GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Debut Tercoreng Hasil Seri, Maarten Paes Akui Kekurangan Ini di Ajax

Meski sempat unggul lebih dulu, Ajax tak mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.
Minggu, 22 Februari 2026 - 17:29 WIB
Maarten Paes Akui Kekurangan Ini di Ajax
Sumber :
  • Ajax

‎Jakarta, tvOnenews.com - Kiper andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes, angkat bicara setelah timnya, AFC Ajax, gagal mengamankan tiga poin saat menjamu NEC Nijmegen. Dalam laga lanjutan Eredivisie tersebut, kedua tim harus puas berbagi angka usai bermain imbang 1-1.

‎Pertandingan berlangsung di Johan Cruijff Arena, Minggu, dengan tekanan besar berada di pundak tuan rumah. Ajax yang tampil di hadapan pendukung sendiri sejatinya lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Namun realitas di lapangan berkata lain. Meski sempat unggul lebih dulu, Ajax tak mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

‎“Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang,” kata Paes seperti dikutip dari laman resmi Ajax, Minggu (22/2/2026).

‎Ucapan tersebut menggambarkan kekecewaan yang dirasakan sang penjaga gawang. Ia menilai timnya memiliki kualitas untuk menutup laga dengan kemenangan.

‎Ajax sebenarnya tampil cukup meyakinkan pada babak pertama. Keunggulan tuan rumah tercipta lewat gol yang dicetak oleh Mika Godts pada menit ke-39.

‎Gol tersebut membuat atmosfer stadion semakin bergelora. Para pendukung optimistis tim kesayangan mereka mampu mengamankan tiga poin penuh.

‎Akan tetapi, situasi berubah selepas turun minum. NEC berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Darko Nemasjic pada menit ke-57.

‎Gol penyeimbang itu lahir dari skema bola mati yang gagal diantisipasi lini pertahanan Ajax. Situasi tersebut menjadi sorotan utama setelah pertandingan berakhir.

‎Di sisi lain, laga ini menjadi momen spesial bagi Paes. Kiper berusia 26 tahun itu akhirnya menjalani debut resminya bersama Ajax di kompetisi domestik.

‎Penampilannya di bawah mistar gawang terbilang cukup solid. Ia mencatatkan sejumlah penyelamatan penting yang mencegah timnya dari kekalahan.

Meski begitu, Paes tidak menutup mata terhadap kekurangan dalam performanya. Ia mengakui masih melakukan beberapa kesalahan kecil, khususnya saat membangun serangan dari belakang.

‎“Secara pribadi pertandingan saya berjalan cukup baik. Ada beberapa kesalahan kecil, tetapi saya berusaha tetap tenang meski langsung dihadapkan pada situasi yang tidak mudah,” kata Paes.

Kesempatan tampil sebagai starter didapat Paes setelah kiper utama, Vitezslav Jaros, mengalami cedera. Kepercayaan itu disebutnya datang usai komunikasi singkat dengan pelatih.

‎“Pelatih hanya bertanya apakah saya siap. Sejak saya datang, komunikasi kami berjalan dengan baik,” sambungnya.

‎Ia juga menyadari bahwa minimnya menit bermain sebelumnya sedikit memengaruhi ketajamannya dalam membaca permainan. Oleh karena itu, evaluasi bersama tim akan segera dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

‎Menurut Paes, aspek yang perlu mendapat perhatian serius adalah antisipasi bola mati. Ia menilai tim harus tampil lebih tegas dan kuat dalam momen-momen krusial seperti situasi sepak pojok.

‎“Mereka mencetak gol dari situasi bola mati. Kami harus lebih tegas dan lebih kuat dalam momen seperti itu,” jelas kiper Timnas Indonesia tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim di papan klasemen tidak berubah. Ajax tetap bertahan di peringkat keempat dengan koleksi 43 poin, sementara NEC menempel di posisi ketiga dengan jumlah poin yang sama.

