Dipermalukan Mali 3-0, Ivar Jenner Tetap Senyum Bongkar Alasan Optimistis di SEA Games 2025
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Pemain Timnas Indonesia U-22, Ivar Jenner, mengaku sangat gembira bisa kembali mengenakan seragam Merah Putih sekaligus dipercaya menjadi kapten untuk pertama kalinya saat menghadapi Mali U-22 di Stadion Pakansari, Bogor.
Laga uji coba tersebut menjadi penampilan perdana Ivar bersama tim nasional setelah sekitar lima bulan absen, terutama dari skuad tim senior.
Meski comeback kali ini bukan bersama timnas utama, gelandang FC Utrecht itu menyebut pertandingan kontra Mali tetap terasa istimewa karena ia tampil sebagai pemimpin di lapangan.
“Ya, itu sangat bagus. Rasanya sangat baik bagi saya sebagai pemain dan juga menunjukkan kepercayaan dari pelatih dan staf,” ujar Ivar saat ditemui di mixed zone Stadion Pakansari, Sabtu (15/11/2025).
Ivar mengaku sempat diganggu cedera sehingga tidak bisa ambil bagian dalam agenda FIFA Match Day pada Oktober lalu.
Oleh karena itu, kesempatan kembali ke Indonesia dan tampil di hadapan suporter menjadi momen yang sangat ia nikmati.
“Saya sempat cedera jadi saya tidak bisa ikut FIFA Match Day di Oktober, dan saya sangat senang bisa kembali ke Indonesia dan saya mencintai semua fans,” tambahnya.
Dalam laga tersebut, Timnas Indonesia U-22 harus mengakui keunggulan Mali U-22 dengan skor 0–3. Tiga gol tim tamu masing-masing dicetak oleh Dan Sinate, Wilson Samake, dan Moulaye Haidara.
Meski begitu, Ivar menilai permainan Garuda Muda tidak sepenuhnya buruk.
Menurutnya, sejumlah peluang sebenarnya mampu diciptakan rekan-rekannya, hanya saja belum ada yang berujung gol.
“Saya rasa permainan kami tadi tidak buruk. Kami bisa saja menciptakan beberapa peluang bagus. Langkah berikutnya adalah mencetak gol,” kata Ivar.
Pemain yang terakhir kali membela tim nasional era Patrick Kluivert di dua laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Juni lalu itu menyebut ada beberapa kesempatan emas yang seharusnya bisa berbuah angka.
“Saya rasa kami sebenarnya bisa mencetak tiga gol yang seharusnya tidak terbuang. Tapi secara keseluruhan, saya rasa ini pertandingan yang bagus,” ujar Ivar.
Fokus ke SEA Games 2025 Thailand
Meski hasil uji coba belum memuaskan dan Indonesia U-22 belum meraih kemenangan dari tiga laga uji coba terakhir, Ivar tetap optimistis timnya mampu tampil lebih baik saat mentas di SEA Games 2025 Thailand bulan depan.
Gelandang berdarah Belanda-Indonesia tersebut menilai rangkaian uji coba ini adalah bagian dari proses pembentukan tim. Ia yakin Garuda Muda akan meningkat seiring waktu dan pertandingan.
“Ini semua bagian dari proses. Kami terus belajar dan berkembang dari setiap pertandingan. Target kami adalah tampil kuat di SEA Games,” demikian kurang lebih keyakinan yang ia sampaikan.
Ivar juga menegaskan keinginannya untuk membela Indonesia di SEA Games, walaupun ajang tersebut tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.
Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, mengungkapkan alasan di balik keputusannya menunjuk Ivar Jenner sebagai kapten tim pada laga melawan Mali.
Menurutnya, hasil analisis dan pengamatan menunjukkan bahwa pemain FC Utrecht itu memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni.
“Iya karena memang kita pilih Ivar yang menjadi leader-nya di tim dan kita sudah diskusikan dan juga ada beberapa hasil dari talent data kemarin bahwa leadership-nya oke, terus bagaimana dia bisa memimpin teman-temannya juga oke dan pemain-pemain lain juga menerima,” ujar Indra dalam jumpa pers.
Indra berharap, kehadiran Ivar sebagai kapten dapat menjadi contoh sekaligus penggerak semangat bagi pemain lain di lapangan, baik dalam fase uji coba maupun saat tampil di turnamen resmi.
Laga uji coba penutup jelang berangkat ke Thailand
Indonesia dijadwalkan kembali menghadapi Mali U-22 pada laga uji coba kedua yang akan digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (18/11). Pertandingan tersebut akan menjadi ujian terakhir Garuda Muda sebelum bertolak ke Thailand untuk mengikuti SEA Games 2025.
Laga uji coba ini diharapkan menjadi momentum bagi tim asuhan Indra Sjafri untuk memperbaiki kelemahan, terutama dalam penyelesaian akhir, sekaligus mengasah kekompakan tim dengan Ivar Jenner sebagai salah satu figur sentral di lini tengah.(ant/lgn)
Load more