GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Thailand Baru Sadar, Usai Timnas Indonesia Gagal Tembus Piala Dunia 2026, Masalah Utamanya Ternyata Bukan di Pemain, tapi...

Kekalahan 0-1 dari Irak di laga pamungkas Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi akhir pahit bagi perjalanan Timnas Indonesia. Media Thailand sebut...
Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:10 WIB
Skuad Timnas Indonesia
Sumber :
  • X @timnasindonesia

tvOnenews.com - Kekalahan 0-1 dari Irak di laga pamungkas Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menjadi akhir pahit bagi perjalanan Timnas Indonesia.

Harapan besar untuk melihat Garuda terbang ke panggung dunia harus kandas, dan yang mengejutkan, media Thailand kini mulai “sadar diri” akan kenyataan pahit yang mereka abaikan selama ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporan terbaru berjudul “Akhir ASEAN! Menambah tim tidak akan membantu, Piala Dunia 2026 tetap tanpa wakil ASEAN,” media Ball Thai menulis panjang lebar soal kekalahan Indonesia dan realitas getir sepak bola Asia Tenggara secara keseluruhan.

Timnas Indonesia Vs Irak
Timnas Indonesia Vs Irak
Sumber :
  • Kitagaruda.id

 

“Kekalahan ini bukan sekadar "eliminasi"; tetapi juga mencerminkan bahwa sistem sepak bola nasional secara keseluruhan belum cukup kuat untuk berdiri di panggung dunia,” tulis Ball Thai dalam laporannya.

Ball Thai menilai bahwa gagalnya Indonesia lolos ke Piala Dunia bukan karena kualitas pemain yang buruk, melainkan karena fondasi sepak bola nasional yang belum kokoh.

Mereka menyebut, mengandalkan pemain blasteran hanyalah solusi sementara, bukan strategi jangka panjang yang akan mengubah wajah sepak bola Indonesia.

“Mengandalkan pemain blasteran hampir sepenuhnya hanyalah jalan pintas sementara, bukan fondasi yang berkelanjutan. Dalam dua pertandingan krusial di babak ini, Indonesia hanya menggunakan enam pemain pribumi berdarah murni, sementara sisanya adalah pemain yang tumbuh besar di luar negeri," kata media Thailand itu.

Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sumber :
  • X @timnasindonesia

 

Media itu bahkan menegaskan, tanpa pembinaan usia muda yang kuat, Indonesia akan terus berputar di lingkaran yang sama: bersinar sebentar, lalu padam lagi.

"Hal ini mencerminkan permasalahan nyata sepak bola Indonesia: mereka masih belum mampu menghasilkan cukup banyak pemain berkualitas tinggi dari sistem pembinaan usia muda negeri ini," kata mereka.

Ball Thai awalnya menjadikan Indonesia sebagai “wakil terakhir ASEAN” di Piala Dunia 2026.

Mereka menaruh harapan besar pada pasukan Patrick Kluivert setelah Thailand dan Vietnam tersingkir lebih awal.

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
Sumber :
  • Kitagaruda.id

 

Namun, setelah kekalahan dari Irak, media tersebut justru berbalik arah dan menganggap kegagalan Indonesia sebagai cermin nyata betapa jauhnya level ASEAN dari elite Asia.

Kegagalan Garuda tak hanya memunculkan rasa kecewa, tapi juga kemarahan besar dari suporter Indonesia.

Tagar #KluivertOut langsung menggema di media sosial, menandakan kekecewaan atas strategi dan hasil yang dianggap tak sesuai ekspektasi.

Namun, bagi Ball Thai, amarah suporter ini justru menjadi pengingat keras bagi seluruh ASEAN.

Patrick Kluivert & Skuad Timnas Indonesia
Patrick Kluivert & Skuad Timnas Indonesia
Sumber :
  • Instagram/@patrickkluivert9

 

"Tidak ada jalan pintas untuk lolos ke Piala Dunia, kecuali perbaikan struktural yang serius. Mengandalkan pemain ras campuran mungkin dapat meningkatkan citra tim dalam jangka pendek, tetapi tidak dapat menggantikan sistem pemain muda yang kuat," jelas Ball Thai.

