Hasil Timnas Indonesia U-22 Vs Mali: Garuda Muda Beri Perlawanan, Mauro Zijlstra Pecah Telur
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Dalam momen tersebut, Zijlstra memperlihatkan kualitasnya dengan mengecoh bek Mali lebih dulu sebelum melepaskan sepakan kaki kiri ke sisi kanan gawang. Gol itu membuat skor berubah menjadi 1-1 sekaligus menjadi gol perdana Zijlstra bersama Timnas Indonesia U-22.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih terus berusaha menambah gol tetapi tidak ada tambahan angka yang tercipta. Laga pun ditutup dengan skor imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia U-22 langsung mendapatkan tekanan dari Mali yang mencoba menguasai ritme permainan. Namun, kukuhnya lini pertahanan Garuda masih belum tergoyahkan,
Serangan Indonesia akhirnya berbuah hasil pada menit ke-53 setelah kombinasi apik di sisi kiri berhasil membuka ruang. Raka Cahyana masuk ke kotak penalti dan mengirim umpan tarik yang langsung disambar Rafael Struick dengan sepakan keras yang tak mampu dijangkau kiper Mayame Sissoko.
Gol Rafael itu membuat Indonesia berbalik unggul 2-1 atas Mali.
Mali kemudian hampir menyamakan kedudukan tujuh menit berselang lewat ancaman berbahaya di depan gawang. Tendangan salto dari jarak dekat memaksa kiper Daffa Fasya kembali menunjukkan ketangguhannya dengan tepisan cepat yang menyelamatkan gawang Indonesia.
Situasi berlanjut menjadi sepak pojok yang kembali menghasilkan ancaman serius bagi pertahanan Indonesia. Namun, Daffa sekali lagi tampil sigap dengan antisipasi tepat sebelum Garuda Muda mencoba melancarkan serangan balik yang sayangnya mampu dipotong bek Mali.
Tekanan Mali membuahkan hasil pada menit ke-70 saat kapten mereka, Hamidou Makalou, mengirimkan umpan terobosan tajam dari tengah lapangan. Bola tersebut jatuh tepat di kaki Sekou Kone yang meski dijaga ketat tetap mampu menaklukkan Daffa Fasya dengan sentuhan ringan yang mengubah skor menjadi 2-2.
Gol itu membuat pertandingan kembali berjalan seimbang dan tempo mulai melambat karena kedua tim sama-sama berhati-hati. Indonesia dan Mali lebih memilih membangun serangan secara bertahap sambil menunggu momen kesalahan dari pihak lawan.
Meski tempo melambat, peluang berbahaya tetap tercipta, salah satunya pada menit ke-82 ketika Yanis Fofana menerima kartu kuning. Ia melakukan pelanggaran keras terhadap Rayhan Hanan yang sedang menerima umpan terobosan dari Ivar Jenner di luar kotak penalti.
Load more