3 Alasan Heimir Hallgrimsson Layak Tangani Timnas Indonesia: Punya Kemiripan dengan Shin Tae-yong
- KSI
Jakarta, tvOnenews.com -Â Heimir Hallgrimsson belakangan ramai dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Setidaknya, ada tiga alasan mengapa sang pelatih asal Islandia patut menjadi pertimbangan.
PSSI masih mencari sosok baru yang bisa melatih skuad Garuda. Posisi pelatih kepala sudah kosong sejak pemecatan Patrick Kluivert.
Keputusan itu diambil seiring dengan kegagalan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Sejak Oktober lalu, PSSI pun sudah dikaitkan dengan banyak pelatih ternama.
Salah satunya adalah Timur Kapadze, yang rumornya semakin deras belakangan. Kapadze telah mengundurkan diri dari Federasi Sepak Bola Uzbekistan (UFA) dan mengaku siap menukangi Timnas Indonesia.
Dia hanya menantikan penawaran dari PSSI. Namun, untuk saat ini, pelatih berusia 44 tahun itu belum mengambil keputusan.
Kemudian, pada Rabu (12/11/2025) kemarin, muncul nama baru dalam radar. Dialah Heimir Hallgrimssson.
Berbeda dengan Kapadze, Hallgrimsson merupakan sosok yang tidak cukup dikenal di kalangan suporter Timnas Indonesia. Namun punya rekam jejak internasional yang menjanjikan.
Dia merupakan pelatih Islandia yang menciptakan sejarah pada masa kejayaan di Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018 lalu. Hallgrimsson bertandem dengan Lars Lagerback untuk Piala Eropa 2016.
Pada turnamen itu, Islandia menyingkirkan Inggris di babak 16 besar lewat kemenangan 2-1. Mereka juga menahan Portugal 1-1 dan hanya tersingkir karena kalah 2-5 dari Prancis, yang notabenenya adalah tuan rumah.
Hallgrimsson baru menjadi pelatih kepala tunggal setelah Piala Eropa 2016. Namun, tetap berhasil mencapai Piala Dunia 2018 yang menjadi sejarah untuk sepak bola Islandia.
3 Alasan Heimir Hallgrimsson Pantas Latih Timnas Indonesia
1. Rekam Jejak Lolos ke Piala Dunia 2018
Islandia menciptakan sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 2018. Pada saat itu, mereka telah menjadi tim sepak bola yang mengejutkan dunia.
Tim berjuluk Strakarnir Okkar tersebut lolos secara langsung ke putaran final. Pada babak kualifikasi, mereka menjadi pemuncak klasemen Grup I dengan raihan 22 poin dari 10 laga.
Islandia memaksa Kroasia melalui babak playoff untuk lolos ke putaran final. Mereka juga menyingkirkan Ukraina, Turki, Finlandia, dan juga Kosovo di babak kualifikasi.
Timnas Islandia mencapai ranking FIFA tertinggi dalam sejarah sepak bola mereka di bawah asuhan Hallgrimsson. Itu terjadi pada Maret 2018 ketika mereka menempati peringkat ke-18 dunia.
2. Andalkan Skema Tiga Bek Tengah
Hallgrimsson adalah pengguna tiga bek tengah. Dia mengandalkan skema 3-4-2-1 di timnas Irlandia pada saat ini.
Namun, pelatih berusia 58 tahun itu juga bisa menggunakan skema empat bek. Bergantung kepada kebutuhan, hal ini bisa menguntungkan untuk Timnas Indonesia.
Skuad Garuda menggunakan tiga bek tengah selama masa Shin Tae-yong. Patrick Kluivert sempat melanjutkannya, namun bersikeras kepada skema empat bek yang menjadi andalannya.
Hasilnya kurang memuaskan, selagi skema tiga bek tengah masih tetap dinilai sebagai formasi sempurna untuk Timnas Indonesia pada saat ini. Dengan preferensi formasinya, Hallgrimsson bisa melanjutkan ciri khas permainan Shin Tae-yong.
3. Punya Pengalaman Berkarier di Asia
Heimir Hallgrimsson pernah berkarier di sepak bola Asia meski hanya di level klub. Dia menangani tim asal Qatar, Al-Arabi, pada 2018 hingga 2021.
Dia memimpin Al-Qatari melalui total 68 laga pada saat itu. Mereka memenangkan 24 laga di antaranya, namun kalah 25 kali.
Meskipun gagal meraih trofi selama masanya di Qatar, Hallgrimsson setidaknya sudah punya gambaran soal sepak bola Asia. Hal ini bisa menjadi modal penting untuk menangani Timnas Indonesia.
Load more