Sumardji Blak-blakan soal Pemain Naturalisasi Baru Timnas Indonesia yang Diminta John Herdman
- ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/YU
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, angkat bicara terkait kabar pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang mengusulkan dua pemain asal Eropa untuk menjalani proses naturalisasi. Isu tersebut mencuat setelah Herdman diketahui melakukan pemantauan pemain di luar negeri beberapa waktu lalu.
Timnas Indonesia kini tengah memasuki era baru di bawah asuhan pelatih John Herdman. Dalam waktu dekat, skuad Garuda akan tampil dalam ajang FIFA Series 2026.
Ajang tersebut nantinya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 27 dan 30 Maret mendatang. Jay Idzes dan kawan-kawan tergabung bersama tiga tim lainnya, yakni Timnas Saint Kitts dan Nevis, Timnas Bulgaria, serta Timnas Kepulauan Solomon.
John Herdman pun telah memanggil 41 pemain untuk membela Timnas Indonesia. Namun menariknya, selain nama-nama dalam skuad sementara tersebut, ia juga mengajukan dua pemain keturunan untuk diproses naturalisasi.
Meski demikian, informasi terkait dua calon pemain Timnas Indonesia itu masih terbatas. PSSI belum mengungkapkan siapa sosok yang dimaksud.
Sumardji menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memberikan banyak keterangan mengenai kabar tersebut. Ia menyebut proses terkait naturalisasi masih berada pada tahap awal sehingga belum dapat dijelaskan secara rinci.
"Untuk itu, saya belum bisa berbicara banyak kaitannya dengan naturalisasi," ujar Sumardji, Jumat (13/3/2026).
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
"Itu nanti akan kami sampaikan di kesempatan berikutnya. Kami akan tunggu dulu perkembangannya," tambahnya.
Kabar mengenai rencana penambahan pemain naturalisasi ini berkaitan dengan agenda kunjungan John Herdman ke Eropa. Pada akhir Januari hingga awal Februari 2026, pelatih asal Inggris tersebut melakukan pemantauan langsung terhadap sejumlah pemain yang berkarier di Benua Biru.
Dalam kunjungan tersebut, Herdman memantau pemain abroad yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia. Selain itu, ia juga melihat peluang dari pemain diaspora yang memiliki garis keturunan Indonesia.
Sementara itu, anggota Komite Eksekutif PSSI lainnya, Arya Sinulingga, turut memberikan tanggapan mengenai kabar tersebut. Ia tidak menampik bahwa ada calon pemain yang sedang diproses untuk dinaturalisasi.
Meski demikian, Arya mengaku belum mengetahui secara pasti jadwal pembahasan naturalisasi pemain tersebut di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Menurutnya, pihaknya masih menunggu perkembangan dari proses administrasi yang sedang berjalan.
"Iya, calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia sudah masuk proses. Soal sidang di DPR, saya belum tahu. Masih cek lagi di DPR," kata Arya.
"Soal jumlah pemain, belum tahu. Kita tunggu saja," sambung pria yang juga tangan kanan Ketua PSSI, Erick Thohir, tersebut.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Proses naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia sendiri harus melalui sejumlah tahapan sebelum resmi rampung. Tahapan tersebut melibatkan berbagai lembaga negara.
Prosesnya dimulai dari pengajuan oleh PSSI kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Setelah itu, berkas akan diproses oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenkum RI).
Selanjutnya, dokumen tersebut akan melalui pemeriksaan oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg RI) serta Badan Intelijen Negara (BIN). Setelah tahapan tersebut, pengajuan naturalisasi akan dibawa kepada Presiden Republik Indonesia.
Apabila mendapatkan persetujuan presiden, proses akan dilanjutkan dengan pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Setelah disetujui DPR, pemerintah akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres).
Tahapan terakhir adalah pengambilan sumpah kewarganegaraan di Kementerian Hukum Republik Indonesia. Setelah proses tersebut selesai, pemain yang bersangkutan resmi berstatus sebagai Warga Negara Indonesia.
Arya juga menjelaskan bahwa pembahasan naturalisasi kemungkinan baru akan kembali digencarkan setelah agenda besar Timnas Indonesia selesai. Menurutnya, jadwal saat ini cukup padat dengan sejumlah kegiatan tim nasional.
"Ya, setelah itu. Karena kan mepet. Tidak mungkin lagi," pungkas Arya.
(igp)
Load more