News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cuma saat Melatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Berani Lakukan Hal yang Dia Tak Sadari Selama Hidupnya: Gara-gara...

Shin Tae-yong mengugkapkan satu fakta tentang dirinya selama menjadi pelatih Timnas Indonesia kurang lebih lima tahun, sebelum akhirnya dipecat pada awal 2025.
Senin, 18 Agustus 2025 - 21:26 WIB
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Dipecat pada awal 2025, Shin Tae-yong menceritakan soal hal yang terjadi kepadanya selama menjadi pelatih Timnas Indonesia, termasuk kekalahan menyakitkan skuad Garuda melawan Guinea.

Hasil akhir pertandingan adalah timnas Indonesia kalah 0-1 dari Guinea, sekaligus memupus harapan tim Garuda Muda untuk tampil di Olimpiade.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, timnas Indonesia U-23 gagal main di Olimpiade 2024 Paris setelah takluk 0-1 dari Guinea di babak playoff.

Pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre Pibarot, Kamis (9/5/2024) malam WIB, timnas Indonesia dikalahkan tipis oleh Guinea.

Gol semata wayang Guinea dicetak oleh Ilaix Moriba lewat titik putih penalti di menit ke-29'.

Atas hasil ini, tim Guinea yang dilatih oleh Kaba Diawara memastikan diri lolos ke Olimpiade 2024 Paris dan tergabung di Grup A bersama tuan rumah Prancis, Amerika Serikat, dan Selandia Baru.

Pasca kekalahan menyakitkan dari Guinea, tampak para pemain timnas Indonesia tampak berkumpul di ruang ganti pemain dan saling merangkul.

Timnas Indonesia U-23 Vs Guinea
Timnas Indonesia U-23 Vs Guinea
Sumber :
  • PSSI

 

Suasana ruang ganti pun berubah menjadi haru, karena beberapa pemain Garuda Muda tak kuasa menahan tangis karena belum bisa membawa Indonesia pentas di Olimpiade Paris.

Kemudian, Shin Tae-yong memeluk dan menyalami satu persatu pemainnya dan memberinya kekuatan.

Raut muka kecewa dari para pemain tak bisa terhindarkan, berusaha sekuat tenaga untuk menundukkan Guinea.

Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-On, Ernando Ari dan Ramadhan Sananta tampak duduk termenung di ruang ganti.

Kekalahan ini seperti menjadi pukulan telak bagi tim, Shin Tae-yong pun tampak ikut juga menangis lantaran meratapi kekalahan anak-anak asuhnya.

Tangis Shin Tae-yong pecah di ruang ganti, ia menceritakan blak-blakan peristiwa tersebut,

"Sebenarnya perasaan saya campur aduk, jujur, waktu itu kita capek capek banget, kan?" ungkap STY kepada Jeje

Cerita Shin Tae-yong, sebelum bertanding di Paris, skuad Garuda baru saja training camp di Dubai sekitar satu bulan.

"Sekitar sepuluh hari, terus ke Doha, Qatar, dan tanding sekitar 20 hari lebih. Habis itu, kami langsung ke Prancis," terang STY dilansir dari kanal Youtube JekPot.

"Cuaca Dubai dan Doha bagus banget, dan seingat saya, kami sampai di Prancis sekitar awal atau pertengahan Mei," tuturnya.

Shin Tae-yong menyatakan bahwa sekitar tanggal 4 atau 5 mereka tiba di Prancis, disambut cuaca sangat dingin.

"Kami gak punya jaket parka, karena berangkat dari negara panas, tapi tiba-tiba Prancis yang dingin. Itu nyiksa banget," ungkap STY.

"Selain itu, kami pilih penginapan di pinggiran kota Paris, karena dikira penginapannya bagus, tapi ternyata nggak. Dingin banget waktu, kamarnya juga dingin, dan sedang direnovasi," sambungnya.

Lebih lanjut, STY juga mengaku kecewa atas keputusan wasit dalam pertandingan tersebut.

