GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

4 Faktor Ini Bikin Para Pemain Timnas Indonesia Sudah Kelihatan Kalah dengan Tim Lain di Piala Dunia U-17 2025

Nova Arianto berbicara soal kegagalan Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2025
Jumat, 14 November 2025 - 14:07 WIB
Timnas Indonesia U-17 Vs Honduras
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/YU

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, menyoroti empat faktor penting usai tim asuhannya tersingkir dari gelaran Piala Dunia U-17 2025. Menurutnya, faktor-faktor tadi yang membuat Garuda Asia masih kesulitan untuk bersaing di panggung dunia.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-17 tak mampu lolos dari fase grup di Piala Dunia U-17 2025 kemarin. Garuda Asia finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup D dengan raihan 3 poin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Indonesia U-17 tersingkir dari Piala Dunia U-17
Timnas Indonesia U-17 tersingkir dari Piala Dunia U-17
Sumber :
  • kitagaruda.id

 

Pasukan Nova Arianto langsung menderita kekalahan di laga pembuka saat menghadapi Zambia. Pertandingan perdana berakhir untuk kemenangan lawan 3-1.

Kemudian di laga kedua, Timnas Indonesia U-17 kembali mendapat hasil buruk. Menghadapi Brasil, Zahaby Gholy dan rekan-rekan dibantai empat gol tanpa balas.

Satu-satunya hasil positif didapat Garuda Asia saat menghadapi Honduras di laga pamungkas grup. Timnas Indonesia U-17 berhasil menang tipis dengan skor akhir 2-1.

Peluang untuk lolos ke fase gugur sebenarnya sempat terbuka via jalur peringkat tiga terbaik. Sayang, Timnas Indonesia U-17 terlempar dari posisi delapan besar yang mendapat jatah tiket lolos.

Kelar turnamen, Nova Arianto menyoroti beberapa hal yang menuruntya Timnas Indonesia U-17 memang masih ketinggalan dari tim lain.

Nova Arianto mengatakan pemain dari negara lain punya fisik lebih bagus. Selain masa otot yang lebih baik, secara mental dan psikis juga para pemain dari tim lain seperti sudah terbiasa untuk menghadapi turnamen besar.

"Pasti masih perlu ditingkatkan lagi (faktor fisik). Karena kita bisa melihat selama di Piala Dunia masalah massa otot, fisik, mental dan psikis sangat-sangat terpengaruh ya di level sepak bola yang secara levelnya cukup tinggi," kata Nova Arianto.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto.
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto.
Sumber :
  • Antara

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya bilang para pemain harus belajar banyak di Piala Dunia dan itu yang akan mereka bawa nanti sampai ke senior," lanjutnya.

"Saya lihat anak-anak dibilang lega juga enggak tapi cukup puas dengan apa yang sudah kita lakukan selama di Piala Dunia dan pemain cukup senang dan semoga mereka terus bisa bermain," tukas Nova.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan program preventif untuk mengatasi banjir di wilayah dataran tinggi Cianjur. 
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abang Bidong menangis histeris dapat bantuan Rp30 juta dari Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk biaya tahlilan dan bekal istri almarhum.
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abang Bidong menangis histeris dapat bantuan Rp30 juta dari Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk biaya tahlilan dan bekal istri almarhum.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan program preventif untuk mengatasi banjir di wilayah dataran tinggi Cianjur. 
Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal filosofi ekologi Padjadjaran di sela-sela aktivitasnya menyusuri hutan lindung seluas 2,5 hektare di sekitar Istana Cipanas. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT