Di Hadapan Media Malaysia, Asisten John Herdman Blak-blakan Soal Timnas Indonesia
- Instagram @simongraysonofficial
tvOnenews.com - Kehadiran sosok baru di jajaran pelatih Timnas Indonesia selalu menarik perhatian, apalagi jika datang dari Eropa dengan pengalaman panjang.
Namun, pengakuan jujur dari Simon Grayson justru menjadi sorotan tersendiri.
Ia secara terbuka menyebut bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal pemain Skuad Garuda sebelum menerima tawaran bergabung.
Grayson bukan nama sembarangan. Pelatih asal Inggris ini telah malang melintang di berbagai klub, mulai dari Blackpool, Leeds United, hingga Sunderland.
- Hurtlepool United
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting saat ia ditunjuk sebagai asisten pelatih di Timnas Indonesia, mendampingi John Herdman.
"Jika Anda menanyakan kepada saya dua bulan lalu, saya mungkin tidak akan bisa menyebutkan nama pemain Indonesia mana pun," kata Simon Grayson dilansir dari Astro Arena.
Namun, setelah menerima tawaran tersebut, ia langsung melakukan riset mendalam.
Dari situlah ia mulai memahami kualitas skuad Indonesia yang ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ia menyoroti keberadaan pemain-pemain Indonesia yang berkarier di Eropa, yang menurutnya menjadi indikator meningkatnya level sepak bola nasional.
"Tetapi saya mendapatkan pekerjaan itu dan melakukan riset sendiri, para pemain bermain di Liga Italia, Liga Belanda, (Calvin) Verdonk bermain untuk Lille di Prancis, dan (Ole) Romeny bermain untuk Oxford di Championship di Inggris."
"Jadi level sepak bola secara keseluruhan benar-benar bagus,"
Nama-nama seperti Calvin Verdonk dan Ole Romeny menjadi contoh nyata bagaimana pemain Indonesia mulai mendapat tempat di kompetisi Eropa, sesuatu yang dulu jarang terjadi.
Grayson langsung terlibat dalam ajang FIFA Series 2026, di mana Timnas Indonesia meraih kemenangan meyakinkan atas Saint Kitts and Nevis, sebelum kalah tipis dari Bulgaria.
Meski hasilnya cukup menjanjikan, ia menyadari bahwa tantangan utama bukan sekadar kualitas individu, melainkan menyatukan pemain dari berbagai latar belakang liga dan gaya bermain.
"Tetapi pada akhirnya Anda harus menyatukan semuanya dan mendapatkan individu-individu bagus ini di level klub yang bermain sebagai tim dan bersatu untuk mencoba mendapatkan hasil yang sukses."
Hal menarik lainnya adalah proses adaptasi Grayson terhadap pendekatan taktik yang dibawa Herdman.
Ia mengaku harus mempelajari sistem yang belum pernah ia gunakan sebelumnya.
"Herdman ingin menerapkan sistem 3-box-3 ini, yang belum pernah saya mainkan sebelumnya. Mungkin saya biasanya main 3-5-2, jadi ini hal baru buat saya."
- instagram timnas indonesia
Sistem “3-box-3” sendiri dikenal sebagai pendekatan modern yang menekankan fleksibilitas posisi dan kontrol lini tengah, sering digunakan dalam sepak bola kontemporer untuk menciptakan dominasi ruang.
Sebagai asisten, peran Grayson tidak hanya di pinggir lapangan. Ia bertindak sebagai pengamat dari tribun atas untuk memberikan sudut pandang berbeda saat pertandingan berlangsung.
"Jadi, saya mengamati dari atas dan berkomunikasi dengan bangku cadangan tentang apa yang saya lihat."
"Terutama dari segi pertahanan, dan kemudian berdiskusi sebentar selama dua menit dengan John saat jeda pertandingan."
Tak hanya itu, ia juga bertanggung jawab dalam analisis lawan—mulai dari kekuatan hingga celah yang bisa dimanfaatkan.
"Lalu, mempersiapkan strategi menghadapi lawan, bukan sekadar laporan pengintaian, tapi menganalisis kekuatan dan kelemahan lawan,"
Perspektif Baru untuk Masa Depan Timnas
Masuknya Grayson membawa sudut pandang baru dalam tubuh Timnas Indonesia.
Dengan pengalaman panjang di sepak bola Inggris, ia diharapkan mampu membantu meningkatkan performa tim secara keseluruhan.
(tsy)
Load more