Bicara di Depan Publik Bulgaria, Ivan Kolev Bongkar Kekurangan Timnas Indonesia: Fasilitas di Sana Cukup Buruk
- chernomoretz1919.com
tvOnenews.com - Pelatih legendaris asal Bulgaria Ivan Kolev mendadak curhat kepada media lokal mengenai pengalamannya selama melatih Timnas Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ivan Kolev mengungkapkan apa saja kekurangan yang dimiliki Timnas Indonesia, salah satunya adalah fasilitas buruk di era kepelatihannya.
FIFA Series 2026 akan berlangsung dalam hitungan hari, Timnas Indonesia berpotensi bertemu Bulgaria andai bisa kandaskan Saint Kitts and Nevis.
Hal ini juga berlaku bagi Bulgaria, di mana mereka mesti kandaskan Kepulauan Solomon jika bertekad untuk hadapi Timnas Indonesia pada laga pamungkas.
Bulgaria akan menjadi lawan yang terbilang sepadan bagi Timnas Indonesia. Kemenangan dari mereka bahkan bisa bikin posisi skuad Garuda di ranking FIFA melonjak.
Ini karena Bulgaria berada di atas Timnas Indonesia dalam urusan ranking FIFA yakni 88, sedangkan pasukan John Herdman hanya menempati peringkat 127.
Di sisi lain, Bulgaria dan Timnas Indonesia secara tidak langsung punya keterikatan. Yang paling dekat adalah harmonisasi pelatih Aleksandar Dimitrov.
Namun jika membahas Aleksandar Dimitrov yang notabene legenda Persipura Jayapura, jangan lupakan sosok Ivan Kolev, eks pelatih Timnas Indonesia dan beberapa klub tanah air.
Ivan Kolev tentu bukan nama asing bagi fans Timnas Indonesia. Bagaimana tidak, ia pernah melatih Garuda selama dua periode yakni pada 2001-2003 serta 2007.
Namun, kedatangan Ivan Kolev di sepak bola Indonesia telah terjadi sejak beberapa tahun sebelumnya, di mana dia ditunjuk sebagai pelatih Persija Jakarta pada 1999.
Setelahnya, pelatih 68 tahun itu menukangi Timnas Indonesia, Mitra Kukar, Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, balik ke Persija Jakarta lagi serta PS TNI.
Saat melatih Persipura Jayapura, Ivan Kolev kemudian memboyong Aleksandar Dimitrov, pelatih Bulgaria sekarang yang saat itu masih aktif sebagai pemain sepak bola.
Ivan Kolev Singgung Fasilitas Timnas Indonesia
- chernomoretz1919.com
Ketika diwawancarai oleh media Bulgaria dsport, Ivan Kolev blak-blakan cerita mengenai pengalaman panjangnya melatih Timnas Indonesia.
Tapi yang keluar dari ucapan Ivan Kolev adalah mengenai buruknya fasilitas Timnas Indonesia di era kepelatihannya. Secara khusus, ia mengkritik sarana pertandingan.
Bahkan katanya, fasilitas yang buruk membuat sepak bola Indonesia mengalami kesulitan untuk berkembang. Namun, Ivan Kolev berharap jika itu telah membaik.
“Situasinya sangat serius saat itu. Organisasi sepak bola itu sendiri, yang diatur oleh negara, mewajibkan klub-klub untuk membangun stadion mereka sendiri, dan tidak ada presiden yang mau memberikan jutaan dolar,” kata Kolev.
“Karena alasan ini, pemerintah daerah yang memelihara stadion, kondisinya tidak begitu baik, kecuali lapangannya. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa Indonesia kesulitan berkembang saat itu,” lanjutnya.
“Mereka memiliki pemain-pemain bagus, tetapi tidak memiliki fasilitas dan lapangan yang memadai — Semoga keadaannya sudah membaik,” tegas eks Persija ini.
Ivan Kolev Ingin Kembali ke Indonesia
- Persija
Saat ditanya media Bulgaria apakah masih berkeinginan untuk kembali berkarier di Indonesia, Ivan Kolev mengaku tidak menutup peluang tersebut.
“Tergantung alasan saya kembali. Sejujurnya, saya meninggalkan banyak kenalan dan teman di sana. Saya bisa kembali kapan saja,“ ucap Ivan Kolev.
Akan tetapi, prinsip Ivan Kolev yang memegang erat komitmen jika diberi mandat oleh satu tim membuatnya tak memikirkan bakal ke Indonesia dalam waktu dekat.
Saat ini, pelatih 68 tahun tersebut tengah bertugas memimpin Chernomorets Burgas, klub yang lagi berada di jalur juara Liga Bulgaria 2025/2026.
“Setahun yang lalu, mereka mengumumkan saya sebagai pelatih dekade ini atau semacamnya. Sayangnya, komitmen saya di sini tidak memungkinkan,“ lanjut Kolev.
“Saya akan dengan senang hati kembali untuk tinggal sementara waktu. Saya tidak pernah memikirkan tim selanjutnya saat saya berada di satu tim, itu aturannya,” pungkasnya.
(han)
Load more