Maaf Elkan Baggott! Pengamat Inggris Blak-blakan Sebut Bek Timnas Indonesia Tak Punya Masa Depan di Ipswich Town Gara-gara Ini
- Instagram - Ipswich Town
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepak bola Inggris, Adam Wilkin menyatakan bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott sudah tidak memiliki harapan di Ipswich Town. Bek berusia 23 tahun itu disarankan pergi musim depan.
Ipswich Town sedang memburu tiket kembali ke Liga Inggris pada musim ini. Performa impresif dalam beberapa bulan terakhir membuat peluang mereka semakin terbuka lebar.
Setelah sempat terseok di awal musim Championship, tim asuhan Kieran McKenna mulai menemukan ritme permainan terbaik. Tractor Boys kini menjelma sebagai salah satu kandidat kuat untuk meraih promosi.
Posisi mereka di papan atas klasemen membuat Ipswich berada dalam jalur persaingan promosi otomatis. Apalagi, dua laga tunda yang dimiliki berpotensi menjadi penentu dalam perebutan dua tiket teratas.

- Ipswichtown.com
Persaingan semakin panas karena Coventry City dan Middlesbrough juga terus tampil konsisten. Situasi ini membuat Ipswich harus tampil maksimal hingga akhir musim.
Dalam tiga pertandingan terakhir, Ipswich mencatatkan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Namun, peluang bangkit terbuka saat mereka menghadapi Wrexham yang tengah berada di puncak klasemen.
Laga tandang tersebut menjadi ujian besar bagi ambisi Ipswich untuk kembali ke kasta tertinggi. Apalagi, Wrexham sebelumnya menyingkirkan mereka dari ajang Piala FA.
Jika mampu tampil stabil dan meraih kemenangan beruntun, optimisme publik Portman Road dipastikan meningkat. Promosi pun akan menjadi target realistis bagi klub asal Suffolk tersebut.
Namun, keberhasilan promosi berpotensi membawa dampak besar bagi skuad Ipswich. Perombakan pemain diyakini akan dilakukan demi bersaing di Liga Inggris.

- Instagram - Ipswich Town
Salah satu nama yang terancam hengkang adalah bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott. Pemain berusia 23 tahun itu belum sekalipun tampil di Championship musim ini.
Baggott lebih sering menjadi pelapis bagi bek senior Ipswich. Situasi tersebut membuat masa depannya di Portman Road semakin dipertanyakan.
Padahal, sejak mencuri perhatian pada 2020, Baggott sempat digadang sebagai prospek cerah. Namun, minimnya kesempatan membuat kariernya tidak berkembang signifikan.
Pengamat sepak bola Ipswich dari Football League World, Adam Wilkin, turut memberikan pandangan terkait masa depan sang pemain. Ia menilai keputusan besar harus segera diambil oleh Baggott.

- Instagra - Ipswich Town
Adam Wilkin bahkan menyebut perpisahan bisa menjadi solusi terbaik bagi semua pihak. Terlebih jika Ipswich berhasil promosi pada musim ini.
“Saya pikir Elkan Baggott sangat berguna dalam skuad sebagai bek tengah pilihan keempat, yang merupakan peran yang cukup sulit untuk diisi," kata Adam dikutip dar Football League World, pada Jumat (27/2/2026).
“Saya cukup terkejut dia bermain sebagai bek kiri melawan Wrexham di Piala FA, mengingat dia sebenarnya adalah bek tengah. Dia menjalani masa pinjaman yang cukup baik di Blackpool musim lalu, tetapi mungkin yang terbaik untuk semua pihak adalah dia pindah musim depan."
“Menurut saya jelas bahwa dia tidak akan mampu bersaing di Ipswich Town mengingat usianya dan pemain-pemain lain yang bermunculan, jadi dia akan berguna musim ini, tetapi saya bisa membayangkan dia akan pindah tahun depan.”

- tvOnenews-Julio Tri Saputra
Sejak menembus tim utama, Baggott memang lebih banyak menjalani masa peminjaman. Ia sempat memperkuat Gillingham, Cheltenham Town, Bristol Rovers, hingga Blackpool.
Langkah tersebut dilakukan demi menambah pengalaman dan jam terbang. Namun, peluangnya menembus skuad inti Ipswich tetap belum terbuka.
Sepulang dari masa pinjaman, Baggott hanya sekali masuk bangku cadangan di Championship. Ia juga tampil dua kali di Piala FA, termasuk saat menghadapi Wrexham.
Kondisi ini membuatnya semakin jauh dari rencana utama pelatih Kieran McKenna. Persaingan ketat di lini belakang Ipswich menjadi tantangan berat bagi pemain Timnas Indonesia tersebut.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Baggott perlu mencari klub baru. Bermain secara reguler dinilai penting bagi perkembangan kariernya.
Apalagi, di usia 23 tahun, Baggott harus mendapatkan menit bermain konsisten. Tanpa itu, peluang berkembang di level tertinggi akan semakin sulit.
Jika Ipswich berhasil promosi, ruang bermainnya diyakini semakin sempit. Karena itu, hengkang dianggap sebagai opsi paling realistis demi masa depan.
Keputusan tersebut juga diyakini tidak merugikan klub. Sebaliknya, langkah ini dapat menjadi solusi terbaik bagi kedua belah pihak. (fan)
Load more