Jawaban PSSI soal Rumor Patah Kaki Ole Romeny Muncul Jelang FIFA Series 2026
- Instagram @oleromeny
tvOnenews.com - Kabar mengenai kondisi striker Timnas Indonesia Ole Romeny tengah menjadi perhatian setelah muncul laporan bahwa sang pemain mengalami cedera saat membela klubnya Oxford United.
Isu yang beredar menyebutkan bahwa Romeny mengalami patah kaki ketika menjalani sesi latihan bersama tim yang berlaga di EFL Championship tersebut.
Cedera itu disebut-sebut menjadi alasan absennya Romeny dalam dua pertandingan terakhir Oxford United di kompetisi musim 2025/2026.
- Instagram @oleromeny
Situs statistik sepak bola Transfermarkt bahkan mencantumkan bahwa penyerang berusia 25 tahun itu tengah mengalami masalah fraktur pada bagian kakinya.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Sumardji mengaku belum mendapatkan informasi pasti terkait kondisi Romeny.
“Saya belum tahu malah ini. Saya belum tahu, sampai hari ini saya belum tahu,” ujar Sumardji.
Romeny sendiri memang memiliki riwayat cedera cukup serius sebelumnya. Pada tahun lalu, ia sempat mengalami patah tulang metatarsal di kaki kanan saat membela Oxford United pada ajang Piala Presiden 2025 yang digelar pada Juli 2025.
- Tangkapan Layar
Meski harus menjalani operasi, proses pemulihan Romeny berlangsung cukup cepat.
Ia bahkan sudah kembali bermain pada Oktober 2025 untuk memperkuat Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Namun setelah kembali dari cedera tersebut, performa Romeny belum sepenuhnya kembali seperti sebelumnya. Ia tercatat belum mencetak gol dalam 14 pertandingan bersama Oxford United.
Sejak dinaturalisasi oleh PSSI pada Februari 2025, Romeny telah mencatatkan tiga gol dari enam penampilan bersama Timnas Indonesia. Menariknya, ketiga gol tersebut tercipta dalam tiga laga pertamanya bersama skuad Garuda.
Nama Romeny juga masuk dalam daftar 41 pemain yang dipanggil pelatih John Herdman untuk persiapan menghadapi FIFA Series 2026.
Turnamen tersebut akan berlangsung pada 27 hingga 30 Maret 2026 dan diikuti oleh Bulgaria, Solomon Islands, serta Saint Kitts and Nevis.
Load more