Timnas Indonesia Kena Imbas Perang Iran, Pemain Naturalisasi Terancam Batal Ikut FIFA Series 2026?
- instagram Rizky Ridho
tvOnenews.com - Situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah ternyata ikut memberi dampak tidak langsung terhadap persiapan Timnas Indonesia.
Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel membuat jalur penerbangan internasional terganggu, sehingga berpotensi mempersulit perjalanan para pemain diaspora menuju Tanah Air.
Kondisi tersebut diakui langsung oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.
Ia menyebut pihak federasi saat ini memantau perkembangan konflik tersebut karena berpengaruh terhadap mobilitas pemain yang bermain di luar negeri.

- X @timnasindonesia
“Saya sedikit khawatir mengenai hal ini, penerbangan teman-teman [pemain], kalau yang bisa bertanding, dari Eropa sedikit [susah]. Kita tahu situasi di Timur Tengah seperti itu,” kata Arya Sinulingga pada Jumat (6/3/2026).
Pada akhir Maret 2026 nanti, Timnas Indonesia dijadwalkan mengikuti turnamen mini dalam kalender FIFA Matchday bertajuk FIFA Series 2026.
Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dengan dua pertandingan yang akan digelar pada 27 dan 30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Dalam ajang tersebut, skuad Garuda akan menghadapi beberapa negara undangan, yaitu Saint Kitts and Nevis national football team, Solomon Islands national football team, serta Bulgaria national football team.
Sebagian besar pemain diaspora Indonesia saat ini bermain di klub-klub Eropa sehingga harus menempuh perjalanan jauh untuk bergabung dengan tim nasional.
Nama-nama seperti Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Maarten Paes, hingga Justin Hubner menjadi bagian penting dari komposisi tim.
Namun perjalanan mereka ke Indonesia bisa menjadi lebih rumit karena sejumlah maskapai terpaksa menghindari wilayah udara Timur Tengah akibat konflik bersenjata.
“Nanti coba dicari cara bagaimana supaya apakah memungkinkan untuk terbang ke Indonesia atau tidak. Situasi sekarang kita belum tahu bagaimananya, lewat mana,” kata Arya.
PSSI pun tengah mempertimbangkan sejumlah opsi perjalanan alternatif bagi para pemain, termasuk kemungkinan transit melalui negara yang tidak terdampak langsung konflik demi memastikan keamanan perjalanan mereka.
Memanasnya konflik di kawasan tersebut memang berdampak luas terhadap sektor penerbangan internasional.
Banyak negara di Timur Tengah menutup atau membatasi wilayah udaranya setelah serangan militer terjadi, sehingga ribuan penerbangan di seluruh dunia mengalami pembatalan maupun penundaan.
Beberapa hub penerbangan penting seperti Dubai, Doha, dan Abu Dhabi bahkan sempat menghentikan operasi sementara akibat penutupan wilayah udara di sejumlah negara Teluk.
Kondisi ini memaksa maskapai global mengalihkan rute penerbangan atau membatalkan perjalanan demi alasan keselamatan.
Gangguan tersebut juga berdampak pada penerbangan jarak jauh antara Eropa dan Asia yang selama ini banyak melintasi koridor udara Timur Tengah.
Akibatnya, waktu tempuh menjadi lebih panjang dan jumlah penerbangan yang tersedia ikut berkurang.
Dengan situasi yang masih dinamis, PSSI memilih bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan kondisi global dalam beberapa pekan ke depan.
Federasi berharap konflik tidak semakin meluas sehingga seluruh pemain yang dipanggil dapat tiba di Jakarta tepat waktu untuk menjalani pemusatan latihan dan pertandingan FIFA Series.
Kehadiran para pemain diaspora dinilai sangat penting untuk menjaga kekuatan skuad Garuda, terutama karena turnamen tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda internasional berikutnya.
(tsy)
Load more