah akhir bulan Januari di suatu tempat,” ujar Joey mengenang momen penting itu.
Saat itu, Joey baru saja pindah ke Lommel SK di Belgia dan tidak menyangka akan segera diminta bergabung ke skuad Merah Putih.
Ia pun mengaku sangat tersentuh karena pelatih Timnas Indonesia langsung menghubunginya secara pribadi.
Joey sendiri memang telah lama mengenal Patrick Kluivert sejak dirinya masih menjadi pemain muda di FC Twente.
Bahkan keduanya sempat meraih gelar juara bersama tim muda tersebut.
“Saya mengenalnya sejak saya berusia 18 tahun. Jadi itu sudah 12 atau 13 tahun yang lalu. Kami pernah jadi juara bersama di FC Jong Twente. Itu kenangan yang tak terlupakan,” lanjut Joey.
Meski telah lama tidak berkomunikasi intens, Kluivert tetap memantau perkembangan Joey.
Bahkan ketika Joey sukses membawa Groningen promosi, Kluivert tidak lupa mengirimkan pesan selamat.
“Dan bukan karena saya banyak berbicara dengannya. Namun terkadang, misalnya saat promosi Groningen, dia mengirim saya pesan seperti, ‘hei, selamat’. Itu selalu seperti kontak kecil,” ungkapnya.
Joey juga mengungkapkan bahwa sebelum mendapat telepon resmi dari Patrick Kluivert, ia sempat bercanda dengan istri dan ayahnya.
Ia bertanya-tanya, apakah Kluivert akan menghubunginya sebagai bagian dari proyek baru Timnas Indonesia.
“Saya berkata kepada istri dan ayah saya, apakah dia harus menelpon saya atau tidak? Namun lebih sebagai lelucon,” katanya sambil tertawa kecil.
Namun tak lama berselang, candaan itu menjadi kenyataan.
Sebuah pesan datang dari Kluivert yang meminta izin untuk menelpon. Joey langsung mengiyakan tanpa pikir panjang.
“Ketika saya menerima pesan dari dia (Patrick Kluivert) seperti, ‘Joey, bolehkah saya menelponmu?’ Saya berkata, tentu saja, Anda dapat menelpon saya,” ucap Joey dengan antusias.
Baginya, momen itu bukan hanya soal panggilan ke Timnas, tapi juga pengakuan dari pelatih yang pernah membentuknya di masa muda.
“Dia selalu memperlakukanku dengan baik. Bahkan dia yang menempatkan saya di posisi nomor enam di FC Twente. Ya, dia memberi pengaruh besar pada karier saya,” tegas Joey.
Joey juga menyebut bahwa Kluivert sempat menyinggung peran dirinya dalam sebuah konferensi pers usai pertandingan bersama pemain lain seperti Ole Romeny.
“Dia membicarakan hal ini. Anda dapat melihatnya kembali, jadi itu bagus darinya,” tutup Joey dengan nada penuh penghargaan.
Dengan latar belakang sejarah antara keduanya, hubungan pelatih dan pemain ini menjadi menarik untuk terus diikuti.
Apalagi jika Joey bisa menjadi bagian penting dari proyek besar Kluivert untuk mengangkat prestasi Timnas Indonesia di kancah internasional. (adk)
Load more