Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA
- FFI
Jakarta, tvOnenews.com - Kesuksesan Timnas Futsal Indonesia menembus peringkat ke-14 dunia versi FIFA menjadi pencapaian bersejarah. Namun di balik prestasi tersebut, tersimpan sejumlah pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi oleh federasi.
Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
Menurut Michael, peran Hector tidak hanya sebatas pelatih kepala, tetapi juga menjadi sosok strategis dalam merancang arah pengembangan futsal Indonesia secara menyeluruh.
“Jadi pertama saya senang ya, karena Coach Hector adalah bukan hanya pelatih kepala tapi juga direktur teknik yang memang tanggung jawabnya menganalisa dan menyiapkan langkah-langkah juga yang perlu diambil oleh federasi untuk penguatan bukan cuma timnas, tapi ekosistem,” ujar Michael.
Ia menegaskan, fokus utama yang ditekankan oleh Hector adalah pembangunan ekosistem jangka panjang, mulai dari pembinaan usia dini hingga regenerasi pemain yang berkelanjutan.
“Ekosistem jangka panjang kita juga yang nanti bisa membantu pemain-pemain, regenerasi, pembibitan dan seterusnya,” lanjutnya.
Meski berhasil menembus peringkat 14 dunia, Michael mengingatkan bahwa capaian tersebut bukan berarti Indonesia sudah berada di level standar dunia. Ia menilai masih banyak aspek yang harus dibenahi, mulai dari infrastruktur hingga kesejahteraan atlet.
“Betul, ranking kita sudah naik ke-14 dunia, tapi bukan berarti kita sudah mencapai standar dunia. Harus kita akui. Permainan timnas, oke. Tapi banyak hal di futsal Indonesia ini soal kesiapan infrastruktur yang merata, soal peningkatan kualitas pelatih, perangkat pertandingan, termasuk kesejahteraan atlet,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa isu kesejahteraan atlet bukan hanya dialami oleh futsal, tetapi juga cabang olahraga lain di Indonesia.
Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Michael menilai kunci utama ada pada transformasi futsal menjadi sebuah industri yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kuncinya adalah membangun industri. Karena kalau futsal itu hanya sekadar hobi, ada sekelompok orang punya hobi futsal bikin klub, mereka kan bakar duit kira-kira begitu,” ungkapnya.
Load more