GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gagal Ke Piala Dunia Tak Buat Kiper Naturalisasi Menyesal Jadi WNI, Ini Rencana Maarten Paes Bersama Timnas Indonesia Terungkap

Maarten Paes tetap pada komitmennya untuk terus membela Timnas Indonesia dan membangun sepak bola di Tanah Air.
Senin, 11 Mei 2026 - 21:55 WIB
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes
Sumber :
  • Instagram @maartenpaes

Jakarta, tvOnenews.com - Kiper naturalisasi Timnas Indonesia, Maarten Paes ternyata tak menyesal menjadi warga negara Indonesia (WNI) setelah gagal ke Piala Dunia 2026. 

Maarten Paes tetap pada komitmennya untuk terus membela Timnas Indonesia dan membangun sepak bola di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Indonesia gagal ke turnamen paling bergengsi di dunia tersebut setelah tersingkir di Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena kalah dari Arab Saudi dan Irak. 

Dengan turnamen yang digelar empat tahun sekali, maka peluang Maarten Paes untuk tampil di edisi berikutnya tetap terbuka mengingat usianya saat ini sudah menyentuh 27 tahun. 

Sembari menunggu waktu Kualifikasi Piala Dunia 2030 digelar, Maarten Paes mengaku tetap setia pada panggilan negara di setiap jeda internasional. 

"Ini adalah proyek jangka panjang bagi saya, apresiasi yang luar biasa dari para penggemar dan penduduk setempat yang selalu menginspirasi saya dan motivasi untuk memberikan sesuatu pada Indonesia," kata Maarten Paes dikutip dari laman NU NL, Senin (11/5/2026). 

Bahkan jika akhirnya Timnas Indonesia kembali gagal menembus Piala Dunia 2030, Maarten Paes tetap akan mengabdi pada negara. 

Bahkan dia sudah memiliki rencana jangka panjang untuk membangun sepak bola Tanah Air. 

Ide tersebut muncul ketika Maarten Paes datang langsung ke Indonesia dan bermain bersama anak-anak di daerah kumuh. 

"Meskipun hari itu indah dan mempersatukan kami, tapi kenyataan ketika para anak-anak bermain dengan sendal jepit dan bahkan tanpa alas kaki membuat saya terluka," katanya. 

"Jadi mari kita terus tingkatkan fasilitas sepak bola di Indonesia untuk melatih bintang-bintang masa depan," kata Maarten Paes. 

Maarten Paes bahkan tetap memegang kata-kata sang nenek, pihak yang membuatnya menjadi WNI. Seperti diketahui, berbeda dari pemain lain yang memiliki keturunan langsung, Maarten Paes adalah pemain naturalisasi dari keturunan blijvers atau orang Belanda tanpa darah Indonesia yang lahir dan besar di Indonesia. 

Sang nenek sudah menerapkan Bhinneka Tunggal Ika dalam keluarganya dan sudah mendarah daging. Hal ini pula yang membuat Maarten Paes akan terus memegang status Warga Negara Indonesia.

"Baik Anda seorang Kristen, Muslim, atau Buddha; Anda diperlakukan setara. Dalam hal itu, Indonesia adalah contoh bagi seluruh dunia. Meskipun masih banyak yang perlu dilakukan di negara itu untuk mengurangi kesenjangan yang sangat besar antara kaya dan miskin," tutupnya. (hfp)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kepala Staf Kepresidenan Pastikan 742 Pasukan Perdamaian TNI Siap Berangkat ke Lebanon

Kepala Staf Kepresidenan Pastikan 742 Pasukan Perdamaian TNI Siap Berangkat ke Lebanon

Sebanyak 742 prajurit TNI telah dinyatakan siap untuk mengemban tugas internasional dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. 
Puluhan Ribu Volimania 'Geruduk' Hyundai Hillstate Setelah Rekrut Megawati Hangestri: Fans Red Sparks Pindah ke Hyundai!

Puluhan Ribu Volimania 'Geruduk' Hyundai Hillstate Setelah Rekrut Megawati Hangestri: Fans Red Sparks Pindah ke Hyundai!

Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate. Instagram klub asal Suwon itu langsung dibanjiri puluhan ribu komentar volimania Indonesia yang 
Pansus DPRD DKI Segel Parkir Ilegal di Blok M Square demi Amankan Pendapatan Daerah

Pansus DPRD DKI Segel Parkir Ilegal di Blok M Square demi Amankan Pendapatan Daerah

Upaya pengamanan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perlindungan terhadap hak-hak warga terus diperkuat oleh Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta. 
Wijaya Karya Rombak Jajaran Komisaris, Arthur Hedar Kembali Menjabat

Wijaya Karya Rombak Jajaran Komisaris, Arthur Hedar Kembali Menjabat

Disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Teknologi Arthroscopy dan TKR: Harapan Baru bagi Penderita Cedera Muskuloskeletal

Teknologi Arthroscopy dan TKR: Harapan Baru bagi Penderita Cedera Muskuloskeletal

Pemulihan fungsi gerak dan penghilangan nyeri kronis kini menjadi fokus utama dalam penanganan gangguan muskuloskeletal. 
Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Formal dan Informal, Apa Tantangan Terbesarnya?

Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Formal dan Informal, Apa Tantangan Terbesarnya?

Tidak hanya soal upah, pekerja modern juga mulai menuntut kepastian perlindungan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, hingga keamanan ekonomi saat menghadapi risiko

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT