Di Hadapan Media Ajax, Maarten Paes Ungkap Alasan Membela Timnas Indonesia
- Ajax
tvOnenews.com - Kiper AFC Ajax sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya membuka cerita di balik keputusannya membela skuad Garuda.
Dalam wawancara yang dipublikasikan melalui kanal resmi klub, Paes mengungkap bahwa pilihannya memperkuat Indonesia bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga berkaitan dengan kisah keluarga yang sangat personal.
Penjaga gawang berusia 27 tahun tersebut menyebut sosok neneknya sebagai alasan utama mengapa ia memilih menerima panggilan dari Indonesia national football team.
Sang nenek memiliki hubungan kuat dengan Indonesia karena lahir dan besar di Tanah Air sebelum akhirnya pindah ke Eropa setelah masa perang.
Paes menceritakan bahwa neneknya mengalami masa sulit ketika tinggal di Indonesia pada masa World War II.
Pengalaman tersebut meninggalkan cerita mendalam yang kemudian diwariskan kepada keluarga, termasuk kepada dirinya sejak kecil.
“Nenek saya lahir di sana,” ungkap Paes dikutip dari akun Instagram @afcajax.
“Dia mengalami Perang Dunia Kedua di sana. Dia kehilangan ibunya di usia yang sangat muda. Saat itu, laki-laki dan perempuan dipisahkan, jadi dia tinggal di sana tanpa orang tuanya untuk waktu yang cukup lama.”

- Instagram @maartenpaes
Menurut Paes, sang nenek kemudian bermigrasi ke Belanda setelah perang berakhir dan mulai menjalani kehidupan baru di Eropa.
“Setelah perang, saya rasa setelah lima tahun, mereka datang ke Belanda dengan kapal,” lanjutnya.
“Dia sebenarnya memperkenalkan budaya itu kepada saya sejak usia muda. Ketika dia hampir meninggal di tahun-tahun terakhirnya, saya pikir itu adalah saat yang tepat ketika mereka menghubungi saya lagi.”
“Saat itulah saya akhirnya memutuskan untuk melakukannya,” jelas Maarten Paes.
Sebelum menjalani debutnya bersama Timnas Indonesia, Paes sempat menghabiskan waktu bersama sang nenek untuk memahami identitas barunya sebagai warga negara Indonesia.
Momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat emosional bagi Paes karena mereka mempelajari berbagai hal tentang Indonesia bersama-sama.
“Ini suatu kehormatan besar baginya. Kami belajar lagu kebangsaan bersama, kami belajar Pancasila bersama, yaitu lima aturan utama Indonesia,” kata Paes.
Load more