GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Jujur Pelatih Timnas Indonesia usai Garuda INAF Gagal ke Piala Dunia 2026: Pemain Kita Terlalu Muda

Pelatih Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia, Syahrul Ase, buka suara setelah timnya gagal ke Piala Dunia 2026. Dia menyinggung kurangnya pengalaman para pemain Garuda INAF -julukan Timnas Amputasi Indonesia- karena masih muda.
Kamis, 13 November 2025 - 18:04 WIB
Timnas Indonesia saat melawan Irak di Piala Asia Amputasi 2025
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fauzan/nz.

"Kami minta maaf karena hasil yang seharusnya bisa kami dapat poin dan bisa jadi pintu kami untuk lolos ke Piala Dunia, akhirnya tidak bisa kami berikan ke seluruh rakyat Indonesia," kata Syahrul kepada awak media setelah pertandingan, dikutip dari ANTARA.

"Ya itu tadi, mungkin belum ada rezeki di kami, tapi yang jelas memang tim Iran adalah tim nomor dua terbaik di Asia, jadi kami juga salut dan kami banyak ambil pelajaran dan ilmu yang berharga dari tim Iran," lanjut dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan bahwa salah satu penyebab anak asuhnya tumbang dari Iran karena pengaruh mental. Selain itu, pengalaman bermain di ajang internasional yang kurang karena skuad Garuda INAF mayoritas diperkuat oleh banyak pemain muda.

"Sebenarnya kalau untuk evaluasi, kami sudah berikan yang terbaik di latihan untuk cara kami menyerang, cara kami bertahan, transisi itu sudah, mungkin hanya pengaruh mental karena tadi dari staf dan kepelatihan tim Iran juga sampaikan seperti itu," jelas Syahrul.

"Mungkin karena pemain kita terlalu muda, akhirnya kita punya pengalaman bertanding yang kurang dan pengalaman bermain di level internasional yang masih minim. Akhirnya mungkin itu saja kekurangannya," tambah dia.

Kendati gagal lolos ke semifinal Piala Asia Amputasi dan gagal ke Piala Dunia Amputasi, Indonesia masih akan berlaga di turnamen ini untuk memperebutkan peringkat kelima turnamen. Garuda INAF bakal bertemu Yaman pada Jumat (14/11/2025) sebelum perebutan tempat kelima.

"Habis ini besok kita rencana ada dengan Yaman karena perebutan peringkat lima. Kalau kita besok menang lawan Yaman kita main lagi di hari Sabtu ketemu antara pemenang dari Malaysia lawan Suriah dan itu jadi peringkat lima," jelas Syahrul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, setelah berlaga di Piala Asia Amputasi, Timnas Indonesia akan mengikuti mini turnamen yang diikuti oleh empat negara, namun belum diketahui kapan waktu pelaksanaannya. Keempat negara itu yakni Kosta Rica, Jepang, Indonesia dan Turki.

"Ya targetnya dari federasi kami akan ikut (turnamen mini) ada empat negara di Jepang, ada Kosta Rika, rencana itu Kosta Rica, Jepang, Indonesia dan satu Turki atau apa. Ya ada turnamen, ada turnamen empat negara di Jepang," tutup Syahrul.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abang Bidong menangis histeris dapat bantuan Rp30 juta dari Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk biaya tahlilan dan bekal istri almarhum.
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Tragedi di Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan

Tragedi di Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan

Operasi pencarian terhadap pendaki yang hilang di Gunung Dukono, Maluku Utara, berakhir dengan penemuan yang memilukan. 
Menteri HAM: Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Bersama Libatkan Eksekutif-Tokoh Nasional

Menteri HAM: Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Bersama Libatkan Eksekutif-Tokoh Nasional

Eskalasi kekerasan di tanah Papua yang terus meningkat kini menjadi alarm bagi pemerintah pusat. 

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abang Bidong menangis histeris dapat bantuan Rp30 juta dari Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk biaya tahlilan dan bekal istri almarhum.
Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal filosofi ekologi Padjadjaran di sela-sela aktivitasnya menyusuri hutan lindung seluas 2,5 hektare di sekitar Istana Cipanas. 
Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Ayah korban berinisial M mengatakan langkah hukum yang diambil keluarganya bukan hanya untuk kepentingan anaknya, tetapi juga karena kekhawatiran masih banyak santriwati lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.
Kang Sung-hyung Resmi Konfirmasi Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027

Kang Sung-hyung Resmi Konfirmasi Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung resmi mengonfrimasi secara langsung bahwa Megawati Hangestri bermain untuk timnya di Liga Voli Korea 2026-2027.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT