Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, kok Banyak yang Remehkan Timnas Indonesia, Padahal Kualitasnya Setara Tim Eropa Tengah
- ANTARA FOTO/Fauzan
tvOnenews.com - Timnas Indonesia memang harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor 0-1 pada laga final FIFA Series 2026 di Jakarta.
Gol semata wayang yang dicetak melalui titik putih menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.
Namun di balik hasil itu, muncul pengakuan mengejutkan dari pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov. Alih-alih meremehkan, ia justru melontarkan pujian tinggi kepada skuad Garuda.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Dalam laporan media Bulgaria, Sportal.bg, Dimitrov secara terbuka mengungkapkan kebingungannya terhadap anggapan yang selama ini merendahkan level sepak bola Indonesia.
Ia menilai narasi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ia lihat langsung di lapangan.
Lebih jauh, pelatih berusia 48 tahun itu bahkan menyamakan kualitas Timnas Indonesia dengan tim-tim dari kawasan Eropa Tengah.
“Omong kosong belaka tentang level sepak bola Indonesia. Tim Indonesia terdiri dari pemain-pemain bagus dan bagi saya terlihat seperti tim Eropa Tengah,” ungkap Dimitrov.
- X @timnasindonesia
Sebuah pernyataan yang tentu cukup mengejutkan, mengingat perbedaan persepsi yang selama ini berkembang.
“Saya kira Anda mengomentari berapa banyak pemain dan di mana mereka bermain. Ini membuat kemenangan kami semakin bermakna bagi kami,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa perkembangan Timnas Indonesia mulai mendapat pengakuan dari luar.
Dimitrov menilai keberadaan pemain diaspora dan mereka yang berkarier di Eropa memberikan dampak signifikan terhadap kualitas permainan tim.
Dalam pertandingan itu sendiri, Indonesia sebenarnya tampil cukup berani. Skuad asuhan John Herdman sempat memberikan tekanan di awal laga dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.
- Instagram/timnasindonesia
Namun Bulgaria mampu merespons dengan baik. Mereka bermain lebih efektif dan memanfaatkan skema serangan balik hingga akhirnya mendapatkan penalti pada menit ke-38.
Eksekusi yang dilakukan Marin Petkov menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.
Meski menang, Dimitrov mengakui bahwa laga berjalan tidak mudah. Ia bahkan menyebut kemenangan tersebut terasa lebih berarti karena diraih atas lawan dengan kualitas tinggi.
Load more