Jakarta Electric PLN Dihujat Fans! Popsivo Polwan Rebut Perunggu Proliga 2026 dengan Skor Telak
- instagram Jakarta Electric PLN Mobile
tvOnenews.com - Atmosfer panas tak hanya terasa di lapangan, tetapi juga merembet ke media sosial. Kekalahan Jakarta Electric PLN dari Jakarta Popsivo Polwan dalam perebutan peringkat ketiga Proliga 2026 memicu gelombang reaksi keras dari para penggemar.
Banyak fans meluapkan kekecewaan, bahkan melontarkan kritik tajam terhadap performa tim dan strategi pelatih.
Di sisi lain, Popsivo Polwan tampil solid dan efisien sejak awal laga. Mereka sukses mengamankan kemenangan straight set dengan skor 3-0 (25-20, 25-22, 25-21) dalam pertandingan pertama format best of three.
Hasil ini menjadi langkah besar menuju medali perunggu, sekaligus mempertegas dominasi mereka atas Electric PLN dalam duel krusial tersebut.
Pertandingan yang berlangsung di GOR Among Rogo, Selasa (21/4), sejatinya berjalan sengit. Namun, Jakarta Popsivo Polwan mampu tampil lebih konsisten di momen-momen penting.
Set pertama langsung memperlihatkan agresivitas Popsivo. Mereka membuka keunggulan 3-0 dan terus menjauh hingga 10-5. Meski Jakarta Electric PLN sempat mencoba mengejar, Popsivo tetap menjaga ritme dan menutup set dengan skor 25-20.
Memasuki set kedua, Electric PLN sempat bangkit. Mereka unggul lebih dulu hingga 12-8, menunjukkan perlawanan serius.
Namun, mental Popsivo berbicara. Mereka berhasil menyamakan skor 12-12, lalu berbalik unggul dan menutup set dengan kemenangan 25-22.
- instagram Popsivo Polwan
Set ketiga menjadi penegas dominasi. Popsivo kembali memimpin sejak awal dan menjaga jarak hingga 19-14. Meski Electric PLN sempat memperkecil selisih, momentum tetap berada di tangan Popsivo.
Skor 25-21 memastikan kemenangan 3-0 sekaligus keunggulan agregat 1-0. Secara statistik, kemenangan straight set ini menunjukkan efisiensi serangan dan konsistensi pertahanan Popsivo yang lebih baik dibanding lawannya.
Fans Jakarta Electric PLN Mengamuk, Kritik Pedas Bermunculan
Kekalahan ini langsung memicu reaksi keras dari pendukung Jakarta Electric PLN. Kolom komentar media sosial dipenuhi kritik, mulai dari performa pemain hingga keputusan manajemen.
Sebagian fans mempertanyakan profesionalisme pemain, terutama terkait aktivitas di luar lapangan. Ada yang menilai fokus tim terganggu oleh hal-hal non-teknis, termasuk aktivitas media sosial yang dianggap tidak mencerminkan kesiapan bertanding.
Load more