News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Tim Geypens akhirnya buka suara soal paspoortgate di media Belanda. Kini ia kembali bermain dan hadapi dilema kewarganegaraan.
Sabtu, 11 April 2026 - 13:11 WIB
Pemain Timnas Indonesia Junior Tim Geypens
Sumber :
  • FC Emmen

tvOnenews.com - Bek muda FC Emmen sekaligus pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Tim Geypens, akhirnya kembali bernapas lega. 

Setelah sempat tersandung polemik kewarganegaraan yang dikenal sebagai “paspoortgate”, ia kini diperbolehkan kembali berlatih dan bermain sepak bola secara profesional di Belanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepastian itu ia sampaikan langsung dalam wawancara bersama media Belanda, Dagblad van het Noorden, yang mengangkat kisah peliknya dalam artikel berjudul “Tim Geypens (20) kembali menjadi pesepak bola profesional di FC Emmen. Saya tiba-tiba menjadi ilegal di negara saya sendiri”.

“Tadi malam pengacara saya menelepon dan mengatakan saya boleh kembali ke lapangan,” ujar Tim Geypens dilansir dari Dagblad van het Noorden (DVHN).

Kabar itu kemudian diperkuat oleh FC Emmen yang pada Kamis (9/4/2026) mengumumkan sang pemain telah mendapatkan izin tinggal sementara hingga 2031, dengan opsi perpanjangan.

“Pagi ini saya bangun dengan sangat bahagia, karena saya kembali menjadi pesepak bola dan bisa kembali ke klub. Kondisi fisik saya terjaga, sentuhan bola sempat sedikit kaku, tapi cepat kembali,” tutur Tim Geypens.

Perjalanan karier Geypens memang tidak biasa. Ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 8 Februari 2025 melalui proses naturalisasi di KBRI London.

Saat itu, ia bersama dua pemain lain, Ole Romeny dan Dion Markx, diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia kelompok usia.

Namun keputusan tersebut membawa konsekuensi besar. Baik Indonesia maupun Belanda sama-sama menganut asas kewarganegaraan tunggal.

Artinya, saat Geypens memilih menjadi WNI, secara hukum ia kehilangan status sebagai warga negara Belanda.

Sayangnya, konsekuensi ini tidak sepenuhnya ia pahami saat mengambil keputusan.

“Tidak, kehilangan kewarganegaraan Belanda saat mengambil keputusan itu tidak pernah benar-benar dibahas. Saya juga kurang mendalaminya, dan itu adalah kesalahan saya sendiri,” ucap Tim Geypens.

Meski begitu, ia tidak menyalahkan pihak mana pun, termasuk federasi sepak bola Indonesia maupun agennya.

“Mungkin mereka bisa menjelaskan konsekuensinya dengan lebih jelas, tetapi saya sendiri juga kurang memperhatikannya. Semuanya terlihat begitu indah, saya berada dalam semacam tunnel vision,” katanya.

Situasi menjadi rumit ketika status hukumnya di Belanda dipertanyakan. 

Geypens mengaku mengalami kondisi yang sangat janggal—ia merasa seperti orang asing di negara tempat ia lahir dan tumbuh.

“Rasanya sangat aneh. Tiba-tiba saya menjadi ilegal di Belanda, negara tempat saya lahir dan bersekolah. Sekarang saya menyadari bahwa hukum tetaplah hukum, jadi harus ada solusi. Mungkin mereka akan menyesuaikan aturan di Indonesia terkait paspor ganda,” imbuh Tim Geypens.

Ia bahkan masih bisa mengakses DigiD, sistem identitas digital resmi pemerintah Belanda.

Hal ini memunculkan kejanggalan karena secara administratif digital ia masih tercatat, meskipun secara hukum statusnya telah berubah.

“Saya masih bisa masuk ke DigiD dan sebagainya. Sepertinya antar pemerintah juga tidak sepenuhnya saling terhubung,” ucap Tim Geypens.

Dalam laporan DVHN, muncul pertanyaan besar: apakah Geypens bisa kembali menjadi warga negara Belanda?

Pemain kelahiran Oldenzaal, 21 Juni 2005 itu mengaku kini menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada agen dan tim hukumnya.

“Mereka berbicara dengan istilah-istilah sulit dan bahasa hukum. Saya hanya ingin tahu apakah saya bisa kembali menjadi warga negara Belanda dan apa dampaknya terhadap kewarganegaraan Indonesia saya,” terang Tim Geypens.

Secara hukum, Belanda memang memungkinkan proses naturalisasi ulang, tetapi prosedurnya panjang dan tidak otomatis. 

Di sisi lain, Indonesia belum membuka ruang kewarganegaraan ganda permanen, meski wacana ini beberapa kali mencuat, terutama dalam konteks atlet diaspora.

Di tengah badai tersebut, karier Geypens di FC Emmen justru menunjukkan titik terang.

Klub dikabarkan berencana memperpanjang kontraknya.

Namun, ada aspek lain yang sempat menjadi sorotan: statusnya sebagai pemain non-Uni Eropa.

Berdasarkan regulasi liga Belanda, pemain non-EU biasanya harus menerima gaji minimum yang cukup tinggi, mencapai ratusan ribu euro per tahun.

Geypens mengindikasikan bahwa persoalan itu kini sudah menemukan jalan keluar.

“Sepertinya sekarang saya memiliki jenis izin kerja yang berbeda sehingga masalah itu bisa terselesaikan. Dalam beberapa minggu terakhir saya menjadi sorotan dan banyak orang menulis berbagai hal tentang saya,” kata Tim Geypens.

“Itu tidak selalu menyenangkan. Bukan karena apa yang saya lakukan di lapangan, tetapi karena hal-hal di luar itu. Saya ingin membalikkan keadaan tersebut,” paparnya.

Ironisnya, di tengah proses panjang naturalisasi, Geypens justru belum sempat mencatatkan debut bersama Timnas Indonesia.

Ia sempat dipanggil untuk FIFA Series 2026, namun batal tampil akibat kasus yang menjeratnya.

Kini, setelah masalah hukumnya mulai mereda, peluang itu kembali terbuka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun semuanya masih bergantung pada kejelasan status kewarganegaraannya ke depan.

(tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Orang Tua Bayi yang Hampir Tertukar di RSHS Bandung Hanya Berpenghasilan 500 Ribu, Dedi Mulyadi Langsung Kasih Rp10 Juta

Orang Tua Bayi yang Hampir Tertukar di RSHS Bandung Hanya Berpenghasilan 500 Ribu, Dedi Mulyadi Langsung Kasih Rp10 Juta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung memberikan bantuan uang Rp10 juta kepada orang tua dari bayi yang tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.
Dari VNL ke Proliga, Malwina Cecylia Smarzek Buktikan 'Level' Kelas Dunia: Senjata Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Dari VNL ke Proliga, Malwina Cecylia Smarzek Buktikan 'Level' Kelas Dunia: Senjata Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Malwina Cecylia Smarzek menjelma menjadi tumpuan utama serangan Popsivo Polwan di final four Proliga 2026. Ia tercatat sebagai top scorer VNL 2018 dan 2019, dengan
Mundur dari Ketum PB IPSI, Prabowo Umumkan Era Baru Pencak Silat

Mundur dari Ketum PB IPSI, Prabowo Umumkan Era Baru Pencak Silat

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Begini Respons Sugiono soal Namanya Santer Jadi Calon Ketua Umum PB IPSI Gantikan Prabowo

Begini Respons Sugiono soal Namanya Santer Jadi Calon Ketua Umum PB IPSI Gantikan Prabowo

Di tengah proses munas yang tengah berlangsung, nama Sugiono menjadi salah satu yang paling diperhitungkan menggantikan Presiden Prabowo sebagai Ketum PB IPSI.
Tertegun dengan Sistem Bank, KDM Minta Layanan Samsat seperti Perbankan Buntut Jutaan Warga Jabar Nunggak PKB

Tertegun dengan Sistem Bank, KDM Minta Layanan Samsat seperti Perbankan Buntut Jutaan Warga Jabar Nunggak PKB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) berharap Samsat belajar dari sistem layanan perbankan demi wujudkan SE pajak kendaraan (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Mengenal Malwina Cecylia Smarzek yang Jadi Mesin Poin Popsivo Polwan: 27 Spike Hancurkan Jakarta Electric PLN di Final Four Proliga 2026!

Mengenal Malwina Cecylia Smarzek yang Jadi Mesin Poin Popsivo Polwan: 27 Spike Hancurkan Jakarta Electric PLN di Final Four Proliga 2026!

Performa impresif Malwina Cecylia Smarzek jadi bukti nyata pemain kelas dunia. Opposite asal Polandia ini tampil bak mesin poin tanpa henti, mencetak 28 angka yang hampir

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Tim Geypens akui ingin jadi WN Belanda lagi usai passportgate. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini lahir di Belanda tapi tiba-tiba jadi ilegal di negeri sendiri.
Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Tim Geypens akhirnya buka suara soal paspoortgate di media Belanda. Kini ia kembali bermain dan hadapi dilema kewarganegaraan.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Akui Thailand Favorit Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Tegaskan Timnas Indonesia Siap Mati-matian di Final

Akui Thailand Favorit Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Tegaskan Timnas Indonesia Siap Mati-matian di Final

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengakui keunggulan Thailand jelang final Piala AFF Futsal 2026. Ia bahkan sebut lawannya sebagai favorit kuat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT