Profilnya Gak Kaleng-kaleng, Pemain Belanda Berdarah Surabaya Ini Bisa Masuk Proyek Naturalisasi Timnas Indonesia
- Instagram/julianoerip
tvOnenews.com - Era kepelatihan John Herdman di Timnas Indonesia membawa angin segar bagi perburuan talenta diaspora di Eropa.
Salah satu nama yang kini sedang menjadi buah bibir adalah Julian Oerip. Pemain muda berbakat yang merumput di Belanda ini kembali membetot perhatian publik setelah mencatatkan prestasi gemilang di kompetisi kasta kedua Liga Belanda, Eerste Divisie.
Berdasarkan laporan terbaru, Julian Oerip berhasil menembus "Best XI" atau tim terbaik pekanan di Eerste Divisie.

- Instagram @julianoerip
Pencapaian tersebut tidak datang secara cuma-cuma. Pasalnya ia tampil memukau bersama Jong AZ (AZ Alkmaar U-21) dalam laga krusial melawan Den Bosch.
Di pertandingan tersebut, Oerip menjadi pahlawan dengan mencatatkan satu gol dan satu assist krusial yang menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Masuknya Oerip dalam daftar elite ini, bersanding dengan nama-nama potensial lainnya, menegaskan bahwa ia bukan sekadar pemain pelapis, melainkan aktor utama di lapangan hijau.
Di sisi lain, Julian Oerip diketahui memiliki ikatan darah yang kuat dengan Indonesia. Terlebih lagi namanya yang sangat identik dengan nuansa Jawa berasal dari kakek pihak ayahnya yang memiliki garis keturunan Surabaya, Jawa Timur.
Meskipun lahir di Alkmaar, Belanda, klan Oerip tetap menjaga jati diri mereka. Ayah Julian, Arthur Oerip, bahkan merupakan sosok berpengaruh di dunia sepak bola Belanda yang pernah menjabat sebagai pengembang bakat muda di KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda).

- Instagram @julianoerip
Bicara soal prestasi, Julian Oerip adalah profil pemain "kelas atas" untuk ukuran usia 19 tahun. Ia merupakan langganan tim nasional kelompok umur Belanda, mulai dari U-16 hingga U-19.
Kehebatannya terlihat saat ia sudah dipromosikan ke tim Jong AZ saat usianya masih 18 tahun, melampaui rata-rata usia pemain lainnya.
Tak tanggung-tanggung, ia bahkan dipercaya memegang ban kapten tim, sebuah bukti otentik mengenai kedewasaan taktik dan jiwa kepemimpinannya.
Statistiknya pun mencengangkan; musim lalu ia membukukan 10 gol dalam 44 penampilan dengan total 3.015 menit bermain.
Load more