Statistik Win Rate Tak Bisa Bohong: John Herdman Lebih Unggul dari Eks Nahkoda Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert?
- Major League Soccer
tvOnenews.com - Siapa paling unggul, John Herdman, Shin Tae-yong dan atau Patrick Kluivert? Kegagalan Timnas Indonesia melangkah lebih jauh pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 memicu evaluasi besar-besaran di tubuh federasi.Â
Salah satu isu paling disorot publik adalah posisi pelatih kepala. Perbandingan pun tak terelakkan, terutama ketika nama Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert disandingkan dengan calon kuat pengganti, John Herdman.Â
Rekam jejak, gaya melatih, hingga statistik kemenangan menjadi bahan diskusi hangat. Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih yang membangun fondasi fisik dan disiplin sejak awal kedatangannya. Sementara Patrick Kluivert membawa pendekatan Eropa yang lebih fleksibel dalam pengelolaan pemain.Â
Kini, muncul John Herdman, sosok dengan pengalaman membawa Kanada menembus Piala Dunia, yang dinilai punya pendekatan berbeda dan catatan statistik menjanjikan. Di tengah kekecewaan akibat hasil negatif pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, publik menanti arah baru Timnas Indonesia.
Perbandingan Statistik: Herdman Ungguli Shin dan Kluivert
- AFC
Berdasarkan data Transfermarkt, John Herdman tercatat memiliki win rate yang lebih tinggi dibandingkan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert sebelum ketiganya dikaitkan dengan Timnas Indonesia.Â
Herdman mencatatkan total 108 pertandingan bersama Timnas Kanada senior, Timnas U-23 Kanada, serta Toronto FC. Dari jumlah tersebut, ia mengoleksi 54 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 41 kekalahan.
Catatan itu menghasilkan win rate sekitar 50 persen dengan rata-rata 1,62 poin per pertandingan. Angka tersebut menempatkan Herdman sebagai pelatih dengan efektivitas hasil yang cukup stabil di level internasional dan domestik Kanada.
Sebaliknya, Shin Tae-yong, yang sebelumnya melatih Seongnam Ilhwa Chunma, Timnas Korea Selatan, dan berbagai kelompok usia, menjalani 251 pertandingan sebelum menangani Indonesia. Win rate Shin berada di angka 42,23 persen, menunjukkan konsistensi, namun masih di bawah catatan Herdman.
Patrick Kluivert berada di posisi tengah. Eks striker timnas Belanda itu mencatatkan win rate sekitar 46,25 persen dari 37 kemenangan selama karier kepelatihannya. Namun, sebagian besar kemenangan tersebut diraih saat menangani FC Twente II di level U-21, yang tentu memiliki konteks kompetisi berbeda.
- Tim tvOnenews - Taufik Hidayat
Rekam Jejak Herdman Bersama Kanada
Nama John Herdman mulai dikenal luas saat menangani Timnas Putri Kanada. Ia sukses mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016. Kesuksesan tersebut menjadi pintu masuk Herdman ke kursi pelatih Timnas Putra Kanada pada Januari 2018, menggantikan Octavio Zambrano.
Perjalanannya tidak instan. Herdman harus menghadapi situasi ruang ganti yang terpecah dan konflik antarpemain. Perlahan, ia membangun ulang mental tim, menanamkan disiplin, dan menyatukan visi permainan. Hasilnya terlihat saat Kanada melaju ke perempat final Piala Emas 2019.
Puncak progres Kanada terjadi di Piala Emas 2021. Herdman sukses mengorbitkan pemain muda seperti Alphonso Davies, Jonathan David, dan Liam Millar. Kanada mencapai semifinal, pencapaian terbaik mereka sejak 2007, sekaligus menjadi pemanasan menuju Piala Dunia 2022.
Dari Piala Dunia 2022 ke Harapan Baru Timnas Indonesia
Prestasi terbesar Herdman adalah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sebagai pemuncak klasemen kualifikasi zona CONCACAF, mengungguli Amerika Serikat dan Meksiko.Â
Meski akhirnya Kanada tersingkir di fase grup, pencapaian itu tetap dianggap bersejarah karena mengakhiri penantian sejak 1986.
Menurut laporan media Kanada Waking the Red, Herdman dikabarkan mencapai kesepakatan dengan PSSI untuk melatih Timnas Indonesia dan Timnas U-23. Ia disebut akan menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2029, dengan bayaran sekitar 40 ribu dolar AS per bulan atau total hampir 1 juta dolar AS untuk dua tahun.
Konteks ini menjadi penting setelah kegagalan Timnas Indonesia di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.Â
Dengan waktu yang relatif panjang dan pengalaman membangun tim dari nol, Herdman dinilai memiliki ruang untuk melakukan regenerasi, pembenahan struktur, dan penguatan mental bertanding.
Statistik memang bukan segalanya, namun di tengah kebutuhan akan arah baru, rekam jejak John Herdman memberi harapan realistis.
Jika resmi ditunjuk, publik menunggu apakah pendekatan disiplin dan pengembangan pemain ala Kanada mampu membawa Timnas Indonesia bangkit dan lebih kompetitif di level Asia. (udn)
Load more