Bukan Malaysia, Vietnam Lebih Waspadai Timnas Indonesia di SEA Games 2025: Ada 3 Pemain Berbahaya
- PSSI
tvOnenews.com - Menjelang bergulirnya SEA Games 2025 di Thailand, media Vietnam mulai menakar kekuatan calon lawan yang berpotensi menghalangi ambisi mereka meraih medali emas.
Salah satunya adalah media Lao Dong, yang menilai bahwa Vietnam harus bersiap menghadapi tiga lawan berat, termasuk Timnas U-22 Indonesia.
Vietnam sendiri tergabung di Grup B bersama Malaysia dan Laos.
Dengan format turnamen yang hanya meloloskan tiga juara grup plus satu runner-up terbaik ke semifinal, setiap pertandingan bakal menjadi penentu.
- kitagaruda.id
Menurut Lao Dong, Malaysia akan menjadi hambatan pertama yang harus ditaklukkan jika Vietnam ingin melangkah jauh.
“Malaysia akan menjadi rintangan pertama yang harus diatasi Vietnam,” tulis Lao Dong.
Media tersebut juga menyoroti pernyataan pelatih Malaysia, Nafuzi Zain, yang bahkan menargetkan menyingkirkan Vietnam sejak penyisihan grup.
“Pelatih Nafuzi Zain dari Malaysia mengumumkan bahwa ia akan menyingkirkan Vietnam langsung dari babak penyisihan grup, dengan demikian mengincar pertandingan sistem gugur sebelum meraih medali emas.”
Malaysia juga telah memanggil 25 pemain untuk fokus menghadapi turnamen, termasuk penyerang Ma Kieu dan Fergus Tierney, dua nama yang dianggap sudah berpengalaman di berbagai kompetisi di Asia Tenggara.
Lao Dong menilai, jika Vietnam berhasil melewati fase grup, dua tantangan yang lebih berat sudah menunggu di babak gugur: Indonesia dan Thailand.
Indonesia disebut sebagai ancaman besar karena statusnya sebagai juara bertahan dan kemungkinan diperkuat pemain diaspora yang tampil di kompetisi Eropa.
Tiga nama yang disebut antara lain Ivar Jenner (FC Utrecht), Mauro Zijlstra (Volendam), dan Dion Markx (TOP Oss).
“Selain Malaysia, Vietnam juga harus menghadapi dua lawan yang lebih sulit yaitu tuan rumah Thailand dan juara bertahan Indonesia. Jika tiga pemain yang bermain di Belanda, yaitu Ivar Henner (Utrecht), Mauro Zijlstra (Volendam), dan Dion Markx (NEC), diizinkan kembali ke Asia Tenggara, kekuatan Timnas U-22 Indonesia akan jauh lebih kuat,” tulis Lao Dong.
Namun, peluang Indonesia memanggil pemain tersebut masih belum pasti.
Load more