Meski bernada kritik, Ball Thai menutup laporannya dengan pesan optimistis.

"Meraih impian Piala Dunia bukanlah hal yang mustahil, tetapi membutuhkan tekad dan kegigihan. Indonesia mungkin gagal hari ini, tetapi jika mereka belajar dari kesalahan dan membangun kembali fondasi mereka esok hari, panggung dunia suatu hari nanti mungkin siap menyambut mereka kembali," tutup Ball Thai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Media Thailand itu menekankan bahwa revolusi sepak bola Indonesia harus dimulai dari bawah yaitu pembinaan usia muda, infrastruktur, dan sistem kompetisi yang sehat.

Kekalahan Indonesia di kualifikasi kali ini bukan akhir, tapi peringatan bagi seluruh kawasan: tanpa perubahan mendasar, mimpi tampil di Piala Dunia hanya akan terus jadi dongeng. (asl)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Geledah Rumah Pengusaha Terkait Kasus Bupati Ponorogo, KPK Dapati Barang Bukti Ini

Geledah Rumah Pengusaha Terkait Kasus Bupati Ponorogo, KPK Dapati Barang Bukti Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah seorang pengusaha di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Senin (18/5/2026).
Duduk Perkara Perseteruan Antara Ahmad Bahar dan Hercules Hingga Anaknya Dibawa ke Markas Grib Jaya

Duduk Perkara Perseteruan Antara Ahmad Bahar dan Hercules Hingga Anaknya Dibawa ke Markas Grib Jaya

Perseteruan Ahmad Bahar dan Hercules bermula dari video AI yang terkirim ke WhatsApp pribadi hingga anak Ahmad Bahar dibawa ke markas GRIB Jaya.
Format Baru Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 Bikin Timnas Indonesia Wajib Waspada, Nova Arianto Beri Pesan Tegas

Format Baru Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 Bikin Timnas Indonesia Wajib Waspada, Nova Arianto Beri Pesan Tegas

Nova Arianto meminta para pemain Timnas Indonesia U-20 untuk siap menghadapi format baru Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 yang memakai sistem promosi-degradasi.
Daftar Sementara Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman untuk FIFA Matchday Juni 2026, Siapa Saja?

Daftar Sementara Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman untuk FIFA Matchday Juni 2026, Siapa Saja?

Timnas Indonesia mendapat kabar buruk jelang FIFA Matchday Juni 2026. Tiga pemain dipastikan absen karena sanksi dan cedera, Herdman harus putar otak lagi.
AFC Resmi Terapkan Sistem Promosi-Degradasi di Kualifikasi Piala Asia, Timnas Indonesia U-20 Diuntungkan

AFC Resmi Terapkan Sistem Promosi-Degradasi di Kualifikasi Piala Asia, Timnas Indonesia U-20 Diuntungkan

AFC kini menerapkan format dua fase dengan mekanisme promosi dan degradasi untuk pertama kalinya dalam Piala Asia U-20.
Hindari Jalan Ini Jika Tak Mau Terjebak Konvoi Juara Persib, Bobotoh Wajib Catat Rute Agar Tak Nyasar

Hindari Jalan Ini Jika Tak Mau Terjebak Konvoi Juara Persib, Bobotoh Wajib Catat Rute Agar Tak Nyasar

Konvoi ini akan berlangsung satu hari setelah Persib menyelesaikan laga terakhir melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Sabtu (23/5/2026). 

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung penataan kawasan eks Hibisc Fantasy dan meminta penambahan personel guna mempercepat proses reboisasi.
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Pink Spiders semakin menunjukkan ambisinya jelang musim baru setelah merekrut Yensy Kindelán, usai sebelumnya juga mendatangkan sahabat Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT