Dijegal NAC Breda Karena Jadi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James Ternyata Baru Tahu Kena Skandal Paspor dari Berita
- Instagram @deanjames
Jakarta, tvOnenews.com - Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Dean James akhirnya bisa kembali membela klubnya, Go Ahead Eagles setelah terkena skandal paspor. Dia menjadi pemain naturalisasi kelahiran Belanda pertama yang dijegal setelah NAC Breda melaporkannya ke KNVB.
NAC Breda menganggap Dean James adalah pemain asing non-Uni Eropa yang membuatnya tidak sah bermain untuk Go Ahead Eagles. Sang pemain seharusnya dibayar 600 ribu euro atau setara Rp11,8 miliar per musim dengan statusnya sebagai pemain Indonesia.
Dean James akhirnya kembali tampil setelah sempat terseret dalam skandal yang dikenal dengan sebutan passportgate di Liga Belanda ini. Kasus yang sempat menghebohkan sepak bola Belanda itu membuatnya tidak bisa bermain maupun berlatih bersama tim selama dua pekan.
Dean James menjadi pusat perhatian setelah NAC Breda melayangkan protes kepada KNVB terkait status kewarganegaraannya.
Klub tersebut meminta investigasi karena menduga James kehilangan kewarganegaraan Belanda setelah memperoleh kewarganegaraan Indonesia, sehingga dianggap tidak memenuhi syarat untuk bermain.
Situasi itu membuat James berada dalam kondisi sulit, terlebih ia mengaku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi ketika isu tersebut mencuat ke publik.
Ia bahkan baru mengetahui kabar tersebut dari direktur teknik Go Ahead Eagles, Marc van Hintum. Setelah itu, dia baru tahu bahwa pemberitaan tentangnya sudah ramai baik di Belanda maupun di Indonesia.
"Dia menarik saya keluar dari gym dan mengatakan bahwa NAC telah mengajukan pengaduan," kata Dean James dikutip dari laman ESPN, Minggu (12/4/2026).
"Dua jam kemudian, berita itu muncul di media. Saya tidak tahu apa yang terjadi, saya tidak tahu apa-apa tentang itu," kata Dean James.
Dampak dari polemik tersebut tidak hanya dirasakan oleh Dean James. Sejumlah pemain lain di Belanda, termasuk pemain internasional Indonesia dan Suriname, juga mengalami situasi serupa karena harus menunggu kepastian terkait izin kerja.
Selama masa itu, mereka hanya diperbolehkan menjalani latihan secara individu. Dean James mengakui masa tersebut menjadi salah satu periode paling membingungkan dalam kariernya.
Bahkan Dean James menggambarkan situasi yang dialaminya seperti kembali ke masa pandemi COVID-19, ketika aktivitas pemain dibatasi secara ketat.
“Rasanya sangat aneh,” kata James.
“Saya tidak tahu harus berbuat apa dan menerima banyak pesan. Berada dalam status tidak aktif sangat aneh. Saya harus berlatih sendiri seolah-olah ini ada di masa Pandemi COVID-19 lagi. Pada suatu saat, saya mematikan ponsel saya agar tidak perlu membaca semua pesan itu," katanya.
Setelah melalui proses administrasi di Dinas Imigrasi dan Naturalisasi, Dean James akhirnya dinyatakan memenuhi syarat untuk kembali bermain. Ia pun kini bisa kembali memperkuat Go Ahead Eagles, sama seperti rekan setimnya yang juga terdampak situasi serupa.
Dean James mengaku lega bisa kembali ke lapangan setelah melalui masa sulit tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang membantunya selama proses berlangsung.
"Untungnya, saya memiliki pengacara yang melakukan pekerjaan dengan baik, begitu pula klub dan agen saya. Saya senang bisa kembali. Mari kita lupakan ini dan mainkan beberapa pertandingan terakhir," katanya.
Ketika ditanya soal perasaannya terhadap NAC yang memicu polemik ini, Dean James memilih untuk tidak memperpanjang masalah. Ia menegaskan tidak ingin larut dalam konflik yang telah terjadi.
"Saya tidak senang dengan itu, sudahlah, cukup sampai di situ saja," katanya.
Dean James pun kembali membela Go Ahead Eagles dalam laga lanjutan Liga Belanda dengan melawan FC Groningen, Minggu (12/4/2026) dini hari WIB. Klub pun menahan imbang tim tuan rumah dengan skor 0-0.
Hasil ini membuat Go Ahead Eagles tertahan di peringkat 11 dengan raihan 36 poin di laga pekan ke-30 Liga Belanda. (hfp)
Load more