Kritik Keras Coach Justin untuk Jersey Anyar Timnas Indonesia Buatan Kelme
- Tangkapan Layar YouTube Coach Justin
tvOnenews.com - Peluncuran jersey terbaru Timnas Indonesia yang diproduksi oleh brand asal Spanyol Kelme, memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.
Seragam anyar skuad Garuda tersebut tampil dengan desain berbeda dari sebelumnya, namun bukan hanya tampilannya yang menjadi sorotan.
Harga resmi jersey itu justru menuai kritik, salah satunya dari pengamat sepak bola yang dikenal vokal, Justinus Lhaksana atau Coach Justin.
- instagram timnas indonesia
Ia mengaku awalnya mencoba melihat peluncuran jersey tersebut secara objektif dan menilai desainnya sebenarnya tidak buruk.
“Impression pertama dari IG, sekali lagi dari IG, is not bad. It’s not bad,” ujar Coach Justin.
Menurutnya, desain jersey kali ini memang menampilkan aksen putih yang lebih dominan dibandingkan model sebelumnya. Namun hal itu masih dianggap sebagai variasi yang wajar dalam desain seragam.
“Sebenarnya enggak jelek. Putihnya kan banyak. Jadi untuk gue ini bukan jersey yang jelek,” lanjutnya.
Meski demikian, Coach Justin juga mengakui banyak komentar dari netizen yang menilai desain tersebut lebih mirip jersey bulu tangkis dibandingkan sepak bola. Ia bahkan sempat mencari referensi untuk memastikan pendapat tersebut.
“Gue googling dong. Gue googling. I have to say netizen benar. Ini lebih mirip ke jersey badminton,” ujarnya.
Namun menurutnya, perdebatan mengenai desain masih bersifat subjektif karena berkaitan dengan selera masing-masing. Kritik utamanya justru tertuju pada harga jersey terbaru Timnas Indonesia yang dinilai terlalu tinggi.
Harga resmi jersey versi player issue disebut mencapai sekitar Rp1,5 juta. Angka tersebut dianggap tidak sejalan dengan daya beli masyarakat Indonesia.
“Tapi harganya untuk gua enggak make sense. 1,5 juta itu tidak masuk akal,” tegasnya.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Coach Justin kemudian membandingkan harga tersebut dengan jersey dari brand global seperti Adidas yang memproduksi seragam tim nasional besar dunia.
Ia menyebut jersey player issue tim seperti Jerman dan Argentina dijual sekitar Rp2 juta.
Meski demikian, menurutnya harga tersebut masih relevan dengan daya beli masyarakat di negara asalnya.
“Di negaranya sendiri, di Eropa atau Amerika, 2 juta itu kecil. Orang Jerman gajinya average mungkin 2.500 euro. Beli jersey 2 juta itu nothing,” jelasnya.
Sebaliknya di Indonesia, ia menilai harga tersebut terasa sangat berat jika dibandingkan dengan upah minimum di berbagai daerah.
Ia mencontohkan Upah Minimum Regional (UMR) di Jakarta yang berada di kisaran Rp6 juta per bulan.
Dengan kondisi itu, harga jersey Rp1,5 juta setara sekitar 25 persen dari penghasilan bulanan. Persentase tersebut bahkan lebih tinggi di kota lain seperti Surakarta dan Yogyakarta yang memiliki UMR sekitar Rp2,5 juta hingga Rp2,6 juta.
Menurut Coach Justin, tidak masuk akal jika seseorang harus mengeluarkan hingga setengah dari gajinya hanya untuk membeli satu jersey tim nasional.
Ia juga menyinggung posisi Kelme dalam industri apparel olahraga global yang dinilai tidak berada di level teratas seperti Nike, Adidas, atau Puma.
Selain itu, faktor produksi juga disebut menjadi pertimbangan. Coach Justin menyebut sebagian besar produksi apparel Kelme dilakukan di China yang dikenal memiliki biaya tenaga kerja relatif rendah.
Dengan berbagai faktor tersebut, ia menilai harga Rp1,5 juta sulit untuk dibenarkan.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
“1,5 juta itu enggak bisa di-justify sama sekali. Tidak dari sisi produksi, tidak dari sisi image internasional, tidak dari sisi daya beli orang Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap pihak Kelme dapat mempertimbangkan kembali harga tersebut agar lebih terjangkau sehingga lebih banyak suporter bisa membeli jersey asli Timnas Indonesia.
Menurutnya, harga yang lebih realistis justru akan meningkatkan minat masyarakat untuk membeli produk resmi.
Sementara itu, jersey terbaru Timnas Indonesia resmi diperkenalkan dalam acara Leave Your Mark yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 12 Maret 2026.
Seragam kandang tetap mempertahankan warna merah sebagai identitas utama, dengan aksen putih di bagian kerah dan lengan. Sementara jersey tandang didominasi warna putih dengan sentuhan merah.
Kerja sama antara PSSI dan Kelme akan berlangsung hingga 2030. Apparel tersebut nantinya digunakan oleh seluruh tim nasional Indonesia, baik sepak bola maupun futsal.
Jersey anyar ini dijadwalkan menjalani debut saat Timnas Indonesia tampil pada turnamen FIFA Series 2026 yang digelar pada akhir Maret mendatang.
Load more