Siapa Kiper Utama Timnas Indonesia Pilihan John Herdman? Debut Maarten Paes di Ajax Bikin Emil Audero Terancam
- Kolase tim tvOnenews
tvOnenews.com - Pertanyaan besar mulai mencuat jelang FIFA Series 2026: siapa kiper pilihan John Herdman untuk mengawal gawang Timnas Indonesia?
Persaingan di bawah mistar kini semakin panas setelah dua penjaga gawang abroad, Maarten Paes dan Emil Audero, sama-sama menunjukkan performa menjanjikan bersama klub masing-masing.
Situasi ini membuat Herdman berada dalam posisi dilematis sejak hari pertamanya menangani Skuad Garuda.
Sorotan tajam mengarah pada Maarten Paes yang baru saja menjalani debut bersama Ajax Amsterdam. Penampilan impresifnya di Liga Belanda seolah menjadi pesan tegas bahwa ia siap kembali mengunci posisi utama.
Namun di sisi lain, Emil Audero juga tampil stabil di Serie A bersama Cremonese. Dengan kualitas yang relatif seimbang, keputusan Herdman di FIFA Series Maret 2026 dipastikan tidak akan mudah.
Debut Apik Maarten Paes Bersama Ajax
Maarten Paes mencatat debut yang solid saat Ajax bermain imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen pada 22 Februari 2026 dini hari WIB.
Dalam laga tersebut, kiper berusia 27 tahun itu membukukan tujuh penyelamatan penting, termasuk beberapa peluang jarak dekat yang berpotensi menjadi gol.

- instagram Maartenpaes
Kesempatan tampil datang lebih cepat setelah kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, mengalami cedera dan harus absen hingga akhir musim.
Sebelumnya, Paes berada di posisi pelapis dan menunggu momentum di belakang Jaros dalam hierarki penjaga gawang.
Pelatih interim Ajax, Fred Grim, menegaskan bahwa keputusan memainkan Paes bukan langkah sesaat. Ia menilai performa sang kiper sangat memuaskan, terutama mengingat Paes sudah cukup lama tidak tampil reguler.
Grim juga menyoroti sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga peluang Ajax di pertandingan tersebut.
Meski hasil akhir hanya imbang, Paes mengaku bangga bisa debut di klub sebesar Ajax. Ia menyebut kesempatan itu sebagai pencapaian besar dalam kariernya.
Namun ia tak menampik rasa kecewa karena Ajax selalu bermain untuk menang, terlebih dalam persaingan menuju tiket Liga Champions.
Paes juga mengungkapkan bahwa selama enam bulan terakhir ia memahami perannya sebagai pelapis dan menunggu peluang dengan sabar.
Load more