Walau Menang Atas Brasil, Timnas Indonesia U-17 Dipastikan Gagal Lolos ke 32 Besar Piala Dunia U-17 2025 Jika...
- PSSI
Jika banyak tim peringkat ketiga dari grup lain yang memiliki tiga poin dengan selisih gol lebih baik, misalnya -1 atau bahkan 0, maka Indonesia otomatis tersingkir. Bahkan jika poin sama, selisih gol yang buruk akan menjadi pembeda utama.
Artinya, kemenangan atas Brasil bisa terasa sia-sia jika tidak diikuti hasil positif di laga terakhir melawan Honduras. Indonesia harus menang besar atau setidaknya menambah selisih gol positif agar tetap bisa bersaing di klasemen peringkat ketiga terbaik.
FIFA juga menetapkan aturan tambahan jika dua tim atau lebih memiliki catatan identik. Setelah poin dan selisih gol, jumlah gol yang dicetak akan menjadi penentu, disusul poin fair play seperti kartu kuning dan merah, hingga undian resmi jika tetap imbang.
- Kolase tvOnenews.com | Kitagaruda.id - Instagram - Erick Thohir
Dalam konteks ini, anak asuh Nova Arianto tidak hanya harus fokus pada kemenangan, tetapi juga menjaga margin skor dan jumlah gol yang dicetak. Mengalahkan Brasil saja tidak cukup, sebab selisih gol yang buruk dapat menjadi bumerang di akhir fase grup.
Brasil sendiri sudah mengantongi tujuh gol dari laga perdana melawan Honduras. Tim muda Negeri Samba dikenal produktif dan memiliki serangan cepat yang sulit dibendung, sehingga Indonesia wajib tampil disiplin jika ingin meraih kemenangan bersejarah.
Di sisi lain, Zambia menjadi ancaman nyata setelah menundukkan Indonesia 3-1 di laga pertama. Jika Zambia bisa kembali mencuri poin dari Brasil atau Honduras, mereka hampir pasti lolos sebagai dua besar grup.
Sementara Honduras, meski kalah telak dari Brasil, bisa menjadi penentu nasib Indonesia di laga pamungkas. Jika mereka tampil lepas dan kembali mengalahkan Indonesia, semua perjuangan melawan Brasil akan menjadi percuma. (fan)
Load more