Dikira Bakal Jadi Bintang Besar Timnas Indonesia, ‘Messi’ yang Pernah Tembus Akademi Ajax Ini Malah Gantung Sepatu di Usia 20 Tahun
- Kolase tvOnenews / @tristan_alif_naufal
tvOnenews.com - Nama Timnas Indonesia sering kali dikaitkan dengan kemunculan talenta muda yang digadang-gadang bakal menjadi bintang besar di masa depan.
Salah satu nama yang sempat membuat publik heboh adalah Tristan Alif Naufal.
Pemain kelahiran Jakarta tersebut dulu dikenal sebagai wonderkid sepak bola Indonesia. Bahkan, ia pernah mendapat perhatian langsung dari pelatih legendaris dunia, Pep Guardiola.
- Instagram/@tristan_alif_naufal
Namun perjalanan karier pemain yang sempat dijuluki sebagai “Lionel Messi Indonesia” itu ternyata tidak berjalan semulus yang diprediksi banyak orang.
Viral Sejak Kecil dan Dipuji Pep Guardiola
Tristan Alif Naufal lahir di Jakarta pada 12 Desember 2004. Namanya mulai dikenal publik sejak masih anak-anak setelah video kemampuan olah bolanya viral di internet.
Dalam video tersebut, Tristan menunjukkan berbagai trik juggling dan kontrol bola yang mengundang decak kagum banyak orang.
Aksinya yang memukau bahkan membuatnya mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Pep Guardiola dalam sebuah acara televisi di Jakarta pada 2012.
- Kolase tvOnenews.com / VIVAnews
Saat itu Guardiola masih menjabat sebagai pelatih Barcelona dan tengah menjalani musim terakhirnya di klub raksasa Spanyol tersebut.
Dalam acara tersebut, Tristan memperagakan kemampuan juggling bola di depan penonton. Penampilannya langsung mendapat tepuk tangan dari Guardiola yang tampak terkesan.
“Barcelona akan memberikan dia tawaran,” ujar Guardiola sambil menunjuk Tristan dalam acara tersebut.
Ucapan itu membuat nama Tristan semakin dikenal luas. Banyak pihak bahkan menjulukinya sebagai “Lionel Messi Indonesia” karena teknik bermainnya dianggap berada di atas rata-rata anak seusianya.
Sempat Menimba Ilmu di Eropa
- Instagram - Tristan Alif
Setelah pertemuan tersebut, Tristan mendapat kesempatan untuk mengembangkan karier sepak bolanya di Eropa.
Ia sempat menjalani trial di akademi Ajax Amsterdam pada 2013 dan juga diminati oleh Feyenoord Rotterdam.
Pada akhirnya, Tristan menerima undangan untuk bergabung dengan akademi Feyenoord di Belanda.
Selama berada di sana, ia berhasil menorehkan sejumlah prestasi di berbagai turnamen usia muda.
Beberapa di antaranya adalah gelar MVP Ajax International Cup 2014, penghargaan Best Player 1v1 Category, serta Coerver Netherlands Master Skillz 2014.
Gagal Tembus Timnas Indonesia U-16
- Kolase tvOnenews.com
Nama Tristan kembali menjadi perhatian publik pada 2019 ketika ia mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-16.
Saat itu tim tersebut dilatih oleh Bima Sakti. Tristan bahkan rela melepas kesempatan trial di Eropa demi mengikuti seleksi bersama skuad Garuda muda.
Namun hasilnya tidak sesuai harapan. Namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang akhirnya dipilih untuk memperkuat Timnas Indonesia U-16.
Setelah itu, perjalanan karier Tristan tidak lagi terlalu sering terdengar di publik.
Pada 2020 ia sempat kembali bermain di SSB Asiop sebelum mencoba peruntungan di level kompetisi senior.
Musim 2023/2024, Tristan diketahui memperkuat klub Liga 3 Banten, Nathan Lebak FC. Saat itu ia mengenakan nomor punggung 10.
Sayangnya tim tersebut gagal melaju jauh setelah tersingkir di babak perempat final dan tidak berhasil lolos ke Liga 3 Nasional.
Selain sepak bola lapangan, Tristan juga sempat menjajal karier di futsal.
Ia diperkenalkan sebagai pemain Halus FC untuk kompetisi Liga Futsal Indonesia musim 2023/2024.
Putuskan Gantung Sepatu di Usia 20 Tahun
Keputusan mengejutkan kemudian datang pada hari ulang tahunnya yang ke-20.
Melalui akun Instagram pribadinya, Tristan mengumumkan bahwa dirinya memutuskan untuk berhenti bermain sepak bola.
Ia mengakui keputusan tersebut bukan hal yang mudah, namun menurutnya menjadi langkah terbaik untuk masa depannya.
"Di umur 20 tahun ini keputusan saya ambil adalah keputusan yang sangat berat dan juga insyaAllah baik untuk berhenti BERMAIN SEPAKBOLA," kata Tristan melalui Instagram resminya.
Setelah gantung sepatu, Tristan tetap memilih berkiprah di dunia sepak bola melalui jalur yang berbeda.
Pada awal 2025, ia diperkenalkan sebagai salah satu pelatih di Shin Tae-yong Academy.
- Instagram - Tristan Alif
Di akademi tersebut, Tristan bekerja bersama pelatih kepala Na Hyosung serta staf pelatih lainnya untuk membina pemain muda.
Melalui media sosialnya, Tristan juga kerap membagikan aktivitasnya sebagai pelatih sekaligus memberikan berbagai tips latihan untuk pemain muda.
Ia bahkan memiliki mimpi besar untuk masa depan sepak bola Indonesia.
"Sekarang lagi sibuk-sibuknya ngelatih sih sekarang, lagi mau ambil lisensi," kata Tristan Alif dilansir dari YouTube Sport77 Official.
Menurutnya, salah satu cita-citanya adalah membantu melahirkan lebih banyak pemain Indonesia yang bisa berkarier di luar negeri.
“Kalau bisa kita menciptakan pemain (asli) Indonesia yang benar-benar Indonesia tapi bermainnya di luar negeri semua,” tegasnya.
Meski kariernya sebagai pemain tidak berjalan sesuai ekspektasi banyak orang, Tristan Alif Naufal tetap berharap bisa memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sepak bola Indonesia lewat jalur kepelatihan. (asl)
Load more