Gagal ke Piala Dunia, Timnas Indonesia Tetap Dapat Pujian Tinggi dari Media Inggris: Tim Terkuat di Asia Tenggara
- Instagram/jayidzes
tvOnenews.com - Tren naturalisasi yang tengah menguat di kawasan Asia, termasuk Timnas Indonesia, kembali menjadi sorotan media internasional.
Dalam laporan terbarunya, The Guardian dari Inggris memberikan perhatian khusus pada bagaimana dinamika tersebut berkembang, termasuk pada transformasi yang terjadi di tubuh skuad Garuda.
The Guardian memulai ulasannya dengan menegaskan bahwa peningkatan peluang lolos ke Piala Dunia telah memicu persaingan baru antarnegara Asia untuk memperkuat tim nasional.
- PSSI
Media itu menjelaskan bahwa perubahan format turnamen serta bertambahnya jumlah peserta membuat banyak negara mengambil langkah strategis melalui pemain kelahiran luar negeri.
Menurut mereka, proses naturalisasi bukanlah hal baru, tetapi kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih sistematis.
Media Inggris tersebut juga mengingatkan bahwa ada negara yang sudah lebih dulu memaksimalkan strategi ini.
"Merekrut talenta asing tentu saja bukan hal baru. Qatar menjadi sangat sukses di tahun 2000-an, bahkan FIFA memperketat aturan kelayakan. Kini, pemain harus memiliki hubungan keluarga atau telah bermain di liga domestik masing-masing selama lima tahun," jelas The Guardian.
Dalam bagian lain laporannya, The Guardian memberikan fokus khusus kepada Indonesia, yang disebut sebagai salah satu negara dengan perkembangan paling cepat dalam beberapa tahun terakhir.
- Instagram/@patrickkluivert9
Dalam analisis tersebut, media Inggris itu menyebut bahwa Timnas Indonesia berada dalam posisi terbaik untuk mendekati Piala Dunia dalam sejarah modern mereka.
“Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia dibandingkan periode mana pun sejak 1938, dengan mencapai babak 12 besar,” tulis The Guardian.
The Guardian menilai bahwa PSSI memainkan peran penting dalam percepatan perkembangan ini, terutama melalui hubungan diplomasi yang berkaitan dengan sejarah Indonesia dan Belanda.
"Kemajuan ini sebagian besar berkat Persatuan Sepak Bola Indonesia yang memanfaatkan hubungan dengan Belanda, bekas penjajah. Hampir sebulan dalam satu atau dua tahun terakhir, pemain kelahiran Belanda dengan kakek-nenek Indonesia selalu pergi ke kedutaan terdekat untuk mendapatkan paspor," kata media itu.
Load more