Shin Tae-yong Siap Comeback? 3 Alasan PSSI Bisa Untung Besar Jika Kembalikan STY ke Timnas Indonesia
- Instagram/shintaeyong7777
tvOnenews.com - Kabar panas kembali mengguncang jagat sepak bola Indonesia. Setelah PSSI resmi memecat Patrick Kluivert pada Kamis (16/10/2025), nama Shin Tae-yong langsung mencuat lagi di tengah perbincangan publik.
Pelatih asal Korea Selatan yang sempat membawa Timnas Indonesia ke masa kejayaan kini disebut-sebut berpeluang besar untuk comeback ke kursi pelatih Garuda.
Pengamat sepak bola nasional Haris Pardede atau yang akrab disapa Bung Harpa menilai bahwa peluang Shin untuk kembali bukan sekadar wacana emosional.
Ada tiga alasan kuat dan logis yang membuat kembalinya STY ke Timnas Indonesia justru bisa menjadi langkah paling efisien dan realistis bagi PSSI saat ini.
1. Hemat Anggaran
Secara finansial, memanggil kembali Shin Tae-yong bisa menjadi langkah paling cerdas yang dilakukan PSSI.
Pasalnya, meski sudah dipecat, STY masih menerima cicilan gaji dari kontrak lamanya hingga 2027.
Artinya, federasi masih memiliki kewajiban membayar pelatih berusia 55 tahun itu—entah ia melatih atau tidak.
“Kalau STY kembali, PSSI tak perlu keluar biaya tambahan untuk pelatih baru. Gaji dia sudah dianggarkan,” ujar Haris Pardede, dilansir dari kanal YouTube.
Sebaliknya, merekrut pelatih anyar akan menelan biaya besar, mulai dari signing fee ratusan juta rupiah, hingga tunjangan tambahan yang bisa membebani kas federasi.
Di tengah kondisi keuangan yang harus dikelola dengan efisien, memanggil kembali STY adalah langkah hemat tapi strategis.
2. Sedang Bebas Kontrak, Bisa Didatangkan Tanpa Drama
Peluang kedua muncul karena status Shin Tae-yong kini bebas dari kontrak mana pun.
Setelah dipecat oleh klub Korea Selatan, Ulsan HD, ia kini berstatus free agent dan bisa direkrut kapan saja tanpa biaya transfer.
Momentum ini dinilai sangat tepat untuk PSSI melakukan pendekatan. Shin juga masih memegang lisensi Pro AFC, yang menjadi syarat wajib bagi pelatih tim nasional.
“Dia sedang available. Tak perlu negosiasi rumit atau rebutan dengan klub lain,” kata Bung Harpa.
Selain itu, pengalaman Shin di level Asia dan pemahamannya terhadap karakter pemain Indonesia menjadikannya sosok yang siap pakai.
Load more