‎(igp/hfp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kontroversi Besar! Atalanta Comeback Dramatis, Napoli Ngamuk ke Wasit Liga Italia

Kontroversi Besar! Atalanta Comeback Dramatis, Napoli Ngamuk ke Wasit Liga Italia

Atalanta berhasil melakukan comeback dramatis untuk menaklukkan Napoli dengan skor 2-1 dalam laga sengit yang diwarnai dua keputusan wasit kontroversial, Minggu (22/2/2026).
Kasus Nizam Disiksa Ibu Tiri hingga Tewas di Sukabumi, Komisi III DPR Minta Pelaku Dihukum 15 Tahun Penjara

Kasus Nizam Disiksa Ibu Tiri hingga Tewas di Sukabumi, Komisi III DPR Minta Pelaku Dihukum 15 Tahun Penjara

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan akan mengawal kasus meninggalnya Nizam Safei (12) akibat disiksa ibu tirinya di Sukabumi, Jawa Barat.
Klasemen Proliga 2026 Putri: Jakarta Livin Mandiri Gusur Popsivo, Persaingan Menuju Final Four Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 Putri: Jakarta Livin Mandiri Gusur Popsivo, Persaingan Menuju Final Four Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 putri, di mana persaingan menuju babak final four makin memanas setelah Jakarta Livin Mandiri berhasil menggusur Jakarta Popsivo Polwan.
Hotman Paris Soroti Laporan Wardatina Mawa, Sebut Inara Rusli dan Insanul Fahmi Bisa Jadi Tersangka!

Hotman Paris Soroti Laporan Wardatina Mawa, Sebut Inara Rusli dan Insanul Fahmi Bisa Jadi Tersangka!

Hotman Paris menilai laporan Wardatina Mawa terhadap Inara Rusli dan Insanul Fahmi berpotensi kuat menyeret keduanya jadi tersangka.
Sorot Tajam Kasus Siswa MTsN di Maluku Tewas Dianiaya Oknum Brimob, Sandri Rumanama: Kami Minta PTDH

Sorot Tajam Kasus Siswa MTsN di Maluku Tewas Dianiaya Oknum Brimob, Sandri Rumanama: Kami Minta PTDH

Kasus anggota Brimob Polda Maluku yakni Bripda Masias Siahaya yang melakukan penganiayaan hingga tewasnya seorang siswa MTsN di Kota Tual, Maluku berisinial AT turut menyita perhatian publik.
Tangis Ayah Nizam Pecah Saat Dengar Pesan Terakhir Anaknya Sebelum Meninggal Dunia Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Tangis Ayah Nizam Pecah Saat Dengar Pesan Terakhir Anaknya Sebelum Meninggal Dunia Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Nasib pilu dialami Anwar Satibi alias Awang yang kehilangan anaknya, Nizam Syafei atau NS (12) meninggal dunia diduga dianiaya oleh ibu tirinya minum air panas
background

Pekan ke-21

Waktu yang ditampilkan adalah WIB
Minggu, 15 Maret 2026
logo Pusamania Borneo
BOR
19:00
PSB
logo Persib Bandung

Trending

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) meminta program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk segera dihentikan.
Ole Romeny Gigit Jari, Timnas Indonesia Berpeluang Datangkan Striker Belgia Rp 43 Miliar Berdarah Jogja

Ole Romeny Gigit Jari, Timnas Indonesia Berpeluang Datangkan Striker Belgia Rp 43 Miliar Berdarah Jogja

Persaingan lini depan Timnas Indonesia berpotensi memanas. Di saat Ole Romeny kesulitan di Inggris, striker muda berdarah Jogja ini justru menggila di Belgia.
Tak Pandang Bulu, Kapolri Bakal Tindak Tegas Pihak Terlibat TPPU Tambang Emas Ilegal

Tak Pandang Bulu, Kapolri Bakal Tindak Tegas Pihak Terlibat TPPU Tambang Emas Ilegal

Ihwal kasus pihak yang terlibat TPPU tambang emas ilegal, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak pandang bulu untuk sikat dan tindak tegas. Seperti
Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas melebar setelah pengakuan dirinya soal mobil, sopir, hotel, dan ajudan saat riset memicu dugaan penggunaan fasilitas negara.
Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Nama Syukur Iwantoro, mertua Dwi Sasetyaningtyas, ikut disorot. Warganet membongkar laporan kekayaan Rp3,09 miliar yang tercatat di LHKPN KPK.
Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Warga Kota Tual masih menyoroti kasus tewasnya siswa MTS Negeri Maluku Tenggara, karena diduga dianiaya oleh anggota Brimob, Bripda MS. Bahkan, para warga ingin
4 Nama Baru dari Luar Negeri yang Tak Perlu Repot-repot Lalui Proses Naturalisasi Jika Mau Bela Timnas Indonesia

4 Nama Baru dari Luar Negeri yang Tak Perlu Repot-repot Lalui Proses Naturalisasi Jika Mau Bela Timnas Indonesia

Tanpa embel-embel naturalisasi lagi, pelatih John Herdman bisa langsung panggil deretan diaspora dari Eropa dan Qatar ini untuk kedalaman skuad Timnas Indonesia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT