Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA
- FFI
Menurutnya, ketergantungan pada dukungan pemerintah memiliki batas, sehingga diperlukan keterlibatan sektor swasta dan ekosistem ekonomi yang kuat di dalam futsal.
“Kalau dia menjadi industri, dia akan mampu menghidupi dirinya sendiri. Ada perputaran ekonomi. Contohnya di Eropa dan Amerika di mana olahraga itu industri. Kalau dia menjadi industri, maka gaji pemain, penghidupan pemain, bahkan masa depan atlet itu juga pasti dengan sendirinya akan terangkat,” jelas Michael.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa federasi tidak bisa hanya menunggu industri berkembang dengan sendirinya, tetapi harus aktif menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan tersebut.
“Nah, tapi di sini kita nggak bisa sekadar menunggu tiba-tiba industrinya muncul. Federasi hadir untuk membantu kebijakan-kebijakan yang memfasilitasi industri futsal,” ujarnya.
Salah satu langkah konkret yang kini dilakukan adalah memperbanyak kompetisi serta memperbaiki struktur liga agar lebih profesional dan konsisten.
“Contohnya apa? Kompetisi kita perbanyak. Gimana kita bicara industri kalau kompetisinya sedikit dan jadwalnya nggak jelas. Gimana kita bicara industri kalau timnasnya sendiri kurang berprestasi. Nah, dengan timnas sudah berprestasi, dengan liga semakin banyak seperti Liga 2 Futsal, PFL 2, kita berharap ruang untuk keterlibatan swasta juga semakin meningkat,” paparnya.
Michael optimistis, dengan kombinasi prestasi timnas dan pembenahan kompetisi, masa depan futsal Indonesia akan semakin cerah, termasuk peningkatan kesejahteraan seluruh pelaku di dalamnya.
“Dan otomatis nanti kesejahteraan para penggiat futsal, mau itu wasit, perangkat pertandingan, ataupun pemain juga pasti akan naik juga,” tutupnya.
Load more