Kisah Emosional STY saat Masih di Timnas Indonesia: Dua Kali Menangis karena Kekalahan Ini
- PSSI
tvOnenews.com - Setelah lebih dari setahun pasca pemecatan dari kursi pelatih Timnas Indonesia, terungkap kisah emosional Shin Tae-yong yang disebut pernah menangis dua kali selama menangani skuad Garuda.
Kabar pemecatan pelatih asal Korea Selatan itu sendiri sempat mengejutkan publik pada awal 2025, setelah PSSI memutuskan mengakhiri kerja sama usai hasil di Piala AFF 2024.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut keputusan tersebut sudah dipertimbangkan sejak kekalahan Indonesia dari China pada Oktober 2024.
- Instagram @shintaeyong7777
“Ini sudah dirasakan sejak pertandingan, bahkan mungkin sebelum Indonesia lawan China, tetapi waktunya terlalu mepet. Makanya saya ceritakan, sebelum pertandingan di China itu sudah terjadi dinamika yang cukup tinggi,” ujar Erick Thohir saat itu.
Setelah kepergian Shin Tae-yong, PSSI kemudian menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru untuk melanjutkan perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Di balik berbagai pencapaian yang ditorehkan, termasuk membawa Indonesia melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, sisi emosional Shin Tae-yong akhirnya diungkap oleh orang terdekatnya, yakni mantan pelatih kiper Timnas Indonesia, Yoo Jae-hoon.
Yoo Jae-hoon, yang sudah bergabung dengan Timnas sejak 2020, mengaku mengenal dekat sosok Shin Tae-yong.
Ia menyebut sang pelatih dikenal disiplin, tegas, namun juga memiliki sisi emosional yang kuat terhadap timnya.
Menurutnya, Shin Tae-yong pernah menangis dua kali akibat kekalahan Timnas Indonesia.
Momen pertama terjadi saat Indonesia kalah 0-1 dari Thailand di semifinal SEA Games 2021.
Sementara momen kedua terjadi ketika Timnas Indonesia U-23 takluk 1-2 dari Irak pada perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 di Qatar.
“Saya ingat, saat itu Shin Tae-yong menangis, dia merasa terpukul oleh kekalahan itu,” ujar Yoo Jae-hoon.
Selain itu, Yoo juga mengungkap sisi lain Shin Tae-yong yang jarang diketahui publik, termasuk kepeduliannya terhadap pemain.
Ia menyebut adanya aturan disiplin di mana keterlambatan akan dikenai denda hingga Rp1 juta, namun uang tersebut justru disumbangkan ke panti asuhan.
Load more