"Saya yakin bisa menang kalau para wasit mengambil keputusan adil, pemain-pemain udah main gigih, dan berusaha keras, meski saya diusir karena protes," ujarnya.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengaku bahwa pasca kekalahan menyakitkan dari Guinea, merupakan fase paling berat hingga membuatnya sampai menangis.

"Terus, waktu bilang terima kasih ke pemain, beres pertandingan. Saya langsung nangis sesenggukan," cerita Shin Tae-yong.

"Berat banget waktu itu, saya juga nangis gitu aja. Saya bilang terima kasih banyak ke para pemain, udah berjuang sampai sini, dan atas usaha mereka yang maksimal," tuturnya.

Shin Tae-yong saat memimpin latihan timnas Indonesia.
Shin Tae-yong saat memimpin latihan timnas Indonesia.
Sumber :
  • PSSI

 

Harus terpaksa terhenti perjalanannya, dan gagal tampil di Olimpiade.

"Saya bilang,'walau berat, kalian sudah main bagus dan saya bangga,'" tuturnya.

"Tapi tanpa sadar, malah saya yang nangis sesenggukan, gara-gara itu semua pemain juga jadi ikut nangis sesenggukan," pungkasnya.

"Tanpa sadar, itu jadi pengalaman saya nangis sesenggukan, bahkan, saya gak nangis waktu menang," sambungnya.

Hal mengejutkan lagi, Shin Tae-yong mengaku bahwa itu merupakan pertama kali dirinya menangis selama menjadi pelatih.

Bahkan, ketika memimpin Timnas Korea Selatan mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018, ia tidak menangis.

"Kayaknya saya gak nangis, waktu Korea menang lawan Jerman," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Menang AFC, mata saya berkaca-kaca," sambungnya.

Shin Tae-yong diketahui menjadi orang pertama memenangkan Liga Champions AFC pada 2010 dengan klub yang diasuhnya, Seongnam Ilhwa Chunma, kini sekarang Seongnam FC. (ind)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta Gelar Halalbihalal, Perkuat Kolaborasi Dukung Jakarta Kota Global

Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta Gelar Halalbihalal, Perkuat Kolaborasi Dukung Jakarta Kota Global

Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta kembali menggelar acara silaturahmi dan halalbihalal bertajuk Merajut Silaturahmi, Memperkuat Persaudaraan' di Teras Lenteng
Bejat, Dua Kasus Kekerasan Seksual Terjadi pada Anak 9 dan 17 Tahun di OKU Selatan

Bejat, Dua Kasus Kekerasan Seksual Terjadi pada Anak 9 dan 17 Tahun di OKU Selatan

Satreskrim Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan membongkar dua kasus kekerasan seksual yang terjadi kepada anak di bawah umur.
Bukit Dami Leces, Wisata Favorit Baru untuk Menikmati Sunset

Bukit Dami Leces, Wisata Favorit Baru untuk Menikmati Sunset

Menariknya, untuk menikmati keindahan Bukit Dami wisatawan tidak dikenakan tiket masuk cukup membayar biaya parkir.
Pandangan Berkelas Dedi Mulyadi soal Karakter Pengusaha, Sebut Lebih Suka Sederhana: Tidak kayak di Sinetron

Pandangan Berkelas Dedi Mulyadi soal Karakter Pengusaha, Sebut Lebih Suka Sederhana: Tidak kayak di Sinetron

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menyebut karakter pengusaha yang sukses tidak mengutamakan penampilan dan lebih cenderung selalu sederhana.
Polsek Sungai Sembilan Kota Dumai Ungkap Kasus TPPO, 29 Calon PMI Ilegal Berhasil Diamankan

Polsek Sungai Sembilan Kota Dumai Ungkap Kasus TPPO, 29 Calon PMI Ilegal Berhasil Diamankan

Polsek Sungai Sembilan Kota Dumai Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak kejahatan, khususnya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pada
Kuasa Hukum Joko Widodo: Pak Jokowi akan Hadir di Persidangan dan Menunjukkan Ijazah

Kuasa Hukum Joko Widodo: Pak Jokowi akan Hadir di Persidangan dan Menunjukkan Ijazah

Mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), bertemu dengan tim kuasa hukumnya di kediaman Jokowi, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Dalam

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT