Sempat ‘Ilegal’ di Negeri Sendiri Gara-gara Paspoortgate, Tim Geypens Blak-blakan Ingin Kembali Jadi Warga Belanda?
- instagram Tim Geypens
tvOnenews.com - Bek muda FC Emmen sekaligus pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Tim Geypens, akhirnya buka suara terkait polemik kewarganegaraan yang sempat mengguncang kariernya.
Dalam wawancara bersama media Belanda Dagblad van het Noorden, Geypens menceritakan momen sulit ketika dirinya tiba-tiba kehilangan status hukum di negara tempat ia lahir.
“Tadi malam pengacara saya menelepon dan mengatakan saya boleh kembali ke lapangan,” ujar Tim Geypens dilansir dari DVHN.
Setelah melewati periode penuh ketidakpastian, Geypens kini bisa kembali fokus ke sepak bola.
Pihak klub mengonfirmasi bahwa ia telah mengantongi izin tinggal sementara hingga 2031.
“Pagi ini saya bangun dengan sangat bahagia, karena saya kembali menjadi pesepak bola dan bisa kembali ke klub. Kondisi fisik saya terjaga, sentuhan bola sempat sedikit kaku, tapi cepat kembali,” tutur Tim Geypens.
Kembalinya ia ke lapangan menjadi titik terang setelah sempat terhenti akibat polemik yang dikenal dengan istilah “paspoortgate”.
Masalah ini bermula saat Geypens resmi menjadi WNI pada 8 Februari 2025 di London, bersama Ole Romeny dan Dion Markx.
Namun keputusan tersebut membawa konsekuensi besar. Baik Indonesia maupun Belanda sama-sama tidak mengakui kewarganegaraan ganda untuk orang dewasa.
Artinya, saat memilih menjadi WNI, secara otomatis ia kehilangan status sebagai warga negara Belanda.
“Tidak, kehilangan kewarganegaraan Belanda saat mengambil keputusan itu tidak pernah benar-benar dibahas. Saya juga kurang mendalaminya, dan itu adalah kesalahan saya sendiri,” ucap Tim Geypens.
Ia juga mengakui sempat terlena dengan peluang karier yang terbuka lebar.
“Mungkin mereka bisa menjelaskan konsekuensinya dengan lebih jelas, tetapi saya sendiri juga kurang memperhatikannya. Semuanya terlihat begitu indah, saya berada dalam semacam tunnel vision,” katanya.
“Saya Jadi Ilegal di Negara Sendiri”
Situasi semakin rumit ketika status hukumnya di Belanda dipertanyakan.
Geypens bahkan mengaku merasa seperti orang asing di tanah kelahirannya.
“Rasanya sangat aneh. Tiba-tiba saya menjadi ilegal di Belanda, negara tempat saya lahir dan bersekolah. Sekarang saya menyadari bahwa hukum tetaplah hukum, jadi harus ada solusi. Mungkin mereka akan menyesuaikan aturan di Indonesia terkait paspor ganda,” imbuh Tim Geypens.
Yang membuat situasi semakin janggal, ia masih bisa mengakses DigiD, sistem identitas digital resmi pemerintah Belanda.
“Saya masih bisa masuk ke DigiD dan sebagainya. Sepertinya antar pemerintah juga tidak sepenuhnya saling terhubung,” ucap Tim Geypens.
Kini, satu pertanyaan besar muncul: apakah Geypens bisa kembali menjadi warga negara Belanda?
“Mereka berbicara dengan istilah-istilah sulit dan bahasa hukum. Saya hanya ingin tahu apakah saya bisa kembali menjadi warga negara Belanda dan apa dampaknya terhadap kewarganegaraan Indonesia saya,” terang Tim Geypens.
Secara hukum, peluang tersebut memang ada melalui proses naturalisasi ulang di Belanda, namun prosedurnya panjang dan tidak sederhana.
Di sisi lain, Indonesia masih berpegang pada aturan kewarganegaraan tunggal, meski diskursus soal dwi kewarganegaraan kerap muncul, terutama untuk atlet diaspora.
Di tengah polemik tersebut, karier Geypens justru menunjukkan perkembangan positif. FC Emmen dikabarkan siap memperpanjang kontraknya.
Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan status sebagai pemain non-Uni Eropa mulai menemukan solusi.
“Sepertinya sekarang saya memiliki jenis izin kerja yang berbeda sehingga masalah itu bisa terselesaikan. Dalam beberapa minggu terakhir saya menjadi sorotan dan banyak orang menulis berbagai hal tentang saya,” kata Tim Geypens.
“Itu tidak selalu menyenangkan. Bukan karena apa yang saya lakukan di lapangan, tetapi karena hal-hal di luar itu. Saya ingin membalikkan keadaan tersebut,” paparnya.
Ironisnya, di tengah proses panjang naturalisasi, Geypens belum sempat menjalani debut bersama Timnas Indonesia.
Ia sempat masuk radar untuk FIFA Series 2026, namun batal tampil akibat kasus yang menjeratnya.
Kini, peluang itu kembali terbuka seiring meredanya masalah hukum.
Namun masa depannya masih bergantung pada kejelasan status kewarganegaraan yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas.
(tsy)
Load more