Marc Klok Tatap FIFA Series 2026, Buta Peta Kekuatan Lawan Buat Motivasi Timnas Indonesia Bertambah
- tvOnenews.com - Dwi R Belva
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia menjadi satu dari sembilan tim tuan rumah FIFA Series 2026. Turnamen yang digarap langsung oleh FIFA pun disambut positif oleh pemain Timnas Indonesia, Marc Klok.
FIFA Series digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 27 dan 30 Maret 2026 dipandang sebagai ajang krusial bagi Timnas Indonesia.
Gelandang Persib Bandung, Marc Klok, menilai turnamen tersebut bukan sekadar laga uji coba biasa, melainkan titik awal membangun fondasi baru di bawah staf kepelatihan yang baru.
Menurut Klok, kehadiran tim pelatih anyar otomatis mengubah banyak hal di dalam skuad. Filosofi, pendekatan taktik, hingga cara membangun permainan akan mengalami penyesuaian.
“Turnamen itu sangat penting saya pikir, karena semua tahu ada staf kepelatihan baru. Kalau ada staf kepelatihan baru, semua mulai dari kosong lagi dengan filosofi berbeda, dengan playing style berbeda, dengan keinginan semua berbeda," kata Marc Klok, Senin (23/2/2026).
Klok menegaskan bahwa situasi tersebut menuntut seluruh pemain untuk beradaptasi dari awal. Ia melihat FIFA Series sebagai momentum yang tepat untuk menyatukan visi dan membangun kembali kekompakan tim.
“Jadi, pasti kita mulai dari kosong dan FIFA Match Series itu adalah momentum untuk bangun tim lagi untuk ke depannya, bikin chemistry, dan ya cari momen dan situasi terbaik dengan pelatih yang baru," katanya.
FIFA Series di GBK akan menghadirkan atmosfer berbeda karena digelar di hadapan publik sendiri. Dukungan suporter di stadion berkapasitas lebih dari 70 ribu penonton itu diyakini menjadi faktor penting dalam proses transisi tim.
Terkait kekuatan calon lawan seperti St Kitts and Nevis serta, Klok mengakui belum banyak mengetahui detail tentang salah satu tim tersebut. Namun ia menegaskan bahwa dalam sepak bola internasional tidak ada lawan yang bisa diremehkan.
“Tidak tahu (kekuatan St Kits Nevis). Saya lihat juga negara itu tapi saya belum tahu mereka bagus atau tidak," katanya.
Pada bagan lainnya, Bulgaria akan bertemu dengan St Ketts Nevis. Siapapun pemenangnya akan bertemu di babak final FIFA Series. Sementara tim kalah bertemu di perebutan juara ketiga.
Walau buta kekuatan lawan, mantan pemain Persija ini mengingatkan bahwa semua tim di level internasional memiliki kualitas individu yang patut diwaspadai. Apalagi Bulgaria, yang menurutnya memiliki karakter permainan khas Eropa Timur.
“Tapi ya, pasti kalau kita lihat international stage, pasti semua tim punya kualitas individual dan ada Bulgaria juga. Saya cukup lama main di Bulgaria, jadi saya tahu mereka kuat. Postur besar, orang yang tinggi, kuat, main direct football. Tidak terlalu kombinasi, tapi ya lumayan bagus," katanya.
Pengalaman Klok bermain di Bulgaria menjadi modal penting untuk membaca gaya permainan lawan. Ia memahami bahwa duel fisik dan bola-bola langsung akan menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia.
Namun bermain di kandang sendiri memberi optimisme tersendiri bagi gelandang berusia 32 tahun itu. Ia menegaskan bahwa target Indonesia harus jelas ketika tampil di depan publik sendiri.
“Kalau main di negara kita, kita harus menang turnamen ini. Saya yakin," tutupnya. (hfp)
Load more