Alasan Timnas Indonesia Pilih Hotel yang Jauh dari Stadion hingga Tolak Rekomendasi dari Panitia Arab Saudi
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com - Penginapan atau hotel Timnas Indonesia di Arab Saudi untuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 ternyata paling jauh dari stadion pertandingan. Ternyata ada alasan khusus di balik penolakan rekomendasi dari panitia pelaksana.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan tampil dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Tergabung dalam grup B, skuad Garuda bakal menghadapi tuan rumah Arab Saudi dan Irak.
Pasukan asuhan Patrick Kluivert terlebih dahulu akan menghadapi Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025) dini hari WIB, kemudian laga kontra Irak akan berlangsung pada Minggu (12/10/2025). Semua pertandingan tersebut berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
- X @timnasindonesia
Jelang dua partai krusial itu, Timnas Indonesia pun telah diterbangkan ke Jeddah sejak 2 Oktober lalu. Menariknya, setibanya di Arab Saudi, Jay Idzes cs justru memilih menginap di hotel yang paling jauh dari stadion pertandingan.
Dikutip dari Arriyadiyah, Timnas Indonesia menginap di Hotel Park Hyatt yang memiliki jarak 40 kilometer dari Stadion Raja Abdullah. Jarak itu lebih jauh bila dibandingkan lokasi hotel Irak dan Arab Saudi.
Diketahui jika Irak menginap di Hotel Marriott dengan jarak 21 kilometer. Sedangkan sang tuan rumah berada di Hotel Shangri-La, Distrik Al Shati yang berjarak 20 kilometer.
Usut punya usut, ternyata ada alasan khusus Timnas Indonesia memilih hotel yang paling jauh dari venue pertandingan. Hal itu didapatkan skuad Garuda usai menolak hotel pilihan dari panitia.
- tvonenews.com - Maulana Yusuf
Penolakan hotel pilihan panitia pelaksana itu pernah disinggung Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. Ia menyebut jika pihaknya sangat mewaspadai adanya beberapa faktor yang bisa merugikan skuad Garuda, salah satunya pilihan tempat menginap.
Erick Thohir berkaca dari beberapa kejadian yang dialami Timnas Indonesia dan U-23 ketika bertandang ke negara Arab dan Timur Tengah. Hal itu dikarenakan skuad Garuda pernah mengalami kecurangan, tepatnya saat Piala Asia U-23 2024 di Qatar.
"Ketika kita di sana pengawalannya tidak ada bahkan telat ke lapangan untuk waktu berlebihan," ujar Erick Thohir dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
"Jadi kami coba bentuk tim advance, sudah dikirim. Hotelnya pun kami pilih yang bukan dari panitia. Ini bagian kita menjaga faktor X supaya lebih fokus," sambungnya.
Selain menolak hotel pilihan panitia pelaksana, PSSI juga memberikan permintaan untuk menggeser waktu pertandingan.
- AFC
Hasilnya, permintaan tersebut disetujui pihak panitia Arab Saudi. Pada awalnya laga Timnas Indonesia bergulir pada pukul 18.00 waktu setempat, namun kini pertandingan itu akan berlangsung pada 20.15 waktu setempat.
"Untuk persiapan Oktober 2025 memang tekanan terus tinggi. Satu tadinya tuan rumah netral, sekarang tentu sudah ada host-nya. Kedua, kemarin jadwal pertandingan kami ditaruh pukul 18.00 waktu setempat," jelas Erick Thohir.
"Lalu kita mengirimkan surat, intinya protes. Alhamdulillah disetujui, di mana sekarang jadwalnya digeser menjadi 20.15 waktu setempat. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, sudah mengirimkan surat resmi juga ke FIFA," lanjutnya.
Dua laga kontra Arab Saudi dan Irak di putaran keempat menjadi sangat krusial. Pasalnya, tim yang berhasil meraih juara grup berhak lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Kemudian, untuk tim peraih posisi runner-up harus melanjutkan ke putaran kelima untuk babak play-off. Sedangkan peringkat juru kunci dipastikan lolos ke partai final.
(igp/rda)
Load more