Media Inggris Tegaskan Timnas Indonesia Sebagai Contoh Sukses Tren Naturalisasi di Asia Setelah Qatar
- X @timnasindonesia
tvOnenews.com - Tren naturalisasi di negara-negara Asia kembali diulas oleh media dunia, salah satunya dari Inggris, The Guardian, yang memberikan perhatian khusus pada Timnas Indonesia.
Dalam laporan terbarunya, The Guardian menilai bahwa perubahan format Piala Dunia dan meluasnya jumlah peserta telah memicu kompetisi baru di antara negara-negara Asia untuk memperkuat tim nasionalnya melalui talenta kelahiran luar negeri.
Di awal laporannya, The Guardian menegaskan bahwa dinamika ini tidak muncul begitu saja.
- ANTARA/M Risyal Hidayat
Menurut media asal Inggris itu, meningkatnya kesempatan untuk lolos membuat banyak negara mengambil langkah strategis untuk memperkuat tim nasional.
"Seiring dengan meningkatnya alokasi dana untuk Asia hingga dua kali lipat, banyak negara melirik talenta kelahiran luar negeri untuk mendorong mereka menuju kualifikasi," kata The Guardian.
Meski bukan hal baru, strategi naturalisasi kini dilakukan dengan cara yang lebih terstruktur.
Media Inggris itu bahkan menyinggung contoh negara yang lebih dulu sukses memaksimalkannya.
- The AFC
"Merekrut talenta asing tentu saja bukan hal baru. Qatar menjadi sangat sukses di tahun 2000-an, bahkan FIFA memperketat aturan kelayakan. Kini, pemain harus memiliki hubungan keluarga atau telah bermain di liga domestik masing-masing selama lima tahun," jelas The Guardian.
Di bagian lain, laporan tersebut secara khusus menyoroti Indonesia sebagai salah satu negara di Asia yang mengalami perkembangan paling pesat dalam beberapa tahun terakhir.
"Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia dibandingkan periode mana pun sejak 1938, dengan mencapai babak 12 besar," kata media Inggris, The Guardian, dalam laporannya.
- X @timnasindonesia
Dalam analisisnya, The Guardian menilai bahwa PSSI memainkan peran besar melalui pendekatan diplomasi dan pemanfaatan hubungan historis.
"Kemajuan ini sebagian besar berkat Persatuan Sepak Bola Indonesia yang memanfaatkan hubungan dengan Belanda, bekas penjajah. Hampir sebulan dalam satu atau dua tahun terakhir, pemain kelahiran Belanda dengan kakek-nenek Indonesia selalu pergi ke kedutaan terdekat untuk mendapatkan paspor," kata media itu.
Load more