Timur Kapadze akan Diperkenalkan sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia dalam Beberapa Hari ke Depan, Kata Media Uzbekistan
- Facebook - Federasi Sepak Bola Uzbekistan
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih Uzbekistan, Timur Kapadze disebut akan diumumkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Hal ini diungkapkan media asal Uzbekistan, Zamin.
Kabar mengejutkan ini pertama kali diungkap oleh media olahraga terkemuka Uzbekistan, Championat.asia. Mereka melaporkan bahwa pelatih berusia 44 tahun tersebut kini menjadi kandidat utama pengganti Patrick Kluivert.
Menurut laporan tersebut, nama Kapadze sudah masuk dalam daftar pendek yang disusun PSSI. Proses negosiasi antara kedua pihak dikabarkan telah mencapai tahap akhir.
"Keputusan resmi kemungkinan akan diambil dalam beberapa hari mendatang," tulis Zamin dikutip pada Selasa (11/11/2025).
- Facebook - Federasi Sepak Bola Uzbekistan
Jika kesepakatan ini terwujud, maka ini akan menjadi pengalaman pertamanya memimpin tim nasional di luar negeri. Sejak 2021, Timur Kapadze dikenal sebagai sosok penting di sepak bola Uzbekistan.
Ia telah membina tim muda dan menjadi bagian dari staf pelatih tim nasional senior. Namun, belum lama ini Kapadze resmi mengundurkan diri dari jabatan asisten pelatih Uzbekistan.
Dalam pernyataan resminya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada federasi dan seluruh pendukung yang telah memberikan kepercayaan kepadanya selama bertahun-tahun.
“Terima kasih kepada semua orang yang telah percaya dan mendukung saya. Tahun-tahun ini merupakan pengalaman yang sangat penting bagi saya. Sekaranglah saatnya untuk memulai babak baru,” ujar Kapadze dalam pernyataannya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir beberapa waktu lalu mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi lima nama calon pelatih baru untuk menggantikan Patrick Kluivert. Meski belum mau membeberkan siapa saja kandidat tersebut, publik menduga kuat bahwa Timur Kapadze termasuk di dalamnya.
“Kita itu ada FIFA Matchday pada November 2025, tapi yang besar itu nanti tahun depan, Maret, lalu ada Juni, September, Oktober, dan November. Nah, kembali belajar ya. Kita kembali coba menjaring nama lebih banyak. Sudah ada lima nama, tapi kami harus godok lagi,” ujar Erick Thohir dikutip dari kanal YouTube Bukan Kaleng Kaleng.
“Kalau saya sebut negara dan nama, tiba-tiba dia tidak mau, ya malu lah ya. Tapi pasti ada dari tiga sampai empat negara,” jelasnya. (fan)
Load more