GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gaji 'Gila' Super League Bikin Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Rama-ramai Pulang Kampung, Bung Harpa Bongkar Faktanya!

Apakah benar gaji "gila-gilaan" di Super League menjadi alasan yang membuat para pemain naturalisasi Timnas Indonesia memutuskan pulang kampung ke Tanah Air?
Selasa, 24 Februari 2026 - 21:31 WIB
Pemain baru Persija Jakarta Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra
Sumber :
  • Instagram @persija

tvOnenews.com - Jagat sepak bola Tanah Air tengah diguncang fenomena unik. Satu per satu pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang dulunya berkarier di luar negeri, kini justru berbondong-bondong "mudik" untuk merumput di Super League.

Tren tersebut tentu saja menimbulkan tanda tanya besar, apakah ini kemajuan finansial atau justru kemunduran kualitas bagi Skuad Garuda?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekhawatiran publik cukup beralasan. Banyak pemain yang secara usia masih sangat muda dan diharapkan menyerap ilmu di liga-liga elite dunia, justru memilih pulang lebih awal.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pengamat sepak bola, Bung Harpa, menyebut fenomena ini sebagai dilema yang tidak hitam-putih.

"Agak susah juga untuk kita nge-judge mereka juga, tidak hitam-putih juga," kata Bung Harpa.

Lantas, apakah benar gaji "gila-gilaan" di Super League yang membuat para pemain naturalisasi Timnas Indonesia pulang kampung ke Tanah Air?

 

Faktor gaji: Antara karier dan realita hidup

Striker baru Persija Jakarta Mauro Zijlstra
Striker baru Persija Jakarta Mauro Zijlstra
Sumber :
  • Instagram @maurozijlstra

Mengapa Super League begitu magnetis? Jawabannya jelasa saja soal uang. Bung Harpa membeberkan fakta mengejutkan soal perbandingan gaji.

Sebagai contoh, saat Asnawi Mangkualam pertama kali menjajal Liga Korea Selatan, upah yang diterimanya hanya sepertiga dari apa yang bisa ia dapatkan di liga domestik saat itu.

"Dia kasih sampel itu di Korea Selatan, kalau lu baru main itu gajinya bisa sepertiga di Liga 1 saat itu," ungkap Bung Harpa, seperti dilansir dari kanal YouTube Ruang Publik.

 

Bagi para pemain, tentu saja soal cuan bukan sekadar soal gaya hidup, melainkan solusi atas keresahan pribadi.

"Kadang-kadang susah juga untuk beberapa orang mungkin dia punya keresahan, keresahan yang dari dulu mereka pikul misalnya mohon maaf dia belum punya rumah, mau naikin haji orang tuanya," ujar Bung Harpa.

"Nah, tiba-tiba dia dapat tawaran gaji yang gede yang impian itu, keresahan itu bisa diselesaikan, ya susah juga menolak tawaran itu."

"Sementara kita juga maksa-maksa lu main di luar dong," ungkap Bung Harpa.

 

Kenyamanan di Balik Perjuangan Keras

Pemain Timnas Indonesia, Ivar Jenner Resmi ke Dewa United
Pemain Timnas Indonesia, Ivar Jenner Resmi ke Dewa United
Sumber :
  • dewaunited.com

Selain faktor finansial, aspek psikologis juga memegang peran penting. Berkarier di luar negeri bukan perkara mudah; pemain harus berhadapan dengan budaya asing, cuaca ekstrem, hingga rasa kesepian, semuanya dengan gaji yang tidak seberapa.

Bung Harpa memberikan contoh lain, yakni pada kasus Marselino Ferdinan. Apabila pemain Timnas Indonesia tersebut bermain di Indonesia, bukan tidak mungkin jika mereka bisa lebih dekat dengan orangtua dan keluarga.

"Orangnya asing segala macem, gajinya kecil, coba balikin ke diri kita, emang susah juga," ujar Bung Harpa.

"Ini udah di Tanah Air, bisa makan sop kaki kambing setiap seminggu sekali, gaji gede, deket sama orangtua," lanjutnya.

 

Tantangan Menjaga Kualitas

Striker Timnas Indonesia Rafael Struick di Dewa United
Striker Timnas Indonesia Rafael Struick di Dewa United
Sumber :
  • Dewa United

Meski hak asasi pemain untuk memilih pelabuhan karier harus dihormati, ada satu catatan besar yang tidak boleh diabaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tantangan utama bagi para pemain diaspora ini adalah bagaimana menjaga standar permainan mereka, agar tidak merosot setelah bermain di Super League.

Kekhawatiran terbesarnya adalah jika mereka pindah hanya untuk menjadi penghias bangku cadangan atau terbuai zona nyaman, yang pada akhirnya akan merugikan performa Timnas Indonesia di level internasional. (ism)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyoroti polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperdebatkan publik.
Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan
DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan premanisme yang terjadi di berbagai daerah sepanjang Mei 2026.
DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati memberi peringatan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

Anggota Komisi VII DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba menyoroti rencana nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang dinilai belum berpihak pada kawasan Indonesia Timur.

Trending

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT