GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rahmad Darmawan Sebut PSSI Ketiban Untung, Kehadiran Simon Tahamata sebagai Head Of Scouting Timnas Indonesia Jadi Gebrakan...

Dalam suatu kesempatan, Rahmad Darmawan menyampaikan keputusan PSSI memajukan Timnas Indonesia sudah tepat merekrut Simon Tahamata sebagai Head of Scouting.
Senin, 23 Juni 2025 - 14:14 WIB
Rahmad Darmawan & Head of Scouting Timnas Indonesia, Simon Tahamata
Sumber :
  • Kolase ANTARA/Ari Bowo Sucipto & tvOnenews.com/Taufik Hidayat

tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan menganggap PSSI beruntung merekrut Simon Tahamata sebagai Head of Scouting.

Sebelumnya PSSI mengumumkan Simon Tahamata ditunjuk sebagai Head of Scouting atau Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia pada Mei 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penunjukkan Simon Tahamata bentuk keseriusan PSSI menciptakan pondasi para pemain berkualitas untuk Timnas Indonesia.

Sementara, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyampaikan pengalaman dimiliki Simon Tahamata jadi bekal mencari talenta pemain terbaik.

Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata
Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

 

Erick Thohir kasih tugas kepada Simon Tahamata pasca Timnas Indonesia dibantai Jepang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Karena itu, Rahmad Darmawan yang punya pengalaman di dunia kepelatihan membicarakan Simon Tahamata dinilai rekrutan terbaik PSSI.

"Ini satu langkah brilian dilakukan federasi bagaimana cara membangun Timnas Indonesia memotivasi semua insan sepak bola," ujar Rahmad Darmawan dalam podcast YouTube Bola Bung Binder, Senin (23/6/2025).

Menurut Coach RD sapaan akrabnya, PSSI sangat tepat menggaet Simon Tahamata karena sepak bola di Indonesia kini masih sulit berkembang.

Eks pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan.
Eks pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan.
Sumber :
  • Antara

 

"Kelemahan sepak bola kita kenapa tidak bisa dengan cepat menuju ke arah yang sangat kita inginkan mencetak pemain berkualitas, sehingga sebagian besar harus didatangkan pemain diaspora," tuturnya.

"Kedatangan Coach Simon Tahamata ini tentu satu langkah menurut saya bagus dan patut kita sambut karena saya tahu persis bagaimana kualitas Simon Tahamata," sambung dia.

Bukan tanpa alasan, Coach RD mengaku salah satu fans dan mengidolakan sosok Simon Tahamata.

"Saya kebetulan lihat cuplikan di televisi nasional tahun 80-an, saya nonton bagaimana latihan agility dilakukan oleh Simon Tahamata melewati banyak pemain menurut saya luar biasa," katanya.

Mantan pelatih Persija Jakarta itu percaya sangat banyak pemain yang punya talenta unggul di seluruh wilayah Indonesia.

Tetapi, kata Coach RD, mereka sulit mempertahankan kemampuannya ketika mulai beranjak dewasa.

Permasalahan ini kerap terjadi karena para talenta kurang mendapat lirikan penuh dan punya bekal ilmu teknik bermain sepak bola yang benar.

"Jadi, ada talenta tapi ada satu teknik dasar sepak bola yang betul tidak hanya ketika dia dengan bola, mulai diajari bagaimana koordinasi gerak dia," bebernya.

Pelatih kelahiran asal Bandar Lampung itu mencontohkan hal yang kurang dimiliki pemain muda adalah cara dasar ilmu atletik yang benar.

"Cara berlari itu harus betul-betul diperhatikan karena nanti dia menjadi seorang atlet, dia dapat satu gerak motorik yang betul," ucapnya.

Coach RD percaya Simon Tahamata punya kemampuan memilah kualitas para pemain berbakat sebagai dasar mendidik para talenta yang dikumpulkan.

Sementara, Simon Tahamata pernah memberi pengakuan hatinya tergerak untuk membawa sepak bola Indonesia maju.

Dalam sesi wawancara kepada awak media, Simon menegaskan kehadiran dirinya bukan untuk politik.

Simon Tahamata sangat antusias bisa bekerja sama dengan Patrick Kluivert yang kini menjadi pelatih Timnas Indonesia.

"Patrick (Kluivert) meminta saya hadir di sini untuk membantu. Saya bisa tetap di Ajax, tetapi saya memilih datang demi perkembangan anak-anak muda Indonesia," ungkap Simon Tahamata.

Filosofi yang diterapkan pada sistem Belanda akan menjadi acuan penting bagi Simon Tahamata membenahi sepak bola Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya ingin membawa filosofi Ajax ke sini, terutama gaya bermain 4-3-3 dan Total Football yang menuntut fisik dan mental kuat," tukas Simon Tahamata.

(hap)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masih Ingat Santriwati Hamil Lewat Mimpi? Terungkap Diduga Jadi Korban Kiai Cabul Pimpinan Ponpes Pekalongan

Masih Ingat Santriwati Hamil Lewat Mimpi? Terungkap Diduga Jadi Korban Kiai Cabul Pimpinan Ponpes Pekalongan

Polres Pekalongan membuka misteri santriwati hamil lewat mimpi diduga menjadi korban kiai cabul, AKF, pimpinan Ponpes Padepokan Padang Ati, Buaran, Pekalongan.
Polemik Sapi Kurban Presiden Pakai APBN, MUI Sebut Sah Sesuai Syariat dan Hukum Negara

Polemik Sapi Kurban Presiden Pakai APBN, MUI Sebut Sah Sesuai Syariat dan Hukum Negara

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, memberikan klarifikasi terkait pengadaan sapi kurban bantuan presiden (Banpres) yang bersumber dari APBN. 
Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Insiden tragis menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang yang ditemukan tewas di dalam tenda Glamping, Temanggung. Polisi curigai penyebab lain
Sinergi Kementerian PKP dan ATR/BPN: Lahan Luas Siap Disulap Jadi Rusun dan Kota Satelit

Sinergi Kementerian PKP dan ATR/BPN: Lahan Luas Siap Disulap Jadi Rusun dan Kota Satelit

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai memetakan pemanfaatan lahan yang diserahkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). 
Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Lonjakan volume kendaraan terjadi di ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) seiring dengan momentum libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 
Bikin Air Mata Publik Tak Terbendung, Sapi Kurban Popeye Menangis dan Cium Irfan Hakim Sebelum Disembelih

Bikin Air Mata Publik Tak Terbendung, Sapi Kurban Popeye Menangis dan Cium Irfan Hakim Sebelum Disembelih

Detik-detik perpisahan sapi kurban bernama 'Popeye' dengan presenter Irfan Hakim bikin publik terharu. Sebelum disembelih, sapi itu menangis & cium majikannya.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Lonjakan volume kendaraan terjadi di ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) seiring dengan momentum libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Insiden tragis menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang yang ditemukan tewas di dalam tenda Glamping, Temanggung. Polisi curigai penyebab lain
Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
Masih Ingat Santriwati Hamil Lewat Mimpi? Terungkap Diduga Jadi Korban Kiai Cabul Pimpinan Ponpes Pekalongan

Masih Ingat Santriwati Hamil Lewat Mimpi? Terungkap Diduga Jadi Korban Kiai Cabul Pimpinan Ponpes Pekalongan

Polres Pekalongan membuka misteri santriwati hamil lewat mimpi diduga menjadi korban kiai cabul, AKF, pimpinan Ponpes Padepokan Padang Ati, Buaran, Pekalongan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT