Solusi Erick Thohir soal Polemik 'Passportgate' Atlet Naturalisasi
- tvOnenews-Ilham Giovani
tvOnenews.com – Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait polemik passportgate yang sempat menyeret sejumlah pemain naturalisasi serta atlet diaspora Indonesia.
Keduanya kompak memastikan bahwa seluruh proses naturalisasi yang berjalan hingga saat ini tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku di Indonesia.
Polemik mengenai status kewarganegaraan atlet sempat memicu perdebatan di masyarakat. Namun, pemerintah menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki dasar regulasi yang kuat.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Pemerintah Siapkan Revisi UU Kewarganegaraan
Menkum Supratman Andi Agtas mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah memproses revisi Undang-Undang Kewarganegaraan yang akan dibahas bersama DPR RI.
Langkah ini diambil sebagai solusi permanen agar polemik serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Undang-Undang Kewarganegaraan saat ini sedang kita persiapkan dibahas di DPR. Pemerintah sedang menyusun dan menyelesaikan finalisasinya. Mudah-mudahan tahun ini selesai sehingga polemik-polemik yang terjadi itu tidak akan muncul lagi," ujar Supratman kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah adalah memberikan dukungan maksimal bagi prestasi Indonesia di ajang internasional.
Baginya, kebanggaan saat bendera Merah Putih berkibar di pentas dunia adalah prioritas tertinggi.
Sementara itu, Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa payung hukum untuk atlet diaspora maupun naturalisasi sudah tersedia dan dijalankan sesuai ketentuan. Ia menepis anggapan bahwa proses ini menyalahi aturan negara.
- instagram Dean James
Erick juga menekankan dengan tegas bahwa Indonesia tetap menganut sistem satu kewarganegaraan dengan satu paspor. Oleh karena itu, seluruh proses administrasi wajib mengikuti aturan resmi negara tanpa pengecualian.
"Dan aturannya sudah jelas bahwa kewarganegaraan kita memiliki satu paspor. Itu yang kita tetap anut," tegas Erick.
Ia mencontohkan keberhasilan atlet diaspora seperti perenang Maesha Wall yang telah menyumbang prestasi sejak usia muda.
Bagi Erick, kehadiran atlet keturunan justru patut diapresiasi karena mereka memiliki semangat untuk kembali mengibarkan Merah Putih.
Selain aspek legalitas, Erick Thohir juga menyoroti pentingnya sport diplomacy atau diplomasi olahraga dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
Ia menilai bahwa kolaborasi dengan pemerintah negara lain dalam urusan atletik menjadi kekuatan yang mengikat hubungan antarnegara.
"Saya juga mendorong bahwa sport diplomacy itu menjadi penting ya. Kerja sama pemerintah dengan pemerintah lain itu harus kita tingkatkan, karena sport diplomacy ini menjadi sebuah kekuatan yang mengikat dua negara," imbuh Erick.
Dengan adanya pernyataan resmi ini, pemerintah berharap publik tidak lagi ragu terhadap status para atlet diaspora yang membela Indonesia.
Fokus utama saat ini adalah memastikan para atlet dapat berjuang maksimal demi mengharumkan nama bangsa di berbagai arena kompetisi dunia.
Load more