Bukan Cuma Mauro Zijlstra, Ketum PSSI, Beri Bocoran Dua Pemain Naturalisasi yang Siap di Sumpah WNI: Pemain Diaspora yang akan memperkuat Timnas Indonesia...
- fcvolendam.nl
tvOnenews.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat Timnas Indonesia jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari akun Instagram pribadi pada Senin (4/8/2025), Erick menyampaikan bahwa ia baru saja bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, untuk membahas kelanjutan proses naturalisasi sejumlah pemain keturunan yang disiapkan memperkuat skuad Garuda.
Pertemuan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir yang secara aktif merekrut pemain diaspora yang memiliki darah Indonesia.
Dukungan dari Kemenkumham menjadi kunci agar proses hukum bisa berjalan cepat, sehingga para pemain tersebut bisa segera mengucap sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan sah membela Merah Putih.
![]()
“Bertemu dengan Menteri Hukum, Bapak Supratman Andi Agtas untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan dalam proses pemain diaspora yang akan memperkuat Timnas Indonesia,” tulis Erick melalui akun Instagram-nya.
Ia menambahkan, “Kami juga menyampaikan beberapa nama baru sekaligus mengkonsultasikan agar bisa menjalani proses pengambilan sumpah sebagai WNI.”
Salah satu nama yang sempat mencuat ke publik adalah Mauro Zijlstra, striker muda keturunan Belanda yang tampil impresif bersama FC Volendam U-21.
Zijlstra sebelumnya menjadi sorotan karena kabar ketertarikannya untuk memperkuat Timnas U-23 Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Asia 2026.
![]()
Penampilannya musim lalu yang menorehkan 17 gol dan 7 assist dalam 21 laga membuatnya disebut sebagai prospek cerah bagi masa depan lini depan Indonesia.
Kini, nama Zijlstra juga muncul sebagai salah satu kandidat pemain yang tengah diproses naturalisasinya untuk memperkuat Timnas Senior.
Langkah ini dinilai strategis, mengingat putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan dimulai Oktober nanti mempertemukan Indonesia dengan lawan berat seperti Arab Saudi dan Irak di Grup B.
Tambahan kekuatan di sektor serang menjadi kebutuhan mendesak agar Garuda bisa tampil kompetitif di grup yang sangat ketat ini.
Selain Zijlstra, Erick Thohir juga mengonfirmasi bahwa terdapat dua nama lain yang saat ini tengah diproses, keduanya berposisi sebagai penyerang.
Namun, ia belum bersedia mempublikasikan identitas kedua pemain tersebut ke publik.
![]()
“Kami menyampaikan beberapa nama baru... namun belum kami umumkan secara terbuka,” ujarnya. Meski demikian, nama-nama tersebut sudah diserahkan ke Menteri Supratman untuk segera diproses lebih lanjut.
Langkah PSSI mengandalkan pemain keturunan bukanlah hal baru. Sejak kepemimpinan Erick Thohir, pendekatan ini semakin diintensifkan untuk mengejar standar sepak bola internasional.
Hal ini selaras dengan keberhasilan Indonesia menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang secara historis menjadi pencapaian penting.
Di sisi lain, pertemuan Erick dengan Menteri Hukum tidak hanya membahas proses naturalisasi pemain, tetapi juga menyentuh agenda reformasi kompetisi dalam negeri.
Ia menjelaskan bahwa PSSI kini tengah menyusun format baru Liga 3 dan Liga 4 guna memperkuat pembinaan sepak bola dari level akar rumput.
“Dalam pertemuan ini, kami juga menyampaikan tentang statuta PSSI yang terbaru terutama terkait gelaran Liga 3 dan Liga 4,” ungkap Erick.
Ia menjelaskan bahwa Liga 4 akan digelar di tingkat Kabupaten/Kota sebagai ajang memperebutkan Piala Bupati atau Wali Kota, sedangkan Liga 3 berlangsung di tingkat Provinsi untuk Piala Gubernur.
Di tingkat nasional, juara akan bertarung memperebutkan Piala Presiden.
Skema ini diharapkan mampu memperluas cakupan kompetisi dan melahirkan lebih banyak talenta lokal dari berbagai daerah.
Dengan pondasi pembinaan yang lebih kuat, PSSI menargetkan peningkatan kualitas pemain lokal yang nantinya bisa bersaing dengan pemain diaspora dalam perebutan tempat di Timnas.
Jelang laga krusial melawan Arab Saudi dan Irak, persiapan Timnas Indonesia akan sangat ditentukan oleh keberhasilan proses naturalisasi dan kesiapan pemain utama.
Keputusan untuk menambah pemain keturunan dengan kualitas tinggi menjadi strategi mutlak demi memperbesar peluang lolos ke Piala Dunia 2026.
Jika semua berjalan sesuai rencana, maka skuad Garuda akan diperkuat oleh campuran pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi yang solid.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, Erick Thohir berharap Timnas Indonesia tidak hanya menjadi peserta, tetapi benar-benar kompetitif di putaran keempat nanti. (udn)
Load more