2 Kabar Buruk Hantam John Herdman dan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
- Instagram @jayidzes - @emil_audero - @elkanbaggott
tvOnenews.com - Era baru Timnas Indonesia di bawah komando pelatih kelas dunia, John Herdman segera dimulai.
Mantan arsitek Timnas Kanada ini dijadwalkan melakoni debut perdananya di ajang FIFA Series 2026 yang akan menggetarkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Laga perdana kontra Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026 akan menjadi ujian awal dalam turnamen tersebut.
Jika berhasil menang, Skuad Garuda sudah ditunggu oleh pemenang laga Bulgaria vs Kepulauan Solomon di partai final pada 30 Maret.
Untuk misi ini, Herdman tak main-main dengan memanggil 41 pemain dalam daftar Garuda Calling.
Skuad kali ini bisa dikatakan benar-benar "mewah" dengan dominasi pemain diaspora yang merumput di liga-liga top Benua Biru.
Sebut saja, seperti Emil Audero (Cremonese), Maarten Paes (Ajax Amsterdam), dan Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach).
Namun, di tengah euforia menyambut debut sang pelatih, ada "awan mendung" yang mengancam persiapan tim.
Dua kabar buruk berikut bisa menjadi penghalang serius bagi Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026.
1. Timur Tengah memanas, Skuad Garuda bisa pincang

- Instagram/timnasindonesia
Kabar buruk pertama datang dari luar lapangan hijau. Meluasnya konflik antara Israel-Amerika dan Iran menciptakan efek domino yang mengancam kepulangan para pemain abroad.
Situasi wilayah udara di Timur Tengah yang tidak stabil memaksa maskapai internasional mengubah rute penerbangan.
Hal ini menjadi mimpi buruk logistik bagi pemain yang terbang dari Eropa menuju Jakarta karena negara-negara transit utama sedang dalam kondisi tidak kondusif.
Exco PSSI, Arya Sinulingga mengonfirmasi bahwa federasi kini dalam status siaga memantau perkembangan tersebut:
"Saya sedikit khawatir mengenai hal ini, penerbangan teman-teman (pemain), kalau yang bisa bertanding, dari Eropa sedikit (susah). Kita tahu situasi di Timur Tengah seperti itu," kata Arya Sinulingga pada Jumat (6/3/2026).
"Nanti coba dicari cara bagaimana supaya apakah memungkinkan untuk terbang ke Indonesia atau tidak. Situasi sekarang kita belum tahu bagaimananya, lewat mana," lanjutnya.
Load more