Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia U-17 gagal lolos ke babak perempat final Piala Asia U-17 setelah kalah dari Jepang.
Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir.
Tak hanya itu, pintu terakhir Timnas Indonesia U-17 menuju Piala Dunia U-17 pun sudah tertutup rapat walau pun FIFA sudah mengizinkannya.
Timnas Indonesia U-17 menjadi satu-satunya tim yang gagal lolos ke Piala Dunia U-17. Bahkan pil pahit ini dialami oleh Mathew Baker cs karena bergantung pada hasil pertandingan lainnya antara China dan Qatar.
Ketika Timnas Indonesia U-17 kalah dari Jepang, China justru berhasil menaklukkan Qatar. Hasil ini membawa China lolos ke babak perempat final dengan status sebagai runner up Grup B walau sama-sama memiliki tiga poin seperti Timnas Indonesia U-17 dan Qatar.
Kemenangan 2-0 China atas Qatar membuat China lolos dengan keunggulan selisih poin dibandingkan Qatar dan Timnas Indonesia U-17.
Dengan Qatar yang otomatis lolos sebagai tuan rumah, maka pintu terakhir Timnas Indonesia U-17 lolos lewat regulasi FIFA pun juga tertutup rapat.
Sesuai dengan regulasi FIFA, AFC mendapatkan jatah sembilan tim untuk tampil di Piala Dunia U-17 dengan pembagian Qatar sebagai tuan rumah dan delapan tim terbaik Piala Asia U-17.
Dengan Qatar yang gagal lolos ke babak perempat final, maka regulasi FIFA yang menguntungkan Timnas Indonesia U-17 ini pun sudah tak berlaku lagi.
Sebelumnya, jika Qatar lolos sebagai perempatfinalis Piala Asia U-17 2026, maka ada satu slot yang tak terpakai. Untuk situasi ini, FIFA akan mengizinkan AFC untuk menentukan sendiri slot tersebut.
Berdasarkan peraturan FIFA untuk Piala Dunia U-17 2026 pada artikel 2.3, ketentuan ini akan dikembalikan kepada konfederasi. Namun, keputusan harus didasarkan prestasi keolahragaan alias sporting merit.
“Apabila kompetisi pendahuluan tidak diadakan atau diselesaikan dengan cara yang menentukan jumlah asosiasi anggota yang memenuhi syarat (karena pembatalan, penundaan, penghentian, atau alasan lain), maka konfederasi yang bersangkutan harus mengusulkan kepada FIFA, untuk persetujuan tertulis sebelumnya dari FIFA, sebuah asosiasi anggota (atau beberapa asosiasi anggota) yang berlokasi di wilayah konfederasi tersebut sebagai Asosiasi Anggota yang Berpartisipasi," tulis Regulasi FIFA.
"Konfederasi harus mendasarkan usulannya secara ketat pada prestasi olahraga dari asosiasi anggota tersebut dan harus memberikan laporan tertulis kepada FIFA yang menjelaskan alasan pengusulan asosiasi anggota tersebut ketika meminta persetujuan FIFA. Apabila FIFA tidak menyetujui asosiasi anggota yang diusulkan oleh konfederasi, maka konfederasi harus mengusulkan asosiasi anggota alternatif (atau beberapa asosiasi anggota) untuk persetujuan FIFA,” demikian bunyi aturan FIFA pada artikel 2.3.
Regulasi tersebut tak lagi berlaku setelah Qatar gagal lolos ke babak perempat final Piala Asia U-17. Dengan selesainya babak fase grup, maka sudah ada pemilik delapan slot selain jatah Qatar sebagai tuan rumah.
Sementara itu, babak penyisihan grup Piala Asia U-17 belum usai. Masih ada sisa tiga pertandingan lagi dari Grup C dan D untuk diselesaikan pada Rabu (13/5/2026) malam WIB hingga Kamis (14/5/2026) dini hari WIB.
Saat ini, tujuh dari sembilan slot Piala Dunia U-17 dari jatah Asia sudah terisi. Tujuh negara tersebut adalah Qatar sebagai tuan rumah, Arab Saudi, Tajikistan, Australia, Uzbekistan, Jepang, dan China.
Dua slot tersisa akan diperebutkan oleh empat tim dari Grup C yang diisi oleh Korea Selatan, Vietnam, Yaman dan Uni Emirat Arab. (hfp)
Load more