News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Absen, 2 Basis Suporter Besar Tanah Air Kembali Tak Hadir Saksikan Timnas Indonesia U-22 Vs Mali

Dua komunitas suporter Timnas Indonesia terbesar di Tanah Air, La Grande Indonesia (LGI) dan Ultras Garuda masih absen
Selasa, 18 November 2025 - 21:54 WIB
Timnas Indonesia U-22 Vs Mali
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

‎Jakarta, tvOnenews.com - Dua komunitas suporter Timnas Indonesia terbesar di Tanah Air, La Grande Indonesia (LGI) dan Ultras Garuda masih absen. Keduanya terlihat masih tak terlihat hadir menyaksikan langsung laga uji coba Timnas Indonesia U-22 kontra Mali. 
‎
‎Timnas Indonesia U-22 kembali berduel menghadapi Mali. Ini menjadi leg kedua dalam laga uji coba jelang persiapan menuju SEA Games 2025.
‎
‎Pertandingan itu sendiri berlangsung pada Selasa (18/11/2025). Stadion Pakansari, Bogor menjadi venue laga kedua kesebelasan tersebut. 
‎
‎Meski laga ini menjadi sangat penting, namun skuad Garuda Muda nampaknya kehilangan separuh dari jiwa mereka. Hal ini akibat absennya dua basis suporter terbesar di Tanah Air. 

{{imageId:380843}}
‎
‎Berdasarkan pantauan tvOnenews.com di lokasi, LGI dan Ultras Garuda kompak absen dalam laga tersebut. Keduanya tak terlihat di tribune utara maupun selatan yang sejatinya menjadi tempat langganan mereka di stadion. 
‎
‎LGI sendiri biasanya terlihat di bagian tribune utara stadion. Sedangkan Ultras Garuda selalu setia menghiasi tribune selatan. 
‎
‎Absen mereka bakal sangat berdampak bagi Timnas Indonesia. Apalagi, keduanya seperti menjadi bagian dari nyawa skuad Garuda dalam sebuah pertandingan. 
‎
‎Baik LGI maupun Ultras Garuda, kedua basis suporter itu selalu tak berhenti berteriak dan bernyanyi sepanjang pertandingan. Tak jarang mereka juga kerap menunjukkan koreo apik dan berkelas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

{{imageId:380844}}
‎
‎Sebagai informasi, ini menjadi kedua kalinya bagi LGI dan Ultras Garuda absen di dua laga beruntun. Sebelumnya, mereka juga sudah tak hadir pada leg pertama menghadapi Mali. 
‎
‎Selain itu, mereka juga menjadi yang terdepan ketika Timnas Indonesia tengah dalam kondisi tertekan. Berkat sorakan dan nyanyian, tak jarang membuat skuad Garuda bisa bangkit. 
‎
‎Selain itu, intimidasi LGI dan Ultras Garuda serta dibantu suporter lainnya, kerap membuat nyari lawan yang datang menjadi ciut atau bergetar. 
‎
‎Diprediksi jika absennya dua basis suporter Garuda terbesar di Tanah Air itu tak terlepas dari bentuk tuntutan kepada PSSI. Apalagi, Ultras Garuda baru menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PSSI pada Jumat (14/11/2025). 
‎
‎Puluhan Ultras Garuda terlihat ramai di depan kantor PSSI yang terletak di GBK Arena, Senayan, Jakarta. Bahkan, mereka sampai menyegel pintu depan kantor federasi sepak bola Indonesia tersebut. 
‎
‎Ada sejumlah spanduk yang dibawa dan diutarakan Ultras Garuda, seperti "Erick Out", "Road Map Kok Ribet", "Menpora Evaluasi Ketum PSSI", dan sebagainya. Sementara spanduk besar yang terbentang panjang bertuliskan "Revolusi Total PSSI" dengan tambahan tagar #ErickOut dan #AryaOut.
‎
‎Ada sejumlah tuntutan yang diminta salah satu basis suporter legendaris itu. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan tak ada titik terang dari PSSI. 
‎
‎Akibat absennya LGI dan Ultras Garuda, suasana stadion tak seramai seperti biasanya. Jarang terdengar bentuk nyanyian atau yel-yel yang biasa disorakan keduanya.
‎
‎Hanya terdengar bentuk jeritan suporter umum yang menggaung di seisi Stadion Pakansari. Namun, meski absennya kedua basis pendukung tersebut, penonton lain masih semarak menyaksikan laga Timnas Indonesia U-22. ‎(igp/fan) 

Halaman Selanjutnya :
Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bocoran Media Italia soal Obrolan John Herdman dan Jay Idzes, Singgung Timnas Indonesia?

Bocoran Media Italia soal Obrolan John Herdman dan Jay Idzes, Singgung Timnas Indonesia?

Media Italia menyoroti kunjungan John Herdman ke markas Sassuolo dan perbincangannya dengan Jay Idzes. Apa yang dibahas?
Bintang Futsal Papua Sebut Tak Ada Tekanan untuk Lawan Iran di Partai Final Piala Asia Futsal 2026  ‎

Bintang Futsal Papua Sebut Tak Ada Tekanan untuk Lawan Iran di Partai Final Piala Asia Futsal 2026  ‎

Brian Ick menilai pendekatan sederhana justru membantu pemain menjaga konsentrasi. Menurutnya, kesiapan mental dan fisik menjadi kunci utama menghadapi laga sebesar partai final Piala Asia Futsal 2026.
Mengapa Elliot Anderson Dinilai Lebih Pas untuk Manchester United Ketimbang Casemiro?

Mengapa Elliot Anderson Dinilai Lebih Pas untuk Manchester United Ketimbang Casemiro?

Casemiro dipastikan akan meninggalkan Manchester United setelah kontraknya berakhir pada akhir musim. Elliot Anderson muncul sebagai kandidat pengganti Casemiro
Mantan Menteri BUMN Rini Soemarno Diperiksa KPK, Kasus Apa?

Mantan Menteri BUMN Rini Soemarno Diperiksa KPK, Kasus Apa?

Mantan Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno (RMS) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi kerja sama jual beli gas hari ini.
Pindad Maung MV1 dan MV2 Tampil di Panggung di IIMS 2026

Pindad Maung MV1 dan MV2 Tampil di Panggung di IIMS 2026

Mobil Pindad Maung MV1 dan MV2 4x4 ditampilkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Kronologi Kongkalikong PT Blueray Cargo dengan Pejabat Bea Cukai untuk Loloskan Barang KW Tanpa Pengecekan

Kronologi Kongkalikong PT Blueray Cargo dengan Pejabat Bea Cukai untuk Loloskan Barang KW Tanpa Pengecekan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kronologi dugaan suap PT Blueray Cargo dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. 
background

Pekan ke-20

Trending

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Susunan Pemain Tim Putri Indonesia vs Thailand di Perempat Final Kejuaraan Beregu Asia 2026

Susunan Pemain Tim Putri Indonesia vs Thailand di Perempat Final Kejuaraan Beregu Asia 2026

Berikut susunan pemain tim putri Indonesia vs Thailand di Perempat final Kejuaraan Beregu Asia 2026
KPK Ungkap Deretan Barang Bukti Kasus Impor Bea Cukai Senilai Rp40,5 Miliar, dari Uang Tunai hingga Emas Batangan

KPK Ungkap Deretan Barang Bukti Kasus Impor Bea Cukai Senilai Rp40,5 Miliar, dari Uang Tunai hingga Emas Batangan

KPK menyita uang tunai, valuta asing, jam tangan mewah, hingga emas 5,3 kg senilai Rp40,5 miliar dalam kasus korupsi impor Bea Cukai.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT