Media Vietnam Sindir Kasus Dean James, Disamakan dengan Skandal Naturalisasi Malaysia
- Instagram @deanjames
tvOnenews.com - Media Vietnam kembali menyoroti polemik yang melibatkan pemain Timnas Indonesia, Dean James, jelang ajang FIFA Series 2026. Sorotan tersebut berkaitan dengan persoalan izin kerja sang pemain di Belanda yang dinilai bermasalah.
Isu ini mencuat setelah klubnya, Go Ahead Eagles, meraih kemenangan telak 6-0 atas NAC Breda dalam pekan ke-27 Eredivisie.
Usai pertandingan, pihak NAC Breda menemukan dugaan bahwa Dean James tidak memiliki izin kerja yang sesuai dengan regulasi di Belanda.
- Facebook - Go Ahead Eagles
Secara aturan, pemain yang telah berganti kewarganegaraan seharusnya kehilangan status sebagai warga negara Belanda.
Namun dalam praktiknya, masih ada sejumlah pemain yang tetap menyimpan paspor Belanda meski telah berpindah kewarganegaraan.
Dalam hal ini, lembaga imigrasi Belanda, Immigratie en Naturalisatiedienst (IND), dinilai lalai karena tidak mendeteksi persoalan ini lebih awal.
Akibat kelalaian tersebut, kasus yang selama bertahun-tahun tidak tersentuh akhirnya mencuat, dan Dean James menjadi salah satu pemain yang diduga terdampak.
“Jika Go Ahead Eagles belum mengajukan izin kerja untuknya, maka dia tidak memenuhi syarat untuk bermain,” kata Dolf Sergaar, pengacara NAC Breda.
“Saat ini dia adalah 'pemain non-Uni Eropa,' dan itu berarti izin kerja diperlukan. Selain itu, dia harus mendapatkan gaji dengan standar yang lebih tinggi,” sambungnya.
Sorotan dari media Vietnam, seperti Soha, bahkan meluas dengan membandingkan kasus ini dengan isu naturalisasi ilegal di Malaysia.
Mereka menilai, apabila Dean James terbukti melanggar aturan, maka federasi sepak bola Belanda, KNVB, juga perlu menyelidiki pemain naturalisasi Indonesia lainnya yang bermain di Belanda.
Beberapa nama yang disebut antara lain Maarten Paes, Nathan Tjoe-A-On, Tim Geypens, Justin Hubner, Mees Hilgers, serta Miliano Jonathans.
“Saat ini, setidaknya tujuh pemain tim nasional Indonesia keturunan Belanda masih bermain di Belanda, baik di Liga Primer maupun Divisi Pertama,“ tulis Soha.
“Jika KNVB (Asosiasi Sepak Bola Indonesia) mengambil tindakan terhadap Dean James, mereka juga harus mengambil tindakan terhadap pemain tim nasional Indonesia lainnya,” lanjutnya.
Media tersebut juga menyinggung kesamaan dengan kasus di Malaysia.
“Kasus Indonesia pada dasarnya cukup mirip dengan skandal naturalisasi palsu di sepak bola Malaysia, keduanya melibatkan penggunaan pemain tanpa kualifikasi yang semestinya,“ tulis mereka.
“Namun, dalam hal skala pelanggaran dan dampaknya, kasus Indonesia jauh lebih kecil,“ pungkasnya.
Di sisi lain, pihak klub memberikan pembelaan. Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, menyatakan siap menghadapi proses hukum jika diperlukan.
Ia mengakui adanya keraguan terkait izin kerja Dean James, namun menilai persoalan ini telah dibesar-besarkan.
“Saat itu memang dikenakan denda. Jika KNVB sekarang mengatakan kami melanggar aturan, seperti yang ditekankan oleh NAC, maka kami akan membawa hal ini ke pengadilan,“ ujarnya.
“Kami akan coba jelaskan apa bedanya dengan beberapa tahun lalu,” tegasnya.
Sementara itu, Dean James dikabarkan dicoret dari skuad Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026.
Sebelumnya, pelatih John Herdman telah memanggil 24 pemain untuk masuk dalam daftar skuad final. Tim Garuda dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis national football team, sementara Bulgaria national football team akan berhadapan dengan Solomon Islands national football team pada 27 Maret di Stadion Gelora Bung Karno. (han/ind)
Load more