Mariano Peralta Sedang Gacor Bersama Borneo FC, Tapi Bisakah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?
- Instagram - Borneo FC
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Mariano Peralta belakangan ini tidak bisa lepas dari perbincangan hangat para pencinta sepak bola Tanah Air. Winger asal Argentina itu tampil begitu perkasa bersama Borneo FC Samarinda di Super League 2025/2026.
Senin malam, 11 Mei 2026, Mariano Peralta kembali membuktikan kelasnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Ia mencetak dua gol alias brace saat Borneo FC menang dramatis 3-2 atas Bali United dalam laga pekan ke-32 BRI Super League 2025-2026.
Dua gol itu bukan sekadar angka biasa — keduanya mengangkat total koleksi golnya musim ini dari 16 menjadi 18 gol, sekaligus mendongkrak posisinya ke urutan ketiga daftar top skor sementara kompetisi. Sementara urusan assist, namanya masih bertengger di puncak dengan catatan 13 assist dari 32 penampilan.
Angka-angka yang dihasilkan Mariano Peralta musim ini benar-benar tidak masuk akal untuk seorang pemain yang bukan striker murni. Bermain sebagai winger kanan, pria kelahiran Adrogué, Argentina, 20 Februari 1998 itu sudah menyumbang 18 gol plus 13 assist hanya dari 32 pertandingan .
- Instagram @marianoperalta.9
Penampilan gemilang Peralta bukan hanya soal prestasi individu, ia juga jadi tulang punggung ambisi Borneo FC merebut trofi BRI Super League musim ini. Pesut Etam kini merangsek di posisi kedua klasemen, hanya kalah rekor pertemuan dari Persib Bandung yang masih bertengger di puncak.
Lalu, Bisakah Mariano Peralta Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia?
Ada dua jalur yang bisa ditempuh seorang pemain asing untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan akhirnya membela Garuda, dan sayangnya Peralta tersandung di keduanya.
Jalur pertama adalah jalur keturunan, yakni jika pemain memiliki darah Indonesia dari garis orang tua atau kakek-neneknya. Ini adalah jalur yang selama ini digunakan PSSI untuk menaturalisasi para pemain diaspora seperti Jay Idzes, Ole Romeny, dan Maarten Paes.Â
Mariano Peralta? Ia murni berdarah Argentina tanpa satu tetes pun garis keturunan Indonesia, jadi jalur ini jelas tertutup rapat.
Jalur kedua adalah jalur residensi, yaitu pemain asing yang sudah tinggal dan menetap di Indonesia secara berturut-turut selama minimal 5 tahun bisa mengajukan permohonan kewarganegaraan. Secara hukum, ini memang memungkinkan.
